Uncategorized
⚡ Anda membaca versi AMP yang dioptimalkan — Lihat versi lengkap →
Uncategorized

Meeting Results: Kemenko Perekonomian Bahas Akselerasi Infrastruktur Digital dan AI Genjot Pertumbuhan Ekonomi

David Gonzalez ⏱ 3 min read

Meeting Results: Kemenko Perekonomian Dorong Infrastruktur Digital dan AI untuk Pertumbuhan Ekonomi

Meeting Results menjadi topik utama dalam Forum Nasional bertajuk “Indonesia Digital Leap: Akselerasi Ekosistem Data Center, AI & Keamanan Siber untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional,” yang digelar di Gedung Ali Wardhana, Jakarta. Lebih dari 200 peserta, termasuk regulator, pelaku industri, dan pembuat kebijakan, hadir untuk mendiskusikan strategi pengembangan ekosistem teknologi yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi. Acara ini juga menjadi ajang perkenalan inisiatif penting yang diharapkan mendorong kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga terkait dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Strategi Transformasi Digital dan Penguatan Ekosistem Teknologi

Deputi Koordinasi Perdagangan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, menegaskan bahwa infrastruktur digital dan kecerdasan buatan (AI) adalah elemen kritis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. “Meeting Results ini menggarisbawahi pentingnya investasi pada data center, keamanan siber, dan inovasi teknologi tinggi agar Indonesia dapat bersaing secara global,” ujar Ali. Ia menyoroti bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada sinergi antara berbagai pihak dalam membangun ekosistem yang kuat.

Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Ditjen Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Aju Widia Sari, menyampaikan bahwa kunci utama untuk percepatan pembangunan adalah kolaborasi lintas sektor. “Meeting Results ini menegaskan bahwa kita perlu mengintegrasikan kebijakan, teknologi, dan sumber daya manusia agar Indonesia bisa menjadi pelaku utama ekosistem digital,” tambah Aju. Ia juga menekankan peran penting keamanan siber dalam melindungi infrastruktur kritis dan data penting.

Kolaborasi dan Investasi untuk Bangun Infrastruktur Kritis

Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, Rahmat Subagio, menyoroti bahwa ancaman siber semakin kompleks, mulai dari ransomware hingga serangan terhadap sistem ekonomi. “Meeting Results ini menjadi kesempatan untuk menegaskan komitmen dalam membangun kekuatan cyber resiliency,” kata Rahmat. Ia menekankan bahwa peningkatan investasi pada Security Operations Center (SOC) dan sharing intelijen ancaman akan menjadi prioritas untuk menjaga ketahanan siber sektor publik dan swasta.

Kementerian Investasi Rosan Roeslani juga mengungkapkan rencana penggunaan skema Blended Finance inovatif untuk memenuhi kebutuhan modal besar di sektor teknologi tinggi. “Meeting Results ini menegaskan bahwa dukungan finansial dari berbagai pihak diperlukan untuk mempercepat akselerasi AI dan infrastruktur digital di Indonesia,” jelas Rosan. Ia menambahkan bahwa pengembangan teknologi ini juga sejalan dengan upaya global dalam meningkatkan produktivitas ekonomi.

Panel dan Diskusi tentang Ekosistem Teknologi

Dalam sesi panel, para ahli dan pemangku kebijakan mengupas peran data center dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi digital. Peserta seperti Sekretaris Badan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Digital, I Nyoman Adhiarna, serta Presiden KORIKA Hammam Riza, memberikan perspektif mengenai kebutuhan penguatan kebijakan dan regulasi. “Meeting Results ini menghadirkan dialog yang konstruktif untuk mempercepat adopsi teknologi di seluruh sektor,” kata Hammam.

Forum juga menjadi platform untuk mengumumkan Program SIAP 2025 di Aceh. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan daya saing pelaku jasa TIK lokal melalui pelatihan, sertifikasi, dan akses pasar internasional. “Meeting Results ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendorong inovasi di daerah,” tambah Ali Murtopo Simbolon. Kementerian Perekonomian menyatakan bahwa program ini akan menjadi contoh konkret dalam mewujudkan ekonomi digital yang inklusif.

Sebagai bagian dari upaya akselerasi, DTI Series 2026 dan Cyber Resilience & Defense Conference & Expo (CRD-CX) 2026 akan diadakan pada 5–6 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center. “Meeting Results ini menegaskan bahwa kolaborasi berkelanjutan antara regulator, pelaku industri, dan akademisi adalah jalan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang cepat dan berkelanjutan,” ujar Gad Permata, Vice President Director PT Adhouse Clarion Events. Acara tersebut diharapkan memperkuat sinergi dalam mengembangkan teknologi dan menjawab tantangan global yang semakin kompleks.

Bagikan artikel ini