Latest Program: Dishut Kalsel Perkuat KUPS Perhutanan Sosial, Dorong Ekonomi Lokal Berkelanjutan
Dishut Kalsel Perkuat KUPS Perhutanan Sosial, Dorong Ekonomi Lokal Berkelanjutan
Latest Program – Dishut Kalsel terus mendorong pengembangan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) sebagai bagian dari upaya memperkuat program perhutanan sosial. Tujuan utama dari inisiatif ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan dan memastikan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Langkah Strategis Dalam Penguatan Ekonomi Masyarakat
Dishut Kalsel mengambil langkah strategis untuk memperkuat ekonomi lokal melalui KUPS. Dengan adanya empat kelompok usaha kategori Platinum yang tersebar di berbagai wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), program ini menunjukkan progres yang signifikan. KUPS Platinum dinilai sebagai indikator penting dalam mengukur kemajuan dan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi hasil hutan.
“Pembentukan KUPS didasarkan pada potensi usaha dan jenis kegiatan yang dikembangkan. Setiap kelompok disesuaikan dengan karakteristik wilayah izin perhutanan sosial masing-masing,” ujar Saidah Hayati, Kepala Seksi Perhutanan Sosial Dishut Kalsel.
Sebagai bagian dari penyiapan program, Dishut Kalsel melakukan sosialisasi dan fasilitasi usulan kepada kelompok masyarakat. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan mereka dalam mengakses skema perhutanan sosial yang didukung pemerintah. Selain itu, pihak dinas juga aktif dalam pengembangan usaha, termasuk monitoring dan evaluasi berkala.
Klasifikasi KUPS Berdasarkan Tingkatan Pengembangan
KUPS diklasifikasikan menurut tingkatan pengembangan usaha, mulai dari kategori Blue, Silver, Gold, hingga Platinum. Kategori tertinggi, Platinum, menunjukkan kemandirian dan keberhasilan kelompok dalam mengelola sumber daya hutan secara efektif. Kelompok-kelompok ini berhasil membuktikan kemampuan mereka dalam mengoptimalkan hasil hutan dan potensi lokal.
Kelompok KUPS Platinum berlokasi di KPH Tabalong, Balangan, Tanah Laut, serta Pulau Laut Sebuku. Keberadaan KUPS di wilayah strategis ini mencerminkan peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan pengelolaan hutan.
Dishut Kalsel juga bermitra dengan UPT Kemenhut Kalimantan Selatan untuk menjaga kelestarian hutan. Dalam program FOLU Net Sink Kalsel Norwegia Contribution, dinas tersebut menanam 148,5 hektare, menandai kemajuan dalam rehabilitasi hutan dan lahan. Pemulihan ekosistem ini sejalan dengan target FOLU Net Sink 2030, yang melibatkan KPH dan KTH di berbagai daerah.
Program perhutanan sosial dinilai sebagai langkah kunci dalam memberdayakan masyarakat hutan. Dengan adanya KUPS, keberlanjutan ekonomi lokal bisa tercapai sambil menjaga lingkungan. Saidah Hayati menegaskan bahwa KUPS memberikan nilai tambah ekonomi yang nyata bagi anggotanya, sekaligus menjadi bukti bahwa pemberdayaan seiring pelestarian lingkungan dapat diwujudkan.