Uncategorized

Special Plan: BPS Gresik Kerahkan 1.095 Petugas untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Gresik

BPS Gresik Siapkan 1.095 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026

Special Plan – Dalam rangka memperkuat strategi pembangunan ekonomi, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gresik meluncurkan Special Plan yang mencakup 1.095 petugas lapangan untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Kegiatan pendataan ekonomi skala besar ini akan berlangsung selama 3 bulan, dari 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, dan melibatkan seluruh wilayah Kabupaten Gresik. Data yang dihasilkan diharapkan menjadi dasar kebijakan pembangunan ekonomi nasional serta daerah, termasuk dalam memperkirakan pertumbuhan ekonomi dan mengidentifikasi potensi sektor usaha yang ada.

Penyiapan Petugas dan Pelatihan Khusus

Special Plan BPS Gresik tidak hanya fokus pada jumlah petugas, tetapi juga kualitas pelatihan mereka. Kepala BPS Kabupaten Gresik, Indriya Purwaningsih, menjelaskan bahwa setiap petugas menjalani program pelatihan intensif selama 2 minggu sebelum tugas mereka dimulai. Pelatihan ini mencakup teknik pengumpulan data, penggunaan alat bantu digital, serta peningkatan kemampuan komunikasi untuk membangun kepercayaan dengan warga dan pengusaha. “Kualitas data yang dihasilkan sangat bergantung pada dedikasi dan profesionalisme petugas lapangan,” kata Indriya Purwaningsih, menegaskan bahwa Special Plan dirancang untuk meminimalkan kesalahan dan meningkatkan akurasi hasil.

Dalam Special Plan, BPS juga menyediakan logistik yang lengkap, termasuk alat pemetaan digital, formulir data terstandar, dan komunikasi antarpetugas melalui aplikasi berbasis cloud. Selain itu, setiap tim petugas dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk memudahkan pemeriksaan usaha di setiap desa dan kelurahan. “Ini adalah upaya untuk memastikan semua unit usaha nonpertanian, baik besar maupun kecil, terdata secara lengkap,” imbuhnya.

Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan Komunitas Lokal

Pelepasan petugas secara simbolis dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, yang memberikan rompi sensus kepada perwakilan petugas sebagai tanda dimulainya tahapan penting pengumpulan data. Dukungan pemerintah daerah menjadi elemen kunci dalam Special Plan ini, karena komitmen mereka memastikan koordinasi antara BPS dan instansi terkait. “Kami berharap kerja sama ini bisa mempercepat proses pendataan dan meningkatkan partisipasi masyarakat,” kata Achmad Washil.

Untuk memperkuat kesuksesan Special Plan, BPS juga menggandeng organisasi masyarakat dan badan usaha lokal. Mereka bertugas sebagai pengawas dan pengumpul informasi tambahan, seperti kondisi ekonomi di lingkungan sekitar usaha. “Keterlibatan komunitas lokal membantu kita memahami dinamika ekonomi secara lebih mendalam,” jelas Indriya Purwaningsih, menambahkan bahwa keseluruhan program dirancang untuk memperoleh data yang representatif dan relevan.

Manfaat Data Sensus bagi Pembangunan Daerah

Hasil sensus ekonomi akan digunakan untuk mengevaluasi kinerja sektor usaha nonpertanian, seperti perdagangan, jasa, dan industri kecil menengah (IKM) di Gresik. Dengan Special Plan, BPS berharap data yang lebih akurat bisa menjadi bahan acuan bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan pemberdayaan ekonomi. Misalnya, data akan membantu menentukan prioritas investasi atau program pemberdayaan UMKM yang lebih tepat sasaran.

“Dengan data yang valid, pemerintah dapat menghasilkan strategi yang efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan,” tambah Indriya Purwaningsih.

Kehadiran Sekretaris Daerah menunjukkan komitmen pemerintah Kabupaten Gresik terhadap keberhasilan Special Plan. Ribuan petugas akan tersebar di seluruh penjuru daerah, memastikan tidak ada unit usaha yang terlewat. Upaya ini diharapkan menjadi fondasi perencanaan pembangunan yang lebih terarah di Gresik dan wilayah lainnya.

Leave a Comment