Uncategorized
⚡ Anda membaca versi AMP yang dioptimalkan — Lihat versi lengkap →
Uncategorized

Special Plan: Gubernur NTB Dorong Strategi Pemasaran Kerajinan NTB, Angkat Nilai Seni

Charles Jones ⏱ 3 min read

Special Plan: Gubernur NTB Dorong Strategi Pemasaran Kerajinan NTB, Angkat Nilai Seni

Special Plan – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengungkapkan strategi pemasaran kerajinan lokal sebagai bagian dari inisiatif khusus untuk meningkatkan nilai seni dan mengubah persepsi pasar terhadap karya perajin. Ia menekankan bahwa perajin NTB tidak hanya menciptakan produk, tetapi juga seniman yang menekankan keakuratan dan keunikan dalam setiap karya. Dengan pendekatan ini, produk kerajinan bisa diposisikan sebagai karya seni kelas premium, bukan sekadar barang tangan. Pernyataan Iqbal disampaikan dalam acara Karya Kreatif NTB 2026 di Epicentrum Mall, Mataram, pada hari Jumat.

Pasaran Global dan Peran Seni

Dalam pidatonya, Iqbal menyampaikan bahwa pandangan masyarakat terhadap perajin sangat menentukan nilai produk yang dihasilkan. “Perajin lokal seringkali dilihat sebagai penghasil kerajinan biasa, padahal mereka adalah seniman yang memerlukan kesabaran dan keahlian khusus,” ujarnya. Ia menyoroti kecenderungan pasar yang cenderung memandang kerajinan berkualitas tinggi sebagai barang tangan, sehingga harganya terbatas. Contoh yang ia berikan adalah kerajinan dari negara-negara maju seperti Austria dan Swiss, yang mampu menarik minat pasar internasional karena ditempatkan sebagai karya seni dengan narasi unik.

“Mari melihat produk-produk perajin bukan sekadar kerajinan tangan, tetapi seni, karena butuh waktu sangat panjang untuk sampai ke sebuah hasil yang sempurna,” pungkas Iqbal.

Iqbal juga memberikan contoh konkret dengan menceritakan pengalamannya membeli kemeja tenun Muna Pa’a dari Kabupaten Dompu. Meskipun bahan baku kain tenun tersebut dihargai Rp400 ribu dan memakan waktu hingga sepekan untuk pembuatan, produk ini tetap dijual dengan harga sekitar Rp600 ribu. Namun, ia pernah membeli kain tenun tersebut tiga kali lipat dari harga awal karena kepuasan terhadap kualitas dan keunikan karyanya. “Begitu diterima, saya langsung melihat bahwa hasilnya luar biasa,” imbuhnya.

Transformasi Ekonomi Kreatif

Dorongan Iqbal menunjukkan upaya untuk mengangkat kerajinan NTB sebagai simbol identitas budaya yang memiliki daya saing global. Ia menekankan pentingnya mengintegrasikan cerita dan filosofi di balik produk, sehingga perajin tidak hanya dikenal karena keindahan fisiknya, tetapi juga karena nilai seni dan tradisi yang melatarinya. Strategi ini diharapkan dapat menciptakan kesejahteraan lebih baik bagi pelaku kreatif dan mendorong inovasi dalam industri kerajinan.

Pemerintah NTB, melalui strategi Special Plan, memperkuat peran ekonomi kreatif dalam mendukung perekonomian daerah. Iqbal menyebut bahwa kerajinan lokal tidak lagi dipandang remeh jika diposisikan sebagai karya seni yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dengan narasi yang kuat dan kualitas yang terjaga, produk-produk seperti kain tenun Muna Pa’a bisa menjangkau pasar internasional. Selain itu, ia menyoroti pentingnya sinergi antara pengembangan ekonomi kreatif dengan kelestarian lingkungan, terutama di wilayah seperti Lombok Utara.

Menurut Iqbal, keberhasilan strategi Special Plan bergantung pada transformasi mental masyarakat terhadap seni lokal. Ia menyebut bahwa kunci utama adalah mengubah persepsi bahwa kerajinan hanya untuk keperluan sehari-hari, tetapi bisa menjadi aset ekonomi dan budaya yang bernilai tinggi. “Dengan pendekatan ini, kita tidak hanya menjual produk, tetapi juga mengangkat nilai seni dan keterampilan perajin,” terangnya.

Special Plan ini juga mencakup langkah-langkah konkret seperti pelatihan bagi perajin, pemasaran digital, dan kolaborasi dengan pengusaha serta pelaku seni dari luar daerah. Ia menjelaskan bahwa keberlanjutan ekonomi kreatif tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga masyarakat, swasta, dan pihak ekspor. “Kerajinan NTB bisa menjadi bagian dari ekonomi kreatif nasional jika dikelola dengan strategi yang tepat,” tambah Iqbal. Upaya ini bertujuan untuk mendorong perajin lokal menjadi lebih berdaya saing dan mampu menembus pasar internasional.

Di samping itu, Iqbal menggarisbawahi bahwa Special Plan juga berfokus pada pengelolaan sumber daya lokal secara optimal. Ia menilai bahwa bahan baku yang digunakan oleh perajin harus dijaga kualitasnya dan dipasarkan dengan narasi yang menarik. Contoh yang ia sebutkan adalah kerajinan dari bahan lokal seperti serat alami atau bahan tradisional, yang jika diproses dengan baik, bisa menjadi produk premium. “Kerajinan NTB tidak hanya mengandalkan bahan, tetapi juga kreasi dan keahlian,” pungkasnya. Dengan pendekatan ini, produk tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Bagikan artikel ini