Dirjen Pendis Kemenag Apresiasi Program Ekoteologi UIN STS Jambi untuk Lingkungan Berkelanjutan
New Policy – Dalam upaya mendorong keberlanjutan lingkungan, Kementerian Agama RI melalui Dirjen Pendis, Prof. Suyitno, memberikan apresiasi terhadap program ekoteologi yang dijalankan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin Jambi. New Policy ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat peran pendidikan Islam dalam menjaga kelestarian alam. Apresiasi ini disampaikan selama acara penanaman pohon dalam rangka pekan lingkungan di kampus UIN STS Jambi, yang menunjukkan keseriusan institusi pendidikan dalam menjalankan New Policy terkait lingkungan hidup.
Program Ekoteologi: Langkah Konkret dalam Mewujudkan New Policy
Kegiatan penanaman pohon di kampus UIN STS Jambi tidak hanya sebagai simbolisasi, tetapi juga sebagai bagian dari strategi nyata dalam menerapkan New Policy terkait ekoteologi. Direktur Jenderal Pendidikan Islam menekankan bahwa tindakan ini memperkuat kesadaran masyarakat kampus tentang pentingnya keberlanjutan. Menurutnya, Program Ekoteologi UIN STS Jambi mencerminkan peran akademisi dalam membangun kebiasaan hijau, sejalan dengan visi nasional Indonesia yang mendorong pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Program ini juga menjadi model yang dapat ditiru oleh lembaga pendidikan lain, baik dalam pengelolaan limbah maupun budidaya tanaman lokal.
“Kami ingin menanam pohon bukan hanya sebagai New Policy sekadar simbol, tapi sebagai langkah yang konsisten dan berkelanjutan,” tutur Prof. Suyitno dalam kesempatan tersebut.
Komitmen Kampus dalam Mengimplementasikan New Policy Ekoteologi
Rektor UIN STS Jambi, Prof. Kasful Anwar, menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari New Policy yang dijalankan kampus dalam menjadikan lingkungan sebagai prioritas. Selain penanaman pohon, kampus juga menggandeng pihak eksternal untuk memperluas dampak program ekoteologi. Dengan mengintegrasikan aksi lingkungan ke dalam kurikulum, civitas akademika diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang aktif. New Policy ini juga mencakup pengurangan penggunaan plastik, pengelolaan air hujan, dan penerapan energi terbarukan, yang semuanya bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan hijau.
Program Ekoteologi UIN STS Jambi tidak hanya melibatkan mahasiswa, tetapi juga dosen dan staf kampus. Keberhasilan New Policy tergantung pada partisipasi aktif semua pihak. Rektor menegaskan bahwa kampus berkomitmen untuk menjadikan inisiatif ini sebagai gerakan bersama. “Ini adalah salah satu dari banyak langkah yang kami ambil untuk mewujudkan New Policy kemenag dalam mendorong keberlanjutan,” tambahnya.
New Policy ekoteologi UIN STS Jambi juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur. Di sisi lain, Pondok Pesantren Maftahul Uluum Jatinom Blitar juga diapresiasi karena inovasinya dalam mengelola lingkungan. Kedua institusi tersebut menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan Islam bisa menjadi pilar dalam New Policy nasional. Dengan adanya program ini, UIN STS Jambi semakin dekat dengan visi menjadi institusi pendidikan yang hijau dan berkelanjutan.
Pelaksanaan New Policy ekoteologi tidak hanya memperkuat kesadaran lingkungan, tetapi juga mendorong kolaborasi antar instansi. UIN STS Jambi, sebagai salah satu dari 47 universitas yang tergabung dalam program ekoteologi nasional, menjadi contoh bagus dalam integrasi pendidikan dan aksi lingkungan. Inisiatif ini menunjukkan bahwa New Policy tidak hanya berupa kebijakan, tetapi juga tindakan nyata yang berdampak jangka panjang. Dengan berbagai langkah konkret, kampus berharap mampu menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lain di Indonesia.