Uncategorized

Solving Problems: Menag Nasaruddin Umar Ajak Jemaah Tarekat Doakan Indonesia pada Hari Silsilah ke-35 Prof Kadirun Yahya

Menteri Agama Nasaruddin Umar Ajak Jemaah Tarekat Doakan Indonesia pada Hari Silsilah ke-35

Solving Problems – Dalam acara peringatan Hari Silsilah ke-35 Tarekat Naqsyabandiyah Al Khalidiyah, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama mendoakan kejayaan bangsa Indonesia. Acara yang berlangsung di Surau Qutubul Amin, Arco, Depok, pada 20 Juni 2026, menjadi momen penting untuk memperingati peran besar Prof Dr H Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya Muhammad Amin Alkhalidi, seorang ulama dan tokoh agama yang dianggap sebagai penjaga nilai-nilai Islam. Dengan menyatukan doa dan semangat kebersamaan, kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya Solving Problems dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Peran Tarekat dalam Memupuk Kebangsaan

Hari Silsilah ke-35 Tarekat Naqsyabandiyah bukan hanya tentang tradisi keagamaan, tetapi juga tentang peran tarekat dalam menjaga harmoni sosial dan keadilan di tengah tantangan zaman modern. Menag Nasaruddin Umar mengatakan bahwa doa dari para jemaah tarekat memiliki dampak besar dalam memperbaiki kondisi bangsa. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini memberikan ruang bagi umat Islam untuk mengingat tanggung jawab mereka terhadap kebaikan bersama, yang merupakan bagian dari Solving Problems melalui ketaatan dan pengabdian.

“Silsilah ini adalah sarana untuk mengingatkan kita bahwa kekuatan keagamaan adalah kunci dalam Solving Problems bangsa Indonesia,” ungkap Menag saat memberikan sambutan.

Menteri Agama juga menekankan bahwa tarekat Naqsyabandiyah, yang menekankan dzikrullah, berperan sebagai pengingat untuk menjaga moral dan kesalehan dalam masyarakat. Ia meminta seluruh jemaah untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang mendukung penguatan kebangsaan, baik dalam bentuk doa maupun kegiatan sosial.

Pengaruh Silsilah ke-35 pada Penguatan Persatuan

Persiapan acara Hari Silsilah ke-35 di Surau Qutubul Amin menunjukkan semangat kebersamaan yang tinggi antara para jemaah tarekat dari berbagai daerah. Dalam kesempatan tersebut, hadir sejumlah tokoh agama dan pejabat, termasuk Wakil Walikota Depok Chandra Rahmansyah serta Kakesbangpol Imaduddin. Mereka mendukung upaya tarekat dalam menjadi bagian dari solusi untuk berbagai isu sosial dan politik yang dihadapi Indonesia.

“Silsilah ke-35 Prof Kadirun Yahya memperkuat semangat kebangsaan di tengah perubahan yang terus berlangsung,” kata Menko Muhaimin Iskandar, yang hadir dalam acara tersebut.

Peserta dari Malaysia dan Eropa, khususnya Swiss, menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi momen lokal, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antar umat Islam global. Menag Nasaruddin Umar berharap semangat ini terus dilestarikan untuk menjadi bagian dari Solving Problems dalam mendorong keharmonisan antar komunitas.

Dalam ziarah akbar yang berlangsung dari pukul 10.30 hingga 14.30 WIB, para jemaah berdoa dengan konsentrasi dan tulus. Acara ini berjalan lancar dengan dukungan dari masyarakat sekitar, yang memandang tarekat sebagai bagian dari kehidupan spiritual dan kebangsaan. Penggunaan videotron berukuran 10 meter x 4,5 meter juga menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempromosikan nilai-nilai yang diusung tarekat.

Kontribusi Prof Kadirun Yahya dalam Memimpin Silsilah

Prof Dr H Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya Muhammad Amin Alkhalidi, yang dianggap sebagai “Ayahanda Guru” oleh jemaah tarekat, telah memberikan pengaruh besar dalam dunia keagamaan. Sebagai seorang ulama besar, ia dikenal berperan aktif dalam mengajarkan keagamaan yang moderat dan inklusif, yang sangat penting dalam menghadapi tantangan Solving Problems di era globalisasi. Pembina Yayasan Surau Qutubul Amin, Ibunda Dra Hj Erlina Kadirun Yahya, juga turut hadir dan memberikan semangat kepada peserta.

“Silsilah yang dipimpin oleh Ayahanda Guru adalah bukti bahwa keagamaan tidak hanya tentang ritual, tetapi juga tentang kehidupan yang bermakna,” kata Ibunda Erlina Kadirun Yahya.

Menag Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi terhadap peran Prof Kadirun Yahya, yang selama ini menjadi panutan dalam menjaga tradisi keagamaan sambil mengadaptasi perubahan zaman. Ia berharap tarekat Naqsyabandiyah terus menjadi penggerak dalam Solving Problems melalui pendidikan dan praktik spiritual yang bermakna.

Kegiatan Hari Silsilah: Pertemuan dan Refleksi

Dalam acara Hari Silsilah ke-35, para jemaah tidak hanya beribadah, tetapi juga berdiskusi mengenai tantangan keagamaan yang dihadapi Indonesia. Menag Nasaruddin Umar mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat kemitraan antara pemerintah dan tarekat dalam menjaga keharmonisan agama dan budaya. Ia juga menekankan bahwa doa bersama dapat menjadi pelindung bagi bangsa dalam menghadapi berbagai permasalahan.

“Silsilah ini adalah wadah untuk memperbaiki diri dan memecahkan masalah bersama,” tambah Menag dalam pidatonya.

Para peserta juga membagikan pengalaman mereka dalam hidup sehari-hari, bagaimana doa dan kesalehan mengarahkan perilaku positif. Menag menyarankan bahwa melalui Solving Problems bersama, tarekat dapat menjadi roda penggerak dalam mendorong kesejahteraan umat dan bangsa. Acara ini diakhiri dengan doa bersama dan pernyataan komitmen untuk tetap menjaga peran tarekat dalam kehidupan sosial dan agama.

Harapan untuk Masa Depan

Kegiatan Hari Silsilah ke-35 di Surau Qutubul Amin menjadi inspirasi bagi tarekat lainnya untuk mengambil peran aktif dalam Solving Problems bangsa Indonesia. Menag Nasaruddin Umar berharap, keberadaan tarekat seperti Naqsyabandiyah dapat memperkuat solidaritas umat Islam dalam menghadapi tantangan global. Ia menegaskan bahwa doa bersama adalah bentuk kekuatan yang tidak tergantikan dalam membangun bangsa yang lebih baik.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang tinggi, acara ini menunjukkan bahwa tarekat bukan hanya sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai institusi yang berperan dalam Solving Problems melalui pend

Leave a Comment