Uncategorized

Key Strategy: Pemkot Mataram Gelar Pelatihan Pertukangan Logam, Tingkatkan Kualitas Perajin Lokal

Key Strategy: Pemkot Mataram Tingkatkan Kualitas Perajin Logam dengan Pelatihan Bertujuan Meningkatkan Daya Saing

Key Strategy – Pemkot Mataram, melalui Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Perinkop UKM), menerapkan Key Strategy dalam bentuk pelatihan pertukangan logam untuk memperkuat kemampuan para perajin lokal. Tujuan utama program ini adalah membekali peserta dengan keterampilan terbaru serta teknik inovatif yang bisa memperbaiki kualitas produk kerajinan. Pelatihan diadakan di tiga lokasi utama, yaitu Sekarbela, Rungkang Jangkuk, dan Cemare, yang merupakan pusat industri pertukangan di Kota Mataram. Dengan Key Strategy ini, Pemkot Mataram berupaya membangun ekosistem kerajinan yang lebih kompetitif di pasar regional maupun internasional.

Komitmen dalam Membangun Industri Kreatif Berbasis Logam

Kepala Dinas Perinkop UKM Mataram, Jemmy Nelwan, menekankan bahwa Key Strategy pelatihan logam merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan industri kreatif. “Pelatihan ini bertujuan menciptakan nilai tambah pada hasil karya perajin, sehingga produk bisa bersaing di pasar global,” jelasnya. Dengan adanya pelatihan, peserta tidak hanya menguasai teknik tradisional tetapi juga teknologi modern seperti modifikasi ikatan mutiara dengan bahan logam perak dan emas. Program ini diperkirakan akan memberikan dampak signifikan dalam merubah cara berproduksi para perajin.

“Keterampilan baru ini tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga memperluas peluang pemasaran ke luar daerah,” kata Jemmy Nelwan.

Keterlibatan dalam pelatihan mencakup pemberian peralatan pertukangan logam, yang memudahkan peserta dalam mencoba teknik-teknik yang dipelajari. Selama tiga hari, peserta mendapatkan pemahaman tentang tren pasar, material yang populer, dan cara memasarkan produk. Dinas Perinkop UKM menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk mengakomodasi perajin yang bergerak di bidang kerajinan logam, baik dari segi teknik maupun desain.

Transformasi Produk Tradisional ke Produk Modern

Salah satu contoh keberhasilan dari Key Strategy ini adalah Bros Gerbang Sangkareang, yang merupakan produk kerajinan yang mewakili identitas Kota Mataram. Bros tersebut tidak hanya memiliki nilai estetika tinggi, tetapi juga memadukan simbol filosofis dan semangat kebersamaan masyarakat. Pemkot Mataram berharap melalui pelatihan, produk seperti Bros Gerbang Sangkareang bisa menjadi ikon yang diakui secara nasional maupun internasional.

“Kerajinan tradisional bisa diubah menjadi produk modern dengan sentuhan inovasi yang tepat,” ujar Jemmy Nelwan.

Program Key Strategy ini juga memberikan dampak ekonomi yang nyata. Perajin yang terlibat mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan produksi, memperluas pasar, dan menaikkan pendapatan. Selain itu, Pemkot Mataram aktif mempromosikan produk hasil pelatihan melalui berbagai media, baik digital maupun cetak, untuk memperkuat brand identity kota sebagai pusat kerajinan logam.

Dinas Perinkop UKM Mataram menyebutkan bahwa Key Strategy pelatihan logam menjadi bagian dari rencana jangka panjang mempercepat penurunan kemiskinan ekstrem. Program ini sejalan dengan upaya menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan dan mengembangkan industri kreatif sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Dengan pelatihan yang berkelanjutan, Pemkot Mataram berharap bisa menghasilkan perajin yang memiliki keahlian unggul dan siap memasuki era digital.

Key Strategy ini juga diintegrasikan dengan pelatihan lain, seperti merajut, menjahit, dan sablon, yang bertujuan memperluas partisipasi masyarakat. Dinas Perinkop UKM menggandeng Dukcapil dan Bappe dalam pemilihan peserta, memastikan bahwa pelatihan diarahkan ke kelompok yang paling membutuhkan. Dengan menggabungkan berbagai pelatihan, Pemkot Mataram menciptakan solusi holistik untuk meningkatkan kesejahteraan perajin lokal.

Terlebih, Key Strategy pelatihan logam diperkuat dengan bantuan bahan baku, akses ke pasar, dan pelatihan pengemasan produk. Hal ini bertujuan agar perajin tidak hanya mampu memproduksi barang berkualitas, tetapi juga bisa menjualnya dengan strategi pemasaran yang tepat. Dengan pendekatan ini, Pemkot Mataram berharap mewujudkan industri kerajinan yang mandiri, berdaya saing, dan terus berkembang di tengah persaingan global.

Leave a Comment