Uncategorized

Topics Covered: Wamendagri Bima Arya Ajak Mahasiswa Jadi Aktivis Berdaya Saing Global dan Nasionalis

Wamendagri Bima Arya Ajak Mahasiswa Jadi Aktivis Berdaya Saing Global dan Nasionalis

Topics Covered – Rabu (15/6/2026), Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengisi acara Seminar Nasional “Geopolitik Global dan Tantangan Generasi Muda Indonesia” yang diselenggarakan dalam rangkaian Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Banten, Pandeglang. Dalam seminar tersebut, Bima menyampaikan pesan penting bagi mahasiswa yang ingin menjadi aktivis mumpuni dalam dunia yang semakin dinamis. Ia menekankan bahwa pemuda harus menguasai kemampuan global dan tetap menjaga semangat nasionalisme sebagai kunci untuk bersaing di tingkat internasional sekaligus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Memupuk Karakter yang Tangguh dalam Era Perubahan

Bima Arya menekankan bahwa generasi muda harus memiliki mental aktivis yang tangguh, kesadaran akan dinamika global, dan komitmen terhadap identitas nasional. “Topics Covered mencakup bagaimana mahasiswa bisa menggabungkan pengetahuan ilmu pengetahuan dengan kepekaan terhadap isu lokal,” jelasnya. Menurutnya, keahlian teknis dan keterampilan berpikir kritis adalah aset penting, tetapi diiringi semangat kebangsaan akan membuat mereka lebih siap menghadapi tantangan multidimensi.

“Pemimpin masa depan harus mampu beradaptasi dengan perubahan global, namun tetap memegang nilai-nilai nasionalisme yang menjadi akar peradaban bangsa,” ujar Bima Arya.

Kegiatan seminar ini bertujuan mengasah kapasitas mahasiswa sebagai pelaku perubahan. Bima menyoroti peran forum diskusi dalam membentuk pemikiran kritis dan mendorong kolaborasi antar generasi. Ia juga menyebut bahwa kemajuan Indonesia tidak hanya bergantung pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada kemampuan individu dalam merespons isu sosial, politik, dan lingkungan secara holistik.

Membangun Generasi Kosmopolitan dengan Akar Lokal Kuat

Dalam penjelasan Topics Covered, Bima mengajukan konsep tentang generasi kosmopolitan yang seimbang. Konsep ini, kata dia, berasal dari sosiolog Anthony Giddens, yang menekankan kemampuan menggabungkan identitas lokal, nasional, dan global. “Topics Covered ini membantu mahasiswa memahami bahwa adaptasi terhadap pergeseran lingkungan tidak harus mengorbankan kebangsaan,” tambahnya. Ia mencontohkan negara-negara maju yang sukses karena menggabungkan inovasi global dengan kekuatan karakter lokal.

Bima juga merekomendasikan beberapa karya bacaan untuk memperkaya wawasan mahasiswa. Buku The Great Wave: The Era of Radical Disruption and the Rise of the Outsider oleh Michiko Kakutani, misalnya, dianggapnya relevan dalam menggambarkan perubahan dunia yang tidak terduga. Dengan memahami konsep-konsep seperti ini, mahasiswa diharapkan bisa menjadi aktor utama dalam menghadapi tantangan dan membangun solusi yang berkelanjutan.

Peran Aktivis dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Topics Covered yang diungkapkan Bima Arya menekankan bahwa aktivis muda harus menjadi pilar dalam mengakselerasi visi Indonesia Emas 2045. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi antar generasi muda, akademisi, dan pemangku kebijakan untuk menciptakan perubahan. “Mahasiswa yang menjadi aktivis berdaya saing global dan nasionalis akan menjadi agen transformasi yang mampu membangun masyarakat tangguh,” katanya.

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) KAMMI Ahmad Jundi Khalifatullah mengapresiasi pesan Bima Arya. “Topics Covered ini memberikan panduan praktis bagaimana mahasiswa bisa berkontribusi secara nyata di tingkat nasional dan global,” tambah Jundi. Seminar nasional ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pemikir yang memberikan wawasan terkait kepemimpinan generasi muda di tengah kondisi bonus demografi Indonesia.

Kemampuan Berpikir Terbuka sebagai Aspek Penting

Bima Arya menekankan bahwa kepekaan terhadap perbedaan dan kemampuan berpikir terbuka adalah bagian dari Topics Covered yang dibahas dalam seminar. Ia menilai, pemimpin yang kuat adalah sosok yang tidak hanya memiliki keahlian teknis, tetapi juga mampu berinteraksi dengan beragam latar belakang dan keyakinan. “Kemampuan ini akan memperkuat kapasitas mahasiswa untuk menjadi aktivis yang mampu merespons isu-isu yang kompleks,” jelasnya.

Dalam rangkaian Topics Covered ini, Bima juga memaparkan tantangan utama yang dihadapi generasi muda. Tantangan seperti ketidaksetaraan, perubahan iklim, dan ketegangan geopolitik membutuhkan respons yang cepat dan strategis. Ia menegaskan bahwa mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi, bukan hanya penonton atau korban perubahan.

Komitmen terhadap Kebangsaan dalam Adaptasi Global

Topics Covered yang diangkat dalam seminar menekankan bahwa adaptasi terhadap dunia global tidak serta merta mengorbankan kebangsaan. Bima Arya menjelaskan bahwa kekuatan nasionalisme adalah aset yang tidak bisa digantikan, terutama dalam menghadapi isu-isu yang mengancam identitas bangsa. “Indonesia saat ini berada di titik bonus demografi, jadi kita harus memanfaatkan peluang ini dengan baik,” katanya.

Menurut Bima, kepemimpinan yang tangguh adalah hasil dari konsistensi dalam menjaga nilai-nilai nasionalisme sambil terus belajar dan beradaptasi dengan lingkungan global. “Mahasiswa yang mampu menggabungkan dua aspek ini akan menjadi bagian dari solusi bangsa yang mencakup pembangunan berkelanjutan dan peradaban yang kuat,” pungkasnya. Seminar ini diharapkan menjadi pemicu bagi mahasiswa untuk lebih aktif dalam berpartisipasi pada berbagai isu nasional dan internasional.

Leave a Comment