Empat Pilar Peradaban dan Jejak Indonesia di Perpustakaan Dunia Terbesar
Main Agenda di perpustakaan dunia terbesar, Library of Congress, menjadi tema utama dalam kunjungan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, pada 10 Juni 2020. Perpustakaan ini menyimpan lebih dari 170 juta bahan bacaan, termasuk 39 juta buku, dengan koleksi mencakup 470 bahasa, 73 juta manuskrip, serta ribuan foto, peta, dan rekaman musik. Dalam Main Agenda tersebut, kehadiran Indonesia sebagai bagian dari sejarah, ilmu pengetahuan, seni, dan identitas nasional ditekankan sebagai bentuk kontribusi global dalam membangun peradaban modern.
Koleksi Indonesia di Tengah Khazanah Dunia
Library of Congress memiliki koleksi sekitar 190.000 bahan bacaan dari Indonesia, yang menunjukkan peran penting negara ini dalam memperkaya warisan budaya dan karya intelektual dunia. Buku-buku yang disimpan di perpustakaan ini mencakup lebih dari 1.100 karya tentang Presiden Soekarno, 918 referensi terkait Presiden Soeharto, serta berbagai dokumentasi tentang Presiden B.J. Habibie. Selain itu, arsip budaya Indonesia juga direkam sejak tahun 1893 hingga 2009, seperti karya dalam bidang seni, sejarah, dan sosial.
“Kehadiran karya Indonesia di Library of Congress membuktikan bahwa Main Agenda kita untuk mengangkat martabat bangsa melalui kekayaan budaya dan sejarah bisa mencapai lingkup global,” ujar Indroyono Soesilo. Ia menekankan bahwa setiap bahan bacaan dari Indonesia menjadi duta yang memperkaya khazanah kebudayaan internasional dan menunjukkan komitmen bangsa ini terhadap penyebaran pengetahuan.
Dalam Main Agenda tersebut, Duta Besar juga membahas manuskrip Jawa beriluminasi tahun 1862 yang berjudul “Pangkat-pangkat caritanipun serat babad ing Tanah Jawi sedhaya.” Karya ini menggambarkan sejarah Jawa dan proses penyebaran agama Islam melalui ilustrasi artistik bernilai sejarah dan estetika tinggi. Penyerahan buku karyanya, “Teknologi Maritim & Teknologi Pertahanan Indonesia (Edisi ke-3, 2018),” ke Library of Congress menjadi momen strategis dalam meningkatkan akses pengetahuan ke dunia internasional.
Kemitraan untuk Pembangunan Berkelanjutan
Pertemuan antara Duta Besar Indonesia dan Library of Congress bukan hanya tentang pertukaran bahan bacaan, tetapi juga tentang kolaborasi jangka panjang dalam mengembangkan Main Agenda penguatan keberadaan Indonesia di ranah global. Indroyono Soesilo menegaskan bahwa inisiatif seperti penyerahan manuskrip dan buku karya nasional menjadi bagian dari upaya membangun jembatan antargenerasi dalam memahami dan menghargai warisan budaya.
“Kerja sama antar-lembaga pengetahuan merupakan bagian dari Main Agenda memperkuat kehadiran Indonesia dalam dialog global tentang pengetahuan dan seni,” lanjut Duta Besar. Ia juga menyebutkan bahwa keberadaan koleksi Indonesia di Library of Congress berkontribusi pada peningkatan literasi dan peradaban dunia, terutama dalam konteks peluncuran dua buku referensi baru oleh Perpustakaan Nasional Indonesia dalam perayaan HUT ke-46.
Salah satu Main Agenda yang diusung dalam kunjungan ini adalah penguatan akses kepengetahuan melalui digitalisasi. Library of Congress dan Indonesia sepakat mengembangkan program bersama untuk memudahkan akses ke koleksi manuskrip, buku, dan arsip budaya. Ini menjadi langkah konkret dalam menjawab tantangan modernisasi yang menuntut penyebaran informasi secara cepat dan efektif.