Uncategorized

Siasat Bos Hanania Travel Gaet Calon Jemaah Umrah – Tawarkan Paket dengan Fasilitas Wisata ke Sejumlah Negara

Siasat Bos Hanania Travel Gaet Calon Jemaah Umrah: Tawarkan Paket Wisata ke Negara-Negara Tertentu

Siasat Bos Hanania Travel Gaet Calon – Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional, atau Hanania Group, Ahmad Syah Farhan Rachman (ASFR), dikenal sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan yang menyebabkan penggelapan dana dari calon jemaah umrah. Ia ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal 486 KUHP, yang mengatur tindak pidana penipuan. Penyidik Polda Metro Jaya menyebut ASFR saat ini menjabat sebagai pemimpin perusahaan yang terlibat dalam skema ini. Siasat Bos Hanania Travel Gaet menjadi fokus utama dalam upaya menarik minat masyarakat untuk ikut serta dalam paket umrah yang diberi fasilitas tambahan wisata ke negara-negara tertentu.

“ASFR ditetapkan sebagai tersangka karena menggunakan uang jemaah umrah untuk kepentingan pribadi dan menutupi krisis keuangan perusahaan,” jelas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imannuddin, Selasa (2/6). Ia menambahkan bahwa penyidikan telah memperoleh cukup bukti untuk memastikan ASFR bertanggung jawab atas skema penipuan tersebut.

Kasus ini dimulai ketika Hanania Group menawarkan paket umrah melalui brosur dan akun Instagram. Harga paket beragam, mulai dari Rp29 juta hingga Rp46 juta, dengan pilihan fasilitas reguler, premium, VIP, serta tambahan wisata ke beberapa negara. Calon jemaah yang tertarik langsung menyetor uang pada Februari 2026 untuk jadwal keberangkatan Maret, April, Juni, dan Juli tahun yang sama. Namun, mereka yang dijadwalkan berangkat pada bulan Maret dan April 2026 belum menerima pemberangkatan meski sudah menunaikan pembayaran. Siasat Bos Hanania Travel Gaet terbongkar saat para korban meminta penjelasan dari manajemen.

Manajemen Hanania Group dikabarkan tidak mampu menjelaskan alur penggunaan dana yang sudah diterima. Siasat Bos Hanania Travel Gaet diduga dirancang untuk menutupi kekurangan keuangan perusahaan dan memperoleh keuntungan pribadi. “Para jemaah tidak bisa berangkat seperti yang dijanjikan, sehingga mereka merasa dirugikan,” tambah Iman Imannuddin. Penyidik terus mengumpulkan bukti, termasuk dokumen perjalanan dan paspor yang disita dari lokasi penyelidikan.

Penyelidikan Masih Berlangsung, Dugaan Penipuan Terus Diperkuat

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan 38 korban gagal berangkat dengan kerugian terverifikasi mencapai Rp4,2 miliar. Namun, dari laporan para pelapor, total kerugian diperkirakan mencapai Rp12,145 miliar. Penyidik juga mengantongi barang bukti seperti 301 visa dan 102 bundel paspor, yang digunakan untuk memperkuat dugaan penipuan. Siasat Bos Hanania Travel Gaet berpotensi memperbesar jumlah korban dalam waktu dekat, terutama ketika paket tambahan wisata ke negara-negara tertentu dianggap sebagai daya tarik utama.

Korban yang terkena imbas dugaan penipuan ini terus mengadukan perusahaan tersebut ke Polda Metro Jaya. Ratusan calon jemaah umrah melaporkan ASFR setelah merasa tidak menerima pelayanan yang dijanjikan. Siasat Bos Hanania Travel Gaet juga terbongkar saat pihak kepolisian memeriksa saksi-saksi dan menemukan indikasi kecurangan dalam sistem pembayaran serta pengelolaan keuangan perusahaan. “Proses penyelidikan sedang berjalan, dan kami berupaya menemukan seluruh alur dana,” kata Iman Imannuddin.

Kasus Hanania Travel menarik perhatian anggota DPR RI yang menginginkan penguasaan lebih ketat terhadap layanan umrah. Di sisi lain, serupa kasus penipuan terjadi di berbagai daerah, seperti laporan dari anggota DPRD Gorontalo dan pria berinisial D yang menipu warga Garut dan Tasikmalaya dengan modus umrah fiktif. Siasat Bos Hanania Travel Gaet dianggap

Leave a Comment