Berita

Menbud Dorong Keraton & Kerajaan Nusantara Jadi Penjaga Identitas Budaya

menbud-dorong-keraton-kerajaan-nusantara-jadi-penjaga-identitas-budaya-1792237391315_169
Foto : Michael Jackson - beritanew.com
Daftar Isi
  1. Keraton Nusantara Didorong Menjadi Pusat Pelestarian dan Ekonomi Budaya
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Keraton Nusantara Didorong Menjadi Pusat Pelestarian dan Ekonomi Budaya

Beritanew.com – Keraton, kerajaan, kesultanan, dan lembaga adat di berbagai daerah dipandang memiliki posisi penting dalam merawat identitas budaya Indonesia di tengah keberagaman masyarakat. Perannya tidak berhenti sebagai peninggalan sejarah, melainkan juga sebagai ruang hidup bagi tradisi, pengetahuan, seni, serta nilai yang terus diwariskan antargenerasi.

Gagasan tersebut mengemuka dalam Sarasehan Nasional Keraton Nusantara yang berlangsung di Hotel Arya Duta Menteng, Jakarta. Forum ini mengangkat tema “Mewujudkan Jakarta Sebagai Etalase Keindahan Budaya Nusantara, Menyongsong 5 Abad Jakarta”.

Acara itu mempertemukan unsur pemerintah, tokoh adat, raja, sultan, serta pihak-pihak yang memberi perhatian pada keberlanjutan kebudayaan Nusantara. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk membahas perlindungan aset budaya, pengembangan fungsi keraton, dan peluang pemanfaatannya bagi masyarakat.

Modal Budaya yang Perlu Dijaga

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai keberadaan keraton dan kerajaan Nusantara sebagai salah satu kekuatan budaya nasional. Kekayaan itu perlu dipelihara sekaligus dikembangkan agar tetap relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.

“Keraton dan kerajaan kesultanan di Nusantara ini merupakan modal budaya atau cultural capital kita yang perlu kita jaga,” ungkap Fadli dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2026).

Indonesia memiliki keragaman etnis, bahasa, adat, tradisi, kesenian, dan bentuk ekspresi budaya yang tersebar luas dari satu wilayah ke wilayah lain. Dalam lanskap tersebut, keraton, istana, dan lembaga adat dapat menjadi penjaga nilai-nilai yang membentuk karakter komunitas lokal.

Fungsi ini penting karena warisan budaya tidak semata berada pada bangunan, benda pusaka, atau arsip. Tradisi juga hidup melalui pengetahuan, tata upacara, kesenian, kerajinan, kuliner, hingga cerita yang dijaga oleh masyarakat. Keraton dan lembaga adat dapat menjadi penghubung antara memori sejarah dengan kebutuhan generasi masa kini.

Ruang Budaya yang Lebih Terbuka

Fadli mendorong agar keraton dan berbagai ruang kebudayaan dapat dimanfaatkan secara lebih luas. Revitalisasi, peningkatan fasilitas, serta penguatan pengelolaan aset budaya diharapkan membuat warisan tersebut tidak hanya terlindungi, tetapi juga memberi manfaat sosial dan ekonomi.

“Kita harapkan ini bisa menjadi semacam upaya untuk mendorong kemajuan kebudayaan dan menjadikan museum, taman budaya, keraton, istana, dan semuanya ini sebagai enklaf budaya atau kantong budaya,” katanya.

Penguatan ruang budaya dapat memberi masyarakat akses yang lebih besar untuk mengenal sejarah dan tradisi daerahnya. Museum, taman budaya, istana, serta keraton dapat berfungsi sebagai tempat belajar, dialog, pertunjukan, dan apresiasi budaya. Dengan pengelolaan yang tepat, ruang-ruang tersebut juga dapat mempertemukan pelaku budaya dengan generasi muda.

Pemanfaatan budaya perlu berjalan seiring dengan pelindungan nilai dan makna yang melekat di dalamnya. Pengembangan kegiatan publik, produk kreatif, atau program ekonomi sebaiknya tetap menghormati tata nilai, hak komunitas, dan konteks sejarah dari tradisi keraton.

Peluang bagi Ekonomi Kreatif

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menekankan bahwa cerita, nilai, pusaka, dan warisan Nusantara dapat menjadi inspirasi produk ekonomi kreatif. Potensinya mencakup cendera mata, produk kreatif, hingga karya film yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia.

Tradisi keraton dapat memberi nilai tambah pada produk ketika dikembangkan dengan pemahaman yang baik terhadap akar budayanya. Kerajinan, desain, kuliner, pertunjukan, dan narasi sejarah dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar sekaligus memperluas pengenalan terhadap warisan daerah.

“Setelah aset budaya menjadi aset ekonomi, pengelolaan dan penjualannya bisa melalui wadah koperasi. Jadi, ini sebuah ekosistem tempat para stakeholder yang mungkin selama ini puzzle-nya tercerai-berai, hari ini insyaallah mulai tergabung menjadi satu,” ungkapnya.

Wadah koperasi dipandang dapat membantu menyatukan berbagai pihak dalam satu ekosistem, mulai dari pemangku adat, pelaku usaha kreatif, perajin, pengelola budaya, hingga komunitas lokal. Kolaborasi semacam ini dapat membuat pengembangan produk budaya memiliki jalur pengelolaan dan pemasaran yang lebih terorganisasi.

Aspirasi Perlindungan dan Digitalisasi

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) yang juga Karaeng Turikale VIII Maros, Brigjen Pol. (Purn.) A.A. Mapparessa, menyampaikan perlunya dukungan pemerintah demi keberlangsungan keraton dan lembaga adat di Indonesia.

Sejumlah aspirasi yang disampaikan FSKN mencakup penguatan pelindungan kebudayaan keraton Nusantara, penyusunan ensiklopedia keraton, serta digitalisasi aset dan dokumentasi sejarah. Langkah tersebut dapat membantu memperjelas data mengenai identitas, perjalanan, dan kekayaan budaya setiap keraton.

Dokumentasi yang lebih tertata juga penting bagi upaya pewarisan pengetahuan. Arsip sejarah, koleksi budaya, catatan tradisi, dan informasi mengenai keraton dapat menjadi rujukan bagi masyarakat maupun pemangku kebijakan ketika menyusun langkah pelestarian yang lebih terarah.

Jakarta sebagai Ruang Apresiasi Nusantara

Sejalan dengan pembahasan menuju Lima Abad Jakarta, sarasehan ini menempatkan ibu kota sebagai salah satu ruang perjumpaan budaya Indonesia. Jakarta memiliki peluang untuk memperluas pengenalan terhadap keragaman Nusantara melalui kegiatan budaya, dialog, dan apresiasi terhadap tradisi dari berbagai daerah.

Sinergi antara pemerintah, komunitas keraton, lembaga adat, dan pelaku ekonomi kreatif menjadi unsur penting dalam upaya tersebut. Perlindungan, pengembangan, serta pemanfaatan warisan budaya perlu berlangsung secara beriringan agar tradisi tetap terjaga tanpa kehilangan daya hidupnya.

Keraton dan kerajaan Nusantara pada akhirnya tidak hanya menjadi penanda perjalanan masa lampau. Keberadaannya dapat terus hadir sebagai sumber identitas, pengetahuan, kreativitas, dan kehidupan budaya masyarakat Indonesia.

Frequently Asked Questions

What is Menbud Dorong Keraton Kerajaan Nusantara Jadi?

Menbud Dorong Keraton Kerajaan Nusantara Jadi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Menbud Dorong Keraton Kerajaan Nusantara Jadi matter?

Menbud Dorong Keraton Kerajaan Nusantara Jadi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment