OJK Sulteng dan Hannah Asa Indonesia Kembangkan Literasi Keuangan Inklusif di Palu
Special Plan – Dalam rangka melaksanakan Special Plan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Hannah Asa Indonesia meluncurkan inisiatif pendidikan keuangan khusus untuk penyandang disabilitas di Palu. Tujuan utama dari Special Plan ini adalah memastikan akses yang setara bagi kelompok rentan dalam memahami serta mengaplikasikan layanan keuangan yang aman, legal, dan bermanfaat. Kemitraan ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi melalui penguatan literasi finansial, yang menjadi prioritas dalam upaya mendorong inklusivitas dalam sektor keuangan.
Program Bootcamp untuk Membangun Masyarakat Berdaya
Colaborasi antara OJK Sulteng dan Hannah Asa Indonesia membawa kegiatan “Bootcamp Literasi dan Inklusi Keuangan” yang melibatkan diskusi dan pelatihan berbasis Special Plan. Acara ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya dana darurat, perlindungan konsumen, dan investasi yang legal. Salah satu elemen kunci dari Special Plan adalah penggunaan Buku Saku Pengelolaan Keuangan, hasil kolaborasi antara OJK dengan Kementerian Sosial, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Komisi Nasional Disabilitas.
Kepala OJK Sulawesi Tengah, Bonny Hardy Putra, menegaskan bahwa penyandang disabilitas berhak mendapatkan literasi finansial yang sama dengan masyarakat umum. Akses informasi keuangan yang tepat adalah kunci untuk membangun kemandirian ekonomi mereka, yang kini menjadi fokus utama dari Special Plan.
Kegiatan ini menarik ratusan peserta, termasuk anggota komunitas penyandang disabilitas dan mitra perbankan. Selain meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan keuangan, Special Plan juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan yang inklusif. Pada kesempatan ini, para peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan ahli keuangan, membangun keterampilan praktis, dan mencari solusi terkait tantangan finansial yang dihadapi sehari-hari.
Gap Literasi Keuangan Menjadi Fokus Utama
Menurut survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat inklusi keuangan di Indonesia mencapai 80,51 persen. Namun, literasi keuangan hanya mencapai 66,46 persen, menunjukkan adanya kesenjangan pemahaman antara akses dan pemanfaatan layanan keuangan. Special Plan OJK Sulteng dan Hannah Asa Indonesia bertujuan mengatasi gap ini dengan memberikan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan penyandang disabilitas.
Founder Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, menjelaskan bahwa Special Plan ini bukan hanya sekadar akses ke layanan keuangan, tetapi juga tentang kemampuan mengambil keputusan ekonomi secara mandiri. Dengan pendekatan inklusif, program ini bertujuan memastikan bahwa setiap peserta, baik yang berkebinaan maupun tidak, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang secara finansial.
Kemitraan ini menjadi contoh nyata upaya inklusivitas dalam sektor keuangan. Selain fokus pada penyandang disabilitas, OJK Maluku dan TPAKD Maluku Tengah juga gencar memberikan edukasi keuangan kepada pelaku usaha UMKM Konawe. Special Plan yang dijalankan di Palu diharapkan bisa menjadi model untuk program serupa di wilayah lain, terutama di mana akses ke informasi finansial masih terbatas.
Strategi Inklusif dalam Special Plan
Untuk memastikan keberhasilan Special Plan, OJK Sulteng dan Hannah Asa Indonesia mengadopsi pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi penyandang disabilitas. Mereka menyediakan materi pelatihan yang disampaikan secara visual, audio, dan verbal, serta mengggunakan teknologi aksesibel seperti aplikasi berbasis layar sentuh dan platform digital. Program ini juga melibatkan para ahli keuangan, pendidik, dan penyandang disabilitas sebagai fasilitator, agar konten bisa lebih relevan dan mudah dipahami.
Salah satu anggota peserta, Aminah, menyatakan bahwa Special Plan memberikan wawasan baru tentang cara mengelola uang secara efektif. Ia berharap program serupa bisa terus diadakan, sehingga masyarakat penyandang disabilitas tidak hanya mengenal produk keuangan, tetapi juga bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas hidup.
Program Special Plan ini juga mengintegrasikan pelatihan kewirausahaan sebagai bagian dari edukasi keuangan. Para peserta diberikan pemahaman tentang bagaimana mengembangkan usaha sambil memperhatikan kebutuhan keuangan pribadi. Dengan pendekatan holistik, OJK dan Hannah Asa Indonesia berupaya menciptakan ekosistem keuangan yang lebih adil, terutama bagi kelompok yang selama ini kurang terlayani. Kemitraan ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjawab tantangan inklusi keuangan di Indonesia.