Key Discussion: Trump Prediksi Xi Jinping Bakal Pesan 200 Unit Pesawat Boeing
Key Discussion – Pada 14-15 Mei 2026, saat Donald Trump melakukan kunjungan kerja ke Tiongkok, ia secara langsung menyebutkan bahwa Presiden Xi Jinping berencana untuk memesan sekitar 200 unit pesawat Boeing. Pernyataan ini menjadi sorotan utama selama pertemuan yang dianggap sebagai langkah strategis dalam memperkuat hubungan ekonomi antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Selama dua hari pertemuan, Trump dan Xi Jinping membahas berbagai isu kritis, termasuk perjanjian dagang dan potensi peningkatan investasi di sektor penerbangan.
“Satu hal yang dia setujui hari ini, dia akan memesan 200 pesawat. Itu hal yang besar. Boeing,” ujar Trump kepada Fox News. Pernyataan ini menegaskan keinginan Trump untuk menghadirkan peluang bisnis besar bagi perusahaan penerbangan asal Amerika tersebut, sekaligus menggambarkan optimisme terhadap pemulihan hubungan diplomatik yang sebelumnya sempat terhambat karena perang tarif.
Langkah Strategis dalam Pemulihan Hubungan Ekonomi
Pertemuan Trump dan Xi Jinping berlangsung selama sekitar dua jam 15 menit di Beijing, dengan fokus utama pada pembicaraan perdagangan. Kedua pemimpin negara mengupas perang tarif yang sebelumnya mencapai lebih dari 100% dan mulai berangsur menunjukkan kemajuan setelah beberapa bulan negosiasi intensif. Trump menekankan bahwa ia bersikeras menghadirkan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan, dengan target pesanan pesawat Boeing menjadi bagian dari upaya tersebut.
Kehadiran Trump di Tiongkok dianggap sebagai respons untuk memperbaiki kesan negatif yang terbentuk akibat kebijakan proteksionisnya selama masa jabatan sebelumnya. Pemimpin Amerika ini berharap keputusan politik dan ekonomi yang diambil dalam pertemuan tersebut akan menjadi fondasi untuk kebijakan baru di masa depan. “Kita akan memiliki masa depan yang luar biasa bersama,” katanya, menggambarkan visi ekonomi yang kolaboratif.
Potensi Pesanan Boeing 737 Max
Analisis ekonomi menunjukkan bahwa pesanan 200 unit pesawat dari Boeing kemungkinan terkait dengan seri Boeing 737 Max, yang menjadi proyek utama perusahaan setelah melewati krisis keamanan penerbangan tahun 2019. Model ini dikenal sebagai salah satu pesawat komersial paling populer di dunia, dengan daya tahan bahan bakar yang efisien dan kinerja aerodinamis yang memadai. Namun, sebelumnya Boeing sempat mengalami penurunan pesanan dari Tiongkok karena kekhawatiran terhadap keandalan model ini.
“Saya tidak akan memberi tahu Anda jumlah pesawatnya, tetapi itu angka yang besar,” kata CEO Boeing, Kelly Ortberg, dalam panggilan konferensi pendapatan bulan lalu. Ortberg menegaskan bahwa kehadiran tim perusahaan di pertemuan dengan Xi Jinping mencerminkan komitmen kuat untuk memperkuat posisi Boeing di pasar Tiongkok, yang sebelumnya lebih dominan dikuasai oleh Airbus.
Pesanan tersebut diharapkan menjadi suntikan baru bagi Boeing, yang beberapa tahun terakhir mengalami tekanan akibat pertengkaran dagang antara AS dan Tiongkok. Dengan menambahkan 200 unit pesawat, Tiongkok akan menjadi pasar utama bagi Boeing, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pembelian pesawat dari pesaing. Saham Boeing sempat anjlok hampir 4% setelah pengumuman ini, tetapi harapan optimis dari investor terus terbuka.
Peran Teknologi dan Konsensus Global
Dalam pertemuan tersebut, selain Trump dan Xi Jinping, hadir pula tokoh teknologi global seperti Elon Musk, Jensen Huang, dan Tim Cook, yang menunjukkan peran sektor swasta dalam upaya memperkuat ekonomi bilateral. Kehadiran mereka memperkuat gambaran bahwa pembicaraan tidak hanya fokus pada kebijakan pemerintah, tetapi juga potensi kolaborasi antara industri teknologi dan penerbangan.
Konsensus dari berbagai pihak menunjukkan bahwa ini bukan hanya kesepakatan kecil, tetapi bisa menjadi awal dari perjanjian jangka panjang. Dengan memperoleh pesanan pesawat, Boeing akan menambahkan pangsa pasar Tiongkok sebagai salah satu pendorong pertumbuhan bisnisnya. Di sisi lain, Tiongkok menggarisbawahi pentingnya keseimbangan dalam hubungan dagang global, dengan menekankan bahwa kedua negara seharusnya menjadi mitra, bukan rival.
Key Discussion – Keputusan Xi Jinping untuk memesan 200 unit pesawat Boeing dianggap sebagai tanda keinginan Tiongkok untuk menjaga stabilitas ekonomi global. Dalam pernyataan resmi, Xi Jinping menyatakan bahwa Tiongkok akan terus memperkuat kerja sama dengan negara-negara lain, termasuk AS, untuk menjamin pertumbuhan industri penerbangan yang berkelanjutan. Kedua belah pihak sepakat bahwa keberhasilan pertemuan ini akan menjadi langkah penting dalam membangun kembali kepercayaan bilateral.
