New Policy: InJourney Perketat Pengawasan Keamanan Bandara Soetta Pasca-Pengungkapan Pencurian Kargo Ekspor
Langkah Baru: InJourney Perketat Pengawasan Keamanan Bandara Soetta Usai Kasus Pencurian Kargo
Implementasi New Policy untuk Meningkatkan Kualitas Keamanan
New Policy – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) melalui Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, meluncurkan New Policy yang menekankan penguatan sistem keamanan. Kebijakan ini diambil setelah pengungkapan kasus pencurian kargo ekspor yang merugikan perusahaan sekitar Rp1 miliar. Tujuan utama New Policy adalah memastikan lingkungan bandara tetap aman dan nyaman, sekaligus meminimalkan risiko kejahatan di masa depan.
Dalam upaya ini, InJourney Airports melakukan koordinasi erat dengan Polres Bandara Soetta untuk mengevaluasi ulang prosedur keamanan. Kepala operasional menyebut bahwa langkah-langkah seperti intensifikasi patroli, pemasangan teknologi pemantauan canggih, dan penguatan pengawasan di area kargo menjadi fokus utama. Heru Karyadi, General Manager Bandara Soetta, menegaskan bahwa New Policy bertujuan menghadirkan standar keamanan yang lebih ketat dan transparan.
Kasus Pencurian Kargo: Penyebab dan Tanggapan Pihak Terkait
Kasus pencurian yang diungkap oleh Kepolisian Resor Kota Bandara Soetta, Polda Metro Jaya, menunjukkan celah keamanan yang selama ini tidak terdeteksi. Dari laporan polisi Nomor LP/B/48/IV/2026, tiga tersangka berinisial K, A, dan F ditangkap di Karawaci pada 29 April 2026. Mereka diduga mencuri barang dari Kawasan Kargo milik PT Pungkook Indonesia One, termasuk tas merek Lululemon.
“Kerja sama antara operator bandara dan aparat kepolisian menjadi kunci menjaga stabilitas keamanan,” imbuh Heru Karyadi.
Pihak kepolisian juga menyoroti pergeseran modus kejahatan, termasuk penggunaan strategi yang lebih canggih untuk mencuri barang ekspor. Dengan New Policy, InJourney Airports berkomitmen untuk memperbaiki sistem ini dan meminimalkan potensi kerugian di masa mendatang.
Peningkatan keamanan bukan hanya sebagai respons terhadap kasus pencurian, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pencegahan kejahatan secara proaktif. Selain itu, perusahaan juga memperkuat kebijakan ini untuk menjamin kenyamanan seluruh penumpang dan pengguna fasilitas bandara. Dengan adanya New Policy, InJourney Airports berharap menciptakan lingkungan operasional yang lebih aman dan terpercaya.
Dalam jangka panjang, New Policy akan memberikan dampak signifikan terhadap pengelolaan bandara. Langkah-langkah seperti penerapan sistem pengawasan real-time, penambahan personel keamanan, serta pelatihan staf secara berkala akan menjadi bagian dari kebijakan ini. Heru Karyadi menegaskan bahwa kebijakan tersebut akan terus diulas dan diperbarui sesuai dengan kebutuhan dan tantangan baru.
Di sisi lain, Kapolres Bandara Soetta, Kombes Wisnu Wardana, mengapresiasi upaya yang berhasil mengungkap kasus pencurian tersebut. Ia menyatakan bahwa kerja sama antara InJourney Airports dan kepolisian akan terus ditingkatkan untuk menjaga kualitas layanan dan keamanan. New Policy ini juga sejalan dengan inisiatif nasional dalam mengoptimalkan pengawasan di sektor transportasi udara.
Sementara itu, InJourney Airports mencatat tingkat ketepatan waktu penerbangan haji 2026 mencapai 96 persen. Layanan di empat bandara utama, termasuk Bandara Soetta, siap mendukung keberangkatan 205.333 calon jemaah pada 22 April 2026. Pemeriksaan imigrasi Arab Saudi dilakukan lebih awal di Indonesia untuk memudahkan proses keberangkatan.
Pada awal 2026, perusahaan menambahkan 53 rute penerbangan baru, memperkuat konektivitas udara dan mendorong sektor pariwisata. Bandara Internasional Lombok menjadi salah satu destinasi yang semakin terhubung dengan Jakarta melalui penerbangan TransNusa. New Policy juga mencakup perbaikan infrastruktur dan layanan untuk mendukung keberlanjutan operasional bandara di tengah tantangan global.