Latest Program: Penyaluran Bantuan Pangan di Rejang Lebong Capai 30 Persen, Bulog Targetkan Selesai Mei
Latest Program – Dalam rangka mendukung kebutuhan pangan masyarakat, Perum Bulog Cabang Rejang Lebong melaporkan bahwa program penyaluran bantuan pangan telah mencapai 30,22 persen dari target. Jumlah ini tercatat sebagai progres awal dari upaya memastikan distribusi bantuan selesai tepat waktu pada akhir bulan Mei 2026. “Latest Program ini dirancang untuk mengurangi tekanan inflasi dan meningkatkan ketersediaan bahan pokok bagi keluarga penerima,” jelas Musalim Yudha, Kepala Perum Bulog Cabang Rejang Lebong.
Tujuan dan Sasaran Program Bantuan Pangan
Bantuan pangan yang disalurkan melalui Latest Program ini memiliki tujuan utama mempercepat akses masyarakat terhadap beras dan minyak goreng, dua kebutuhan pokok yang sering mengalami kenaikan harga. Sasaran utama adalah 72.659 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu, yaitu Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong. Setiap keluarga mendapatkan 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng, dengan target total sebanyak 1.453.180 kg beras serta 290.636 liter minyak goreng.
Program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. “Distribusi bantuan tidak hanya menjadi tanggung jawab Bulog, tetapi juga dilakukan secara sinergis dengan pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan,” tambah Musalim Yudha. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada koordinasi yang efektif dan kesigapan logistik di setiap wilayah.
“Kita akan terus memantau dan mempercepat distribusi di Rejang Lebong agar target akhir Mei tercapai,” ujar Musalim Yudha. Ia menjelaskan bahwa meski progres penyaluran di Rejang Lebong baru mencapai 1,01 persen, pihaknya sedang mengoptimalkan jaringan distribusi untuk mempercepat distribusi kepada KPM.
Perbandingan Capaian Wilayah dan Tantangan
Kabupaten Kepahiang menjadi wilayah dengan capaian tertinggi, mencapai 100 persen penyaluran bantuan. Sementara Rejang Lebong dan Lebong masih berada di bawah target. Musalim Yudha menyebutkan bahwa perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan kondisi logistik, seperti jarak dari gudang penyimpanan dan kondisi akses jalan. “Di Rejang Lebong, distribusi baru dimulai 29 April 2026, sehingga masih butuh waktu untuk menyelesaikan seluruh penerimaan,” tambahnya.
Dalam mengatasi tantangan tersebut, Bulog tengah mempercepat pengiriman bantuan ke wilayah yang tertinggal. Musalim Yudha juga mengungkapkan bahwa selain menyelesaikan distribusi di Rejang Lebong, pihaknya fokus pada penyelesaian di Lebong, yang saat ini hanya mencapai 19,54 persen dari target. “Kita sudah memperbaiki sistem distribusi, termasuk menambah titik penyaluran dan memastikan stok barang terjaga,” jelasnya.
Kebutuhan masyarakat yang terdampak inflasi juga menjadi fokus utama program ini. Dengan bantuan pangan, kebutuhan pokok masyarakat diperkirakan akan terpenuhi, terutama bagi keluarga yang kurang mampu. “Target selesai akhir Mei adalah upaya untuk memastikan tidak ada KPM yang terlewat,” kata Musalim Yudha. Ia menambahkan bahwa seluruh proses distribusi diawasi secara ketat untuk mencegah penyaluran yang tidak tepat sasaran.
Perkembangan Penyaluran di Wilayah Lain
Program Latest Program ini tidak hanya fokus di Rejang Lebong, tetapi juga di seluruh Indonesia. Di daerah lain seperti Sumatera Utara (Sumut) dan Tulungagung, distribusi bantuan juga sedang diakselerasi untuk memastikan semua KPM mendapatkan manfaat. “Kita telah menyelesaikan 75 persen distribusi di Sumut, sementara di Tulungagung, capaian mencapai 82 persen,” terang Musalim Yudha. Ia menegaskan bahwa Bulog berkomitmen untuk menjangkau 33,2 juta KPM secara nasional.
Dalam menyelesaikan target akhir Mei, Bulog juga mengalokasikan dana dan sumber daya yang cukup. “Kita telah menyiapkan armada truk, personel, dan jadwal pengiriman yang terstruktur agar tidak ada penundaan,” kata Musalim Yudha. Ia menyebutkan bahwa pengawasan dilakukan secara berkala, termasuk melalui laporan harian dan pengawasan lapangan. “Dengan langkah-langkah ini, kita yakin target akan tercapai,” pungkasnya.
Kebutuhan pangan yang segera terpenuhi akan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Bantuan ini tidak hanya mengurangi beban biaya kebutuhan pokok, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah. Musalim Yudha berharap dengan Latest Program ini, kebutuhan pangan terutama beras dan minyak goreng dapat tercukupi hingga akhir periode penyaluran. “Kita akan terus berusaha, karena kebutuhan rakyat adalah prioritas utama,” tutupnya.