Uncategorized

Mahasiswa Gelapkan 40 Motor: Pacar Juga Jadi Korban – Digadai Sampai Kendal, Batang dan Mranggen

Mahasiswa Gelapkan 40 Motor: Pacar Juga Jadi Korban

Mahasiswa Gelapkan 40 Motor – Mahasiswa yang diketahui bernama Ibra Maulana (23) ditangkap polisi setelah menggadai 40 sepeda motor milik teman sekelas dan pacarnya sendiri. Aksi pencurian tersebut dilakukan secara diam-diam, dengan motor-motor yang dibawa ke tempat jual beli di luar kota. “Saya menggadai motor korban untuk keperluan pribadi, termasuk membayar sewa yang saya lakukan ke sebagian dari mereka,” ujar Kanit Reskrim Polsek Ngaliyan, Iptu Nur Azam Makhrus, Senin (8/6). Menurut Nur Azam, uang hasil penjualan motor mencapai Rp135 juta, yang sebagian besar digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti jajan dan biaya kebutuhan pribadi.

“Pacar saya juga menjadi korban karena motornya digelapkan. Sama seperti korban lainnya, ia tidak menyadari bahwa motor miliknya digunakan untuk keperluan pribadi pelaku,” tambah Nur Azam.

Dalam penyelidikan, polisi menemukan bahwa Ibra menggunakan jaringan perantara untuk menggadai motor ke beberapa daerah seperti Kendal, Batang, dan Mranggen. Rata-rata motor yang dijual memiliki nilai antara Rp6 hingga Rp12 juta per unit, dengan motor PCX dan NMAX menjadi pilihan utama. “Beberapa motor sudah langsung diambil oleh korban sebelum melapor ke polisi,” jelas Kompol Aliet Alphard, Kapolsek Ngaliyan. Kasus ini menggambarkan modus baru di mana pelaku menggondol motor korban dan mengubahnya menjadi alat pencarian dana.

Modus Pencurian Motor yang Terbongkar

Kasus pencurian motor ini terungkap setelah korban menemukan kehilangan motor mereka dan melaporkan ke polisi. Polisi mengungkap bahwa Ibra tidak hanya mencuri motor tetapi juga melakukan gadai secara bertahap, dengan menjual beberapa unit kecil demi mengumpulkan dana. “Pelaku menggadai motor korban secara perorangan, bahkan ke luar kota. Ini memperlihatkan bahwa aksi pencurian bukan hanya lokal, tapi melibatkan jaringan yang lebih luas,” terang Nur Azam. Modus ini juga terjadi di wilayah lain, seperti Garut, Bekasi, dan Lombok Tengah, dengan cara serupa.

Dalam kasus Garut, BH (69) melaporkan bahwa putranya, RN (26), sering menggadai sepeda motor secara diam-diam. Setelah penyelidikan, NTH (26) dari Garut ditangkap setelah menggelapkan motor istrinya SN (23) dan menggunakannya untuk keperluan pribadi. Sementara di Bekasi, dua pelaku mencuri motor dengan modus mengamen, yang terekam oleh kamera pengawas. Kasus ini terungkap setelah korban memutuskan melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.

Kapolsek Ngaliyan juga menyebutkan bahwa polisi masih memburu dua unit motor yang belum ditemukan. “Motor-motor itu diperjualbelikan hingga ke daerah seperti Kendal, Batang, dan Mranggen, sehingga memperbesar lingkup penyelidikan,” jelas Aliet. Penyelidikan ini menunjukkan bahwa aksi pencurian motor tidak hanya melibatkan satu pelaku, tetapi ada peran tambahan seperti perantara atau penerima motor curian. “Beberapa korban menyadari kehilangan motor setelah mendapat informasi dari warga sekitar,” sambungnya.

Mahasiswa yang berani menggelapkan 40 motor ini menjadi contoh bagaimana tindakan kriminal bisa terjadi di lingkungan pendidikan. Menurut Nur Azam, aksi Ibra tidak hanya menyebabkan kerugian finansial, tetapi juga merusak kepercayaan antar mahasiswa. “Pencurian dan penggadai motor memperlihatkan bagaimana seseorang bisa merugikan orang lain secara langsung maupun tidak langsung,” ujarnya. Polisi menyarankan masyarakat untuk lebih waspada, terutama ketika meminjam atau menyewakan kendaraan.

Kasus di Lombok Tengah menunjukkan bahwa modus serupa terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Di Kecamatan Pujut, polisi menggerebek tempat penyimpanan motor curian dan menyita enam unit kendaraan. “Pelaku utama masih buron, tetapi kita telah menangkap beberapa perantara,” kata Kapolres Lombok Tengah. Sementara di Duren Sawit, Jakarta Timur, dua pelaku diciduk berkat laporan warga yang cepat. Mereka terancam pasal baru dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang menargetkan tindakan seperti ini.

Leave a Comment