Berita

Antisipasi Banjir, DPRD Serang Harap Normalisasi Sungai Tonjong Dikebut

petugas-normalisasi-sungai-tonjong-di-kramatwatu-serang-untuk-antisipasi-banjir-dokistimewa-1793388460092_169
Foto : Charles Jones - beritanew.com
Daftar Isi
  1. Normalisasi Sungai Tonjong Didorong Tuntas Sebelum Musim Hujan
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Normalisasi Sungai Tonjong Didorong Tuntas Sebelum Musim Hujan

Beritanew.com – Upaya mengurangi ancaman banjir di Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, terus dilakukan melalui normalisasi Sungai Tonjong. Pengerjaan yang telah berlangsung sejak November 2025 itu diharapkan dapat dipercepat agar kesiapan wilayah menghadapi musim hujan semakin baik, terutama bagi warga Desa Tonjong dan kawasan sekitarnya.

Aliran Sungai Tonjong selama ini menjadi salah satu titik perhatian karena kondisi sungainya mengalami pendangkalan serta penyempitan di beberapa bagian. Situasi tersebut dapat membatasi kemampuan sungai menampung dan mengalirkan air ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Ketika kapasitas aliran tidak memadai, air berisiko meluap ke lingkungan permukiman dan area di sekitarnya.

Panjang Pengerjaan Hampir Empat Kilometer

Hingga saat ini, bagian sungai yang telah ditangani mencapai hampir empat kilometer. Lebar area normalisasi tidak sepenuhnya sama karena menyesuaikan kondisi Sungai Tonjong pada setiap titik pengerjaan. Penataan alur sungai ini diarahkan untuk membuat arus air bergerak lebih lancar dan mengurangi hambatan yang muncul akibat sedimentasi maupun penyempitan badan sungai.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Serang, Maksum, telah meninjau langsung pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Ia meminta proses normalisasi berjalan tanpa hambatan dan mampu diselesaikan sebelum curah hujan meningkat.

“Pengerjaan normalisasi mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya berupa bantuan alat berat ekskavator dari PT Wilmar. Dukungan juga datang dari kalangan pengusaha, pemerintah, serta anggota dewan,” ujar Maksum, dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).

Keterlibatan sejumlah pihak dinilai penting karena normalisasi sungai membutuhkan pekerjaan fisik yang tidak ringan. Penggunaan ekskavator membantu proses pengerukan dan penataan material di alur sungai. Dukungan dari pemerintah, pelaku usaha, serta unsur legislatif juga memperkuat harapan agar pekerjaan dapat berlangsung secara optimal hingga target penanganan tercapai.

Menjawab Kekhawatiran Warga Kramatwatu

Bagi masyarakat di sekitar Sungai Tonjong, kelancaran normalisasi memiliki arti langsung dalam upaya mengurangi kekhawatiran terhadap banjir. Desa Tonjong menjadi salah satu wilayah yang kerap terdampak ketika aliran sungai tidak mampu mengalirkan debit air secara baik. Perbaikan kondisi sungai diharapkan memberi ruang lebih besar bagi air untuk mengalir, terutama saat hujan lebat terjadi dalam waktu bersamaan.

“Sungai Tonjong kerap menjadi pemicu banjir di Kecamatan Kramatwatu, khususnya Desa Tonjong, karena kondisinya mengalami pendangkalan dan penyempitan,” ujar Maksum.

Normalisasi pada dasarnya merupakan langkah penataan kembali fungsi aliran sungai. Pengerukan sedimen dan pembenahan bagian yang menyempit dilakukan agar jalur air tidak mudah tersendat. Meski demikian, manfaat pekerjaan tersebut akan sangat ditentukan oleh kelancaran pelaksanaan di lapangan serta keberlanjutan pemeliharaan kondisi sungai setelah normalisasi selesai.

Percepatan pekerjaan menjelang musim hujan menjadi perhatian karena periode hujan dapat meningkatkan volume air yang masuk ke saluran dan sungai. Dengan alur yang lebih terbuka, risiko penumpukan air di titik-titik rawan diharapkan dapat ditekan. Langkah ini juga menjadi bagian dari kebutuhan dasar warga untuk memperoleh lingkungan yang lebih siap menghadapi perubahan cuaca.

Harapan agar Aliran Air Lebih Lancar

Maksum berharap seluruh rangkaian pengerjaan dapat dilakukan secara lancar agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat. Normalisasi Sungai Tonjong tidak hanya dipandang sebagai pekerjaan infrastruktur, tetapi juga sebagai upaya perlindungan bagi kawasan yang selama ini menghadapi potensi genangan dan banjir.

Keberhasilan program akan terlihat dari membaiknya fungsi sungai dalam menyalurkan air. Sungai yang lebih dalam dan memiliki ruang aliran yang memadai diharapkan mampu mengurangi tekanan air pada saat hujan deras. Kondisi tersebut penting bagi warga Desa Tonjong maupun masyarakat Kramatwatu secara lebih luas yang menginginkan risiko banjir dapat diminimalkan.

Dengan pekerjaan yang telah mencakup hampir empat kilometer, normalisasi Sungai Tonjong menjadi salah satu langkah nyata untuk memperbaiki persoalan pendangkalan dan penyempitan alur air. Penyelesaian tepat waktu sebelum musim hujan diharapkan memperkuat kesiapsiagaan kawasan, sekaligus memberi rasa aman yang lebih besar bagi warga yang tinggal di sekitar sungai.

Frequently Asked Questions

What is Antisipasi Banjir DPRD Serang Harap Normalisasi?

Antisipasi Banjir DPRD Serang Harap Normalisasi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Antisipasi Banjir DPRD Serang Harap Normalisasi matter?

Antisipasi Banjir DPRD Serang Harap Normalisasi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment