New Policy: Massa Aksi Belum Membubarkan Diri, Jalan MH Thamrin Masih Dipadati Demonstran
New Policy menjadi topik utama dalam aksi demonstrasi yang berlangsung di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (12/6). Protes yang dimulai pada pukul 14.30 WIB terus berjalan meski telah melewati batas waktu aksi, yaitu 18.00 WIB. Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas masih berkumpul di sekitar Bundaran HI dan belum meninggalkan lokasi, meskipun pihak keamanan terus mengimbau agar mereka pulang. New Policy yang dianggap menjadi penyebab utama ketidakpuasan massa, menyebabkan aksi tetap berlangsung hingga pukul 19.30 WIB dengan demonstran berada di jalur blokade.
Aparat Keamanan Masih Mengawasi, Tapi Keseriusan Demonstran Tak Terpengaruh
Menurut laporan Antara, Jumat (12/6), beberapa anggota TNI dan Polri masih berada di lokasi untuk memastikan jalannya aksi berjalan lancar. Meski sempat terjadi bentrokan, aksi tetap dianggap kondusif. New Policy yang diusung pemerintah menjadi sorotan utama, dengan mahasiswa berupaya menyampaikan tuntutan terkait kebijakan tersebut. Polisi memberikan kesempatan kepada massa hingga waktu yang ditentukan, sementara para peserta aksi tetap fokus pada keputusan mereka.
“Sampai dengan pukul 17.34 WIB, kami sudah melakukan pengecekan di Polres Metro Depok, jajaran Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya, dan Polres Metro Jakarta Pusat. Belum ada surat pemberitahuan yang kami terima terkait kegiatan penyampaian aspirasi hari ini,”
kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto. Meski New Policy dianggap sebagai pemicu utama aksi, pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka tetap memastikan proses aksi berjalan aman dan terkendali.
Hujan Deras dan Bentrokan: Aksi Berjalan Tanpa Gangguan
Bukan hanya hujan deras yang mengguyur, aksi juga diwarnai oleh ledakan dan lemparan petasan serta batu. Petugas membalas dengan tembakan gas air mata, namun kericuhan tidak mengganggu keseluruhan kegiatan. Massa tetap fokus menyampaikan tuntutan terkait New Policy yang dianggap mengubah keseimbangan kebijakan publik. Kehadiran demonstran disambut oleh mahasiswa yang masih bertahan di sekitar Gedung DPR/MPR, menunjukkan solidaritas terhadap tuntutan mereka.
Dalam rangka memastikan keamanan, New Policy juga diterapkan dalam koordinasi antara pihak kepolisian dan peserta aksi. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa aksi mahasiswa dijamin undang-undang, tetapi harus tidak merusak fasilitas umum. Aksi ini menunjukkan dampak sosial yang signifikan, dengan peserta berusaha menegaskan aspirasi mereka melalui New Policy sebagai wadah perubahan.
Penyesuaian Rute Akibat Blokade dan Kebijakan Transportasi
Dishub DKI Jakarta mengimbau warga menggunakan jalur alternatif jika akan melintasi kawasan Semanggi hingga Bundaran HI. Penyesuaian ini dilakukan karena adanya penutupan jalan dan kepadatan lalu lintas di titik strategis. New Policy tidak hanya memengaruhi kebijakan pemerintah tetapi juga menyebabkan perubahan pola lalu lintas di ibu kota. Sementara itu, pemerintah Kabupaten Bekasi membuka ruang kolaborasi untuk aktivis mahasiswa sebagai agen perubahan dalam pembangunan daerah.
Di sisi lain, BPOM dan Universitas Hasanuddin (Unhas) bekerja sama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keamanan pangan. New Policy dalam kemitraan ini mengarah pada penguatan edukasi konsumen melalui agen edukasi yang mencetak kesadaran lebih baik. Aktris Zaskia Adya Mecca turut hadir di Bundaran HI, membawa mobil ambulans serta menyediakan makanan dan minuman bagi peserta aksi, sebagai contoh dukungan publik terhadap kegiatan yang dipengaruhi New Policy.
Kapolda Minta Personel Sabar dan Terukur dalam Menghadapi New Policy
Komjen Pol Asep Edi Suheri, Kapolda Metro Jaya, meminta anggota tetap tenang dan tidak melakukan tindakan di luar prosedur. Setelah menyampaikan aspirasi melalui orasi, massa aksi mulai membubarkan diri sekitar pukul 18.00 WIB. New Policy yang menjadi bahan pembicaraan utama, sebagian besar peserta aksi menegaskan bahwa mereka akan kembali berkumpul setelah mengakses informasi lebih jelas. Mereka membentangkan spanduk yang berisi tuntutan kepada pemerintah sebagai hasil konsolidasi terakhir di Universitas Indonesia (UI), Depok, pada Rabu (10/6/2026).
Aksi ini menunjukkan bahwa New Policy bukan hanya sekadar kebijakan tetapi menjadi momentum untuk dialog antara pemerintah dan warga. Pihak keamanan menegaskan bahwa mereka telah mempersiapkan berbagai skenario untuk menangani kemungkinan ketegangan, namun masih terbuka untuk komunikasi dengan massa. New Policy yang diusung pemerintah menjadi isu yang terus menarik perhatian publik, dengan aksi di Jalan MH Thamrin sebagai bukti keseriusan peserta dalam menyampaikan aspirasi mereka.
Keseriusan Massa Aksi dalam Mengawal New Policy
Dalam menghadapi New Policy, massa aksi menunjukkan komitmen yang tinggi. Peserta demonstrasi bergerak dengan teratur, meski harus menghadapi hujan dan rintangan dari pihak keamanan. New Policy yang menjadi fokus utama, membawa perubahan dalam cara warga menyampaikan pendapat, dari sekadar orasi hingga menggunakan media sosial dan spanduk sebagai alat komunikasi. Para mahasiswa yang hadir menegaskan bahwa mereka ingin menjadi bagian dari proses perumusan New Policy, bukan hanya penerima dampak.
Massa aksi juga menggambarkan semangat nasionalis dan keadilan yang diharapkan dari New Policy. Tuntutan mereka menyangkut kebijakan pemerintah dan masalah sosial kesehariannya, menunjukkan bahwa New Policy harus diukur berdasarkan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Aksi ini menjadi refleksi dari keinginan warga untuk terlibat dalam pengambilan keputusan politik dan ekonomi, yang menjadi bagian dari New Policy yang diusung oleh pemerintah.