Berita

5 Jurnalis Hilang Kontak Sempat Dikira Nginap di Pulau dekat Anak Krakatau

sandi-wiyasa-pemilik-kapal-yang-ditumpangi-5-jurnalis-yang-hilang-kontak-saat-liputan-anak-krakatau-1788938263774_169
Foto : Sarah Williams - beritanew.com
Daftar Isi
  1. Pencarian Delapan Orang di Perairan Anak Krakatau Diperluas
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Pencarian Delapan Orang di Perairan Anak Krakatau Diperluas

Beritanew.com – Upaya pencarian terus dilakukan terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang putus komunikasi saat menjalankan peliputan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Pada hari kedua operasi, tim SAR gabungan mengerahkan lima kapal untuk menyisir sejumlah titik perairan dan pulau di sekitar kawasan gunung api tersebut.

Rombongan berangkat menggunakan kapal sewaan pada Senin (7/9) siang. Rencana awalnya, perjalanan dilakukan dengan jadwal pulang pada pagi hari atau kembali ke kawasan Carita, Pandeglang, pada sore hari. Namun hingga malam, kapal beserta seluruh penumpangnya belum tiba kembali.

Pemilik kapal, Sandi Wiyasa, semula belum menduga adanya situasi darurat. Ia mengira rombongan memilih bermalam di salah satu pulau di sekitar Anak Krakatau demi memperoleh sudut pengambilan gambar yang lebih baik.

“Saya pun berpikir karena mungkin kondisi, biasanya kan media minta angle yang bagus, foto yang bagus, takutnya nginep. Itu kan kita masih positive thinking ke kejadian itu,” ujar Sandi di Pos SAR Nasional, Pantai Carita, Pandeglang, Rabu (9/9/2026).

Kekhawatiran mulai meningkat pada Selasa (8/9) pagi ketika belum ada kabar dari kapal tersebut. Sandi lalu mencari informasi melalui kru kapal lain yang baru kembali dari kawasan Krakatau, termasuk rombongan peliput lainnya. Tidak ada pihak yang melihat kapal maupun delapan orang yang berada di dalamnya.

“Kita pastikan bahwa hilang itu setelah ada beberapa kapal yang pulang dari Krakatau, dari rombongan media (lain) juga, tidak ketemu. Makanya langsung (dicari) Basarnas itu,” kata Sandi.

Di tengah operasi yang dilakukan petugas, Sandi juga berupaya memperluas pencarian melalui jaringan pribadi. Nelayan, pemilik kapal, nakhoda, warga Pulau Sebesi, hingga penjaga di kawasan Gunung Krakatau telah dihubungi untuk membantu memperoleh petunjuk mengenai keberadaan rombongan tersebut.

Lima jurnalis yang hilang kontak adalah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang bekerja sebagai jurnalis lepas. Tiga orang lainnya merupakan awak kapal, yakni Warta sebagai kapten, Sukarman sebagai anak buah kapal, dan Heriyanto sebagai pemandu.

Lima Kapal Menyisir Area 271 Nautical Mile

Pencarian pada hari pertama telah menjangkau perairan menuju Pulau Krakatau dan Pulau Panjang. Meski demikian, tim belum menemukan tanda keberadaan speedboat maupun rombongan yang berada di dalamnya.

Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, menyampaikan bahwa penyisiran kini dilakukan di area yang lebih terarah. Total wilayah operasi mencapai sekitar 271 nautical mile atau mil laut, dengan pembagian sektor untuk memudahkan koordinasi setiap unsur pencarian.

“Pada pencarian hari pertama, tim SAR telah menyisir sejumlah perairan hingga sekitar Pulau Krakatau dan Pulau Panjang. Namun, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan rombongan maupun speedboat yang digunakan,” ujar Rizky, Rabu (9/9/2026).

Lima armada yang dilibatkan terdiri atas KN SAR Tetuka, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, KAL Anyer, serta KP Sanjaya 7016 milik Polairud Mabes Polri. Masing-masing kapal bergerak di sektor pencarian yang telah ditetapkan dalam rencana operasi SAR.

KN SAR Tetuka dan KAL Anyer melakukan penyisiran pada sektor masing-masing. Sementara itu, RIB 02 Banten mendapat fokus pencarian di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang. Pembagian sektor ini diarahkan agar kawasan perairan yang luas dapat diperiksa secara lebih menyeluruh.

“Berdasarkan rencana operasi SAR (SARMEP), area pencarian dibagi ke beberapa sektor dengan total sekitar 271 NM. KN SAR Tetuka dan KAL Anyer melakukan penyisiran di sektor masing-masing, sementara RIB 02 Banten difokuskan di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang,” kata Rizky.

Selat Sunda menjadi jalur perairan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra, sementara gugusan Krakatau berada di wilayah perairan tersebut. Dalam operasi pencarian di laut, informasi dari kapal-kapal yang melintas dan masyarakat pulau sekitar dapat membantu mempersempit area penyisiran, terutama ketika belum ada petunjuk visual atas kapal yang dicari.

Hingga Rabu (9/9/2026), pencarian masih berlanjut dengan perhatian diarahkan pada jalur pelayaran, titik-titik pulau terdekat, serta perairan di sekitar Anak Krakatau. Tim SAR meminta dukungan masyarakat agar seluruh orang yang hilang kontak dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

“Kami mohon doanya dari rekan-rekan media dan masyarakat agar sesegera mungkin tim SAR menemukan korban dalam kondisi selamat,” ujar Rizky.

Frequently Asked Questions

What is 5 Jurnalis Hilang Kontak Sempat Dikira?

5 Jurnalis Hilang Kontak Sempat Dikira is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 5 Jurnalis Hilang Kontak Sempat Dikira matter?

5 Jurnalis Hilang Kontak Sempat Dikira matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment