Uncategorized

What Happened During: Viking Keroyok Bobotoh saat Pawai Persib, Polisi Cari Pelaku

What Happened During Viking Keroyok Bobotoh di Pawai Persib, Polisi Investigasi

What Happened During sebuah insiden pengeroyokan yang terjadi di tengah acara pawai Persib Bandung, di Jalan Merdeka, Kota Bandung, menimbulkan kecaman dan penertiban dari pihak kepolisian. Kejadian tersebut menimpa seorang korban yang mengendarai sepeda motor, dan pelaku berpakaian seragam Persib langsung menyerang dengan pukulan. Aksi ini memicu reaksi cepat dari polisi yang sedang berupaya mengungkap identitas pelaku. Insiden tersebut cepat menyebar melalui media sosial, menimbulkan kontroversi dalam komunitas suporter.

Kemenangan Persib dan Ketegangan di Pawai

What Happened During pawai yang seharusnya menjadi pesta kebersamaan suporter, terjadi kericuhan saat anggota Viking Frontline dan United Colors of Bobotoh saling melampiaskan emosi. Menurut AKP Nurindah, Kasi Humas Polrestabes Bandung, korban telah melaporkan insiden tersebut ke polisi. “Sudah dibuat laporan polisi,” ujar Nurindah saat diwawancarai pada Jumat (29/5). Meski sempat dilerai, aksi penganiayaan berlanjut hingga korban terjatuh. Polisi sedang menyelidiki motif pengeroyokan tersebut, yang hingga kini belum terungkap secara jelas.

Respons Viking Persib Club

“Dari hasil penelusuran, terduga pelaku adalah anggota yang berasal dari distrik Viking Frontline dan United Colors of Bobotoh,” tulis keterangan dalam unggahan akun Instagram @officialvpc.

Viking Persib Club menegaskan bahwa aksi pengeroyokan dilakukan oleh anggotanya sendiri. Organisasi ini mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap aturan organisasi. “Perbuatan para pelaku tidak mencerminkan sikap yang seharusnya dijaga oleh organisasi yang merayakan kemenangan secara tertib,” tambah mereka. Selain itu, pelaku dikenai sanksi pencabutan kartu anggota karena dinilai melanggar aturan. Mereka juga diminta memohon maaf langsung kepada keluarga korban. Viking Persib Club menyatakan tidak akan memberikan dukungan hukum atau intervensi dalam penyelidikan.

Kemenangan Persib dan Pesta Bobotoh

Sementara itu, sejumlah Bobotoh di Karawang menggelar perayaan besar setelah Persib Bandung mengunci gelar juara BRI Super League 2025/2026. Kericuhan sempat terjadi pada Sabtu (24/5) di Stadion GBLA, saat laga kontra Persis Solo. Bobotoh tiba-tiba turun ke lapangan, menyerbu steward dan petugas pengamanan stadion. Polres Bandung menangkap pelaku kerusuhan tersebut. Kemenangan Persib diperoleh setelah pertandingan dramatis melawan Port FC, klub Thailand, dalam ACL 2.

What Happened During pawai Persib di Bandung menunjukkan ketegangan antar suporter yang berkembang menjadi bentrok. Kondisi tersebut menimbulkan sorotan publik, karena kejadian pengeroyokan menjadi momen penting dalam perayaan suporter. Media sosial belakangan dihebohkan oleh perseteruan antara akun mahasiswa ITBFess dan Bobotoh, dengan ratusan ribu pendukung menghiasi jembatan Pasupati sebagai bukti antusiasme.

Polisi mengimbau para suporter untuk tetap tenang dan menghormati aturan. Pihak kepolisian juga menekankan bahwa mereka akan terus mengejar pelaku insiden pengeroyokan. Sebagai langkah pencegahan, Viking Persib Club memastikan tidak akan memberikan perlindungan hukum kepada anggotanya yang terlibat dalam kejadian tersebut. Kehadiran polisi di pawai menunjukkan upaya mengendalikan situasi dan mencegah penyebaran konflik.

Di sisi lain, sebuah penemuan arkeologi di Swedia membuka kisah sejarah hubungan perdagangan antara bangsa Viking dan dunia Islam pada abad ke-9. Cincin kuno yang ditemukan memiliki usia hingga 5.000 tahun, serta merupakan bagian dari struktur bangunan kayu terbesar dari masa Viking. Erwan mengimbau aparat kepolisian untuk menangani kasus jika terdapat unsur pidana. Penemuan tersebut menunjukkan bahwa Viking bukan hanya terkenal sebagai penjelajah dan perang, tetapi juga sebagai aktor penting dalam perdagangan internasional.

Leave a Comment