Internasional

Kapal Kelebihan Muatan, 139 Migran Mau ke Yaman Tewas Tenggelam di Djibouti

ilustrasi-kapal-tenggelam-1766979021733_169
Foto : Mary Smith - beritanew.com
Daftar Isi
  1. Tragedi Kapal Kelebihan Muatan 139 Migran Tewas di Djibouti
  2. Risiko Migrasi di Selat Bab al-Mandeb
  3. FAQ
  4. Related Reading

Tragedi Kapal Kelebihan Muatan 139 Migran Tewas di Djibouti

Beritanew.com – Kapal Kelebihan Muatan 139 Migran menjadi sorotan setelah sebuah perahu yang membawa ratusan orang karam di perairan Djibouti. Kapal tersebut berlayar menuju Yaman melalui jalur laut berbahaya di dekat Kota Obock. Sedikitnya 139 migran, termasuk 15 anak-anak, dilaporkan meninggal dunia, sementara 84 orang lainnya masih hilang.

Insiden ini melibatkan total 305 penumpang yang sebagian besar merupakan warga Ethiopia. Mereka menempuh perjalanan melalui Selat Bab al-Mandeb dengan harapan tiba di Yaman dan kemudian melanjutkan perjalanan untuk mencari peluang ekonomi di negara-negara Teluk.

Kapal Mulai Tenggelam dari Bagian Belakang

Organisasi Internasional untuk Migrasi PBB atau IOM menyatakan kecelakaan tersebut berkaitan dengan kondisi kapal yang kelebihan muatan. Berdasarkan kesaksian penyintas, masalah sudah muncul tidak lama setelah seluruh penumpang naik ke atas kapal.

“Para penyintas mengatakan kepada saya bahwa kapal mulai tenggelam dari bagian belakang segera setelah mereka menaikinya,” ujar Alexandre Coissac, kepala misi IOM di Djibouti.

Jumlah penumpang yang terlalu banyak dapat membuat kapal sulit menjaga keseimbangan, terutama jika perahu memiliki kapasitas terbatas. Dalam perjalanan laut seperti ini, penumpang juga menghadapi ruang gerak sempit, kondisi keselamatan minim, serta keterbatasan akses terhadap pertolongan darurat.

Kasus Kapal Kelebihan Muatan 139 Migran ini sempat dilaporkan dengan angka korban berbeda. IOM awalnya mencatat 109 orang tewas dan 116 lainnya hilang. Setelah lebih banyak jenazah ditemukan, jumlah korban meninggal diperbarui menjadi 139 orang, sedangkan 84 penumpang belum ditemukan.

IOM dan Otoritas Djibouti Beri Bantuan

Tim IOM telah dikerahkan ke lokasi bersama otoritas Djibouti untuk membantu para penyintas. Penanganan di lapangan mencakup kebutuhan mendesak bagi mereka yang selamat, sekaligus upaya pencarian terhadap puluhan penumpang yang masih belum diketahui keberadaannya.

“Ini adalah hilangnya nyawa yang sangat memilukan,” kata Coissac.

Ia menyampaikan simpati kepada keluarga korban serta kerabat para migran yang masih menanti kabar. Menurutnya, tragedi tersebut memperlihatkan risiko besar yang harus dihadapi orang-orang yang melakukan perjalanan migrasi melalui rute laut tidak aman.

“Doa kami menyertai para penyintas dan keluarga yang telah kehilangan orang-orang terkasih atau yang masih belum mendapat kabar mengenai kerabat mereka,” tambah Coissac.

Risiko Migrasi di Selat Bab al-Mandeb

Selat Bab al-Mandeb menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden. Jalur ini penting bagi pelayaran internasional, tetapi juga digunakan oleh migran dari Tanduk Afrika yang ingin mencapai Yaman. Bagi banyak orang, perjalanan tersebut menjadi langkah awal untuk mengejar pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik.

Namun, rute itu menyimpan ancaman serius. Migran kerap melakukan perjalanan menggunakan kapal kecil dengan perlengkapan keselamatan terbatas. Ketika kapasitas kapal tidak sebanding dengan jumlah penumpang, risiko kapal terbalik atau tenggelam semakin tinggi.

“Tragedi ini merupakan pengingat nyata akan bahaya yang dihadapi para migran di sepanjang koridor migrasi ini saat mereka mencari peluang ekonomi,” ujar Coissac.

Salah seorang penyintas yang ditemui Coissac berasal dari Tigray, wilayah di Ethiopia utara. Wilayah tersebut kembali mengalami peningkatan kekerasan ketika kelompok pemberontak bertempur melawan pemerintah federal. Situasi seperti konflik dan tekanan ekonomi dapat mendorong warga memilih jalur migrasi berisiko tinggi.

Tragedi Kapal Kelebihan Muatan 139 Migran di Djibouti meninggalkan duka mendalam bagi penyintas, keluarga korban, dan komunitas asal mereka. Saat pencarian terhadap 84 orang yang hilang masih berlangsung, peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya keselamatan dalam perjalanan laut yang ditempuh para migran.

FAQ

Berapa jumlah korban kapal tenggelam di Djibouti?

Sedikitnya 139 orang meninggal dunia, termasuk 15 anak-anak. Sebanyak 84 penumpang lainnya masih dilaporkan hilang.

Ke mana tujuan kapal para migran tersebut?

Kapal itu menuju Yaman. Mayoritas penumpangnya merupakan warga Ethiopia yang berharap dapat melanjutkan perjalanan untuk mencari peluang ekonomi di negara-negara Teluk.

Apa penyebab kapal karam?

IOM menyebut kapal mengalami kelebihan muatan. Para penyintas mengatakan bagian belakang kapal mulai tenggelam segera setelah seluruh penumpang naik.

Leave a Comment