Uncategorized
⚡ Anda membaca versi AMP yang dioptimalkan — Lihat versi lengkap →
Uncategorized

New Policy: Cadangan Beras Pemerintah Capai 5,3 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Susan Thomas ⏱ 2 min read

New Policy: Pemerintah Toreh Rekord Cadangan Beras 5,3 Juta Ton

New Policy – Dalam rangka menghadapi tantangan ekonomi dan inflasi, Pemerintah melalui Perum Bulog mencatatkan cadangan beras yang mencapai 5,3 juta ton, rekor tertinggi sepanjang sejarah. Pernyataan ini diungkapkan oleh Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, dalam wawancara di Jakarta, Senin (11/5/2026). Pencapaian ini memperkuat kebijakan New Policy dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.

“Bulan ini, stok beras menyentuh angka 5,3 juta ton. Ini adalah realisasi terbaik dalam sejarah Bulog, yang sejak didirikan 59 tahun lalu terus berkontribusi dalam upaya New Policy memastikan stabilitas harga pangan,” kata Ahmad.

Langkah New Policy ini melibatkan kerja sama erat dengan para petani dan produsen penggilingan untuk memperkuat rantai pasok beras. Kebijakan harga eceran tertinggi (HET) yang diterapkan dalam New Policy, di mana beras medium dijual Rp 12.500 dan premium Rp 14.900 per kilogram, menjadi bagian penting dalam mengendalikan inflasi. Selain itu, kebijakan ini juga mencakup penyerapan gabah yang meningkat, sehingga menjamin pasokan beras di tingkat konsumen.

Strategi New Policy dalam Mengamankan Pasokan Pangan

Keberhasilan New Policy mencapai stok beras 5,3 juta ton dianggap sebagai bukti ketahanan sistem distribusi pangan nasional. Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa harga gabah yang dibeli dari petani tetap sesuai Inpres Nomor 4 Tahun 2026, yaitu Rp 6.500 per kilogram. Dalam Mei 2026, Perum Bulog telah menyerap 2,4 juta ton gabah setara beras, mendekati 60% dari target nasional.

Dalam kondisi global yang tidak pasti, seperti fluktuasi harga komoditas internasional dan gejolak geopolitik, New Policy menjadi penopang vital bagi masyarakat. Stok beras yang melimpah juga memberikan ruang bagi kebijakan subsidi bahan pokok, terutama di daerah-daerah yang rentan terhadap krisis pangan. Selain itu, rekor penyerapan gabah tahun 2025 menunjukkan keberhasilan pergeseran strategi dalam kebijakan New Policy.

Peran New Policy dalam Meningkatkan Akses Pangan

Penyelarasan antara supply dan demand dalam New Policy terus diperkuat oleh kinerja Perum Bulog yang mengirimkan bantuan pangan ke berbagai daerah. Meski penyaluran di Rejang Lebong pada Februari-Maret 2026 mencapai 30,22% dari alokasi, upaya penyelesaian target diperkirakan selesai akhir Mei. Di Lamongan, bantuan pangan telah mencapai 177.486 keluarga, memberikan dampak positif dalam menghadapi tantangan ekonomi dan cuaca ekstrem.

Kebijakan New Policy juga melibatkan penguatan distribusi jagung SPHP, yang menjadi pendapatan alternatif bagi peternak ayam petelur. Dengan stok beras yang melimpah, Bulog siap memenuhi lonjakan permintaan sekaligus menjaga harga beras tetap stabil. Langkah ini membantu mengurangi risiko kenaikan harga bahan pokok akibat tekanan eksternal, seperti kenaikan harga minyak goreng.

Dalam wawancara tambahan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyoroti bahwa New Policy tidak hanya fokus pada stok beras tetapi juga pada integrasi sistem distribusi pangan secara lebih efisien. Ia menambahkan bahwa cadangan beras 5,3 juta ton membantu mengurangi risiko gangguan pasokan, terutama di tengah kenaikan harga komoditas global. Upaya ini juga didukung oleh penggunaan teknologi modern dalam monitoring dan pengelolaan stok.

Para petani di beberapa daerah menyambut baik kebijakan New Policy karena memberikan kepastian harga jual gabah. Dengan penyerapan yang tinggi, mereka diberi peluang untuk menjual hasil panen dengan harga stabil. Selain itu, kebijakan ini menciptakan keleluasaan bagi penggilingan lokal untuk beroperasi secara optimal, sehingga mengurangi ketergantungan pada impor.

Bagikan artikel ini