Special Plan: Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Baru Ditunjuk Prabowo Gantikan Dadan Hindayana
Special Plan – Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan pemberlakuan Special Plan dalam reorganisasi Badan Gizi Nasional (BGN) pada sidang kabinet di Jakarta, Selasa (2/6). Dalam keputusan tersebut, Nanik Sudaryati Deyang ditunjuk sebagai kepala BGN baru, menggantikan Dadan Hindayana. Seiring dengan itu, dua posisi wakil kepala BGN juga diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono, menggantikan Lodewyk Pusung serta Sony Sanjaya. Pergantian ini bertujuan memperkuat struktur pemerintahan dalam implementasi Special Plan yang bertujuan meningkatkan kualitas program Makan Bergizi Gratis.
Penjelasan lebih lanjut tentang keputusan ini diberikan oleh Muhammad Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), dan Prasetyo Hadi, Mensesneg. “Special Plan ini dirancang untuk menjamin efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan dana MBG,” kata Prasetyo, sebagaimana dilaporkan dari YouTube Sekretariat Presiden. Pemerintah memandang bahwa kehadiran Nanik S Deyang, yang memiliki pengalaman luas di bidang komunikasi publik, akan mempercepat koordinasi antarlembaga dalam Special Plan. Dadan Hindayana, meski ditarik dari jabatan kepala BGN, tetap diberikan penghargaan atas kontribusinya dalam program MBG selama periode sebelumnya.
Nanik S Deyang: Latar Belakang dan Kontribusi dalam Komunikasi Publik
Nanik Sudaryati Deyang, yang baru saja diberikan kepercayaan sebagai kepala BGN, memiliki karier yang kaya dalam dunia media dan pemerintahan. Sejak 1968, ia aktif di dunia jurnalistik, menjabat sebagai pemimpin umum dan direktur utama di beberapa media nasional, termasuk Tabloid Bangkit yang merupakan bagian dari kelompok media Kompas Gramedia. Keahliannya dalam komunikasi publik dan pemberdayaan masyarakat menjadi alasan utama Prabowo memilihnya untuk mengarahkan Special Plan.
Dalam posisi sebelumnya, Nanik menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, di mana ia sudah terlibat dalam pengawasan pelaksanaan MBG. Keahlian ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antardepartemen dalam Special Plan. Selain itu, ia juga dikenal sebagai anggota aktif dalam Badan Kemenangan Nasional Koalisi Adil Makmur, yang memainkan peran penting dalam kampanye pemilu 2019. Kombinasi pengalaman di media dan pemerintahan membuat Nanik menjadi sosok strategis dalam memimpin Special Plan ini.
Perubahan Struktur BGN dan Implementasi Special Plan
Pergantian tiga pimpinan BGN menandai penyempurnaan struktur kerja dalam rangka menunjang keberhasilan Special Plan. Surat Keputusan Presiden yang berlaku sejak 9 Oktober 2025 menyatakan bahwa Nanik S Deyang akan menjadi kepala BGN, sementara Agustina Arumsari dan Mayjen Trenggono diberikan posisi wakil. Keputusan ini diambil setelah evaluasi kinerja BGN selama masa pemerintahan sebelumnya, dengan fokus pada peningkatan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan dana MBG.
Special Plan mencakup beberapa inisiatif kunci, termasuk pengoptimalan distribusi makanan bergizi, penguatan sistem monitoring, dan kolaborasi dengan berbagai sektor untuk mencapai target pemberdayaan masyarakat. Dadan Hindayana, yang telah menjabat kepala BGN selama beberapa waktu, menjadi penentu penting dalam pembentukan Special Plan melalui pengembalian dana MBG senilai Rp70 triliun. Meski demikian, Prabowo mengapresiasi dedikasinya dan menyatakan bahwa perubahan ini adalah bagian dari komitmen untuk memastikan keberlanjutan program.
“Special Plan akan menjadi arah baru dalam peningkatan kualitas pemberdayaan masyarakat melalui MBG,” ujar Nanik S Deyang.
Strategi Pemimpin Baru dalam Special Plan
Dengan menggantikan Dadan Hindayana, Nanik S Deyang diharapkan mampu meneruskan misi Special Plan secara lebih efektif. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi tantangan utama seperti kekurangan tenaga ahli gizi dan keterbatasan akses makanan bergizi di daerah-daerah tertinggal. “Kita harus membangun ekosistem yang lebih kuat, baik dari sisi teknis maupun partisipasi masyarakat, untuk menjamin keberhasilan Special Plan,” tambahnya.
Pembentukan tim koordinasi baru dalam Special Plan juga menjadi langkah penting untuk mempercepat pelaksanaan program. Dadan Hindayana diberikan tugas sebagai anggota tim koordinasi MBG, di mana ia akan tetap memberikan masukan strategis. Nanik optimis bahwa perubahan ini akan menghasilkan peningkatan signifikan dalam kinerja BGN. “Dengan pengalaman yang saya miliki, saya yakin Special Plan ini akan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat,” kata Nanik dalam wawancara khusus.
Special Plan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat terutama di daerah terpencil. Nanik S Deyang menegaskan bahwa keberhasilan program bergantung pada komitmen semua pihak. “Kita harus menyeimbangkan antara kebijakan yang berkelanjutan dan kebutuhan masyarakat yang aktual,” jelasnya. Dengan struktur yang lebih kuat dan kepemimpinan baru, BGN diharapkan menjadi pusat pengelolaan MBG yang lebih profesional dan transparan.