Special Plan: Pemkot Banjarmasin Alokasikan Dana Miliaran untuk Rehabilitasi Sekolah
Special Plan – Kota Banjarmasin meluncurkan Special Plan sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas dan ketersediaan fasilitas pendidikan. Dalam rencana ini, Pemerintah Kota mengalokasikan dana besar untuk pengawasan rehabilitasi sekolah, terutama pada bangunan SD dan SMP yang rusak akibat usia atau bencana alam. Tujuan utamanya adalah memastikan semua tahapan perbaikan berjalan efektif, menghasilkan sekolah yang layak digunakan sekaligus menjaga keandalan struktur jangka panjang.
Strategi Pengawasan Berkelanjutan dalam Special Plan
Dana miliaran rupiah yang dialokasikan merupakan bagian dari Special Plan yang dirancang untuk mendukung proyek perbaikan menyeluruh. Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin menegaskan bahwa anggaran ini akan digunakan untuk memantau secara ketat setiap fase konstruksi, mulai dari desain hingga pemasangan akhir. Hal ini bertujuan menghindari kesalahan teknis dan memastikan proyek sesuai standar kualitas nasional.
“Pengawasan yang intensif adalah kunci sukses dalam Special Plan ini,” terang Ryan Utama, kepala dinas pendidikan setempat. “Kita ingin membangun sekolah yang tidak hanya layak pakai saat ini, tetapi juga tahan terhadap tantangan masa depan, seperti perubahan iklim atau peningkatan beban penggunaan.”
Prioritas dan Distribusi Dana dalam Program Special Plan
Sejumlah sekolah menjadi fokus utama dalam Special Plan ini. SD Negeri Pelambuan 4 dan SD Negeri Kelayan Barat 2 mendapat dana sekitar Rp698 juta untuk jasa pengawasan, sementara SD Negeri Pengambangan 8 juga termasuk dalam program prioritas. Selain itu, dana sebesar Rp780 juta dialokasikan untuk proyek pengawasan pembangunan SMP Negeri 35 dan SMP Negeri 26, menunjukkan penekanan pada seluruh jenjang pendidikan.
Penyediaan dana juga mencakup proyek spesifik, seperti ruang kelas baru di SD Negeri Sungai Miai 5 dengan anggaran Rp170 juta, serta proyek pengerasan halaman sekolah yang mendapat Rp122 juta untuk empat SD lainnya. Ryan Utama menjelaskan bahwa dana ini diperuntukkan untuk memperbaiki berbagai aspek, mulai dari keandalan struktur hingga fasilitas pendukung seperti sanitasi dan aksesibilitas.
Dalam Special Plan ini, Pemkot Banjarmasin menekankan pendekatan bertahap. Sekolah yang paling membutuhkan akan diperbaiki terlebih dahulu, memprioritaskan kebutuhan warga sekaligus memastikan hasil yang maksimal. Langkah ini bertujuan memperkuat sistem pendidikan kota dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta sesuai dengan standar modern.
Terlebih dalam kondisi banjir yang sering terjadi di wilayah Banjarmasin, rehabilitasi sekolah menjadi lebih urgent. Pemkot mengakui bahwa banyak bangunan pendidikan mengalami kerusakan akibat genangan air, sehingga dana untuk pengawasan menjadi sangat penting. Ryan Utama menambahkan bahwa Special Plan ini akan terus diperluas, termasuk untuk sekolah di area yang rawan bencana, agar setiap anak memiliki akses pendidikan yang layak.
Kebijakan Special Plan juga mencakup evaluasi berkala terhadap progres perbaikan. Setiap semester, Pemkot akan melakukan audit untuk memastikan penggunaan dana efisien dan sesuai target. Ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, sejalan dengan visi kota sebagai pusat pendidikan berkualitas tinggi di Kalimantan Selatan.