TVRI Kaltara Berinisiatif Kolaborasi UMKM Dalam Nobar Piala Dunia 2026, Wujudkan New Policy Ekonomi Lokal
New Policy – Dalam upaya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, TVRI Kaltara mengumumkan New Policy yang menempatkan pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai mitra utama dalam penyelenggaraan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026. Acara yang akan digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 ini diharapkan tidak hanya memperkaya pengalaman penonton, tetapi juga memberikan peluang ekonomi bagi usaha kecil. Dengan menggandeng UMKM, TVRI Kaltara ingin memastikan bahwa acara olahraga internasional ini menjadi ajang perekonomian lokal yang berdampak nyata.
New Policy: Memperkuat Ekonomi Melalui Inisiatif Kolaborasi
New Policy ini menjadi bagian dari strategi TVRI Kaltara untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan. Dalam peran sebagai penyiar resmi, stasiun TV tersebut berharap bisa memanfaatkan momentum Piala Dunia untuk menciptakan peluang kerja serta peningkatan omzet bagi UMKM. Pemilihan lokasi nobar yang strategis, seperti pusat kota dan area yang ramai, diharapkan mampu menarik minat masyarakat luas serta mengaktifkan sektor usaha lokal.
“New Policy ini dijalankan sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan sektor swasta. Kita tidak hanya menyediakan hiburan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi UMKM melalui berbagai kegiatan yang diadakan selama event,” kata Agung Kameswara, Kepala TVRI Stasiun Kaltara.
UMKM akan terlibat dalam berbagai aspek, mulai dari penyediaan makanan dan minuman, hingga layanan kebersihan dan transportasi selama acara berlangsung. Langkah ini diharapkan memperkuat jaringan pasar UMKM sekaligus meningkatkan pengakuan terhadap peran mereka dalam perekonomian. New Policy ini juga sejalan dengan kebijakan nasional yang mendorong keterlibatan sektor usaha kecil dalam kegiatan strategis.
Program Asta Cita Sebagai Dasar New Policy
Program Asta Cita, yang merupakan inisiatif pemerintah untuk memperkuat UMKM, menjadi dasar dari New Policy ini. Kepala TVRI Kaltara menjelaskan bahwa kolaborasi dengan UMKM adalah bagian dari upaya membangun ekonomi lokal secara berkelanjutan. Dengan menggandeng usaha kecil, acara nobar Piala Dunia diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga platform untuk pemberdayaan masyarakat.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan program Asta Cita bisa diimplementasikan melalui acara nobar ini. New Policy ini memberikan kesempatan bagi UMKM untuk berkontribusi secara langsung dalam kegiatan besar,” ujar Agung Kameswara.
Keberhasilan pelaksanaan New Policy juga bergantung pada partisipasi aktif UMKM. Dukungan dari kepala daerah serta perwakilan usaha kecil diharapkan mampu memastikan keberlangsungan acara yang sejalan dengan visi pembangunan daerah. Dengan memanfaatkan keberadaan TVRI sebagai penyiar resmi, UMKM bisa meningkatkan daya saing dan akses pasar mereka.
Persiapan dan Lokasi Nobar di Berbagai Kabupaten
Sebagai bagian dari New Policy, TVRI Kaltara melakukan persiapan intensif untuk menyebarluaskan acara nobar Piala Dunia 2026 ke berbagai kabupaten di Kalimantan Utara. Kepala stasiun tersebut telah melakukan kunjungan ke Nunukan, Tana Tidung, dan Bulungan untuk menentukan lokasi strategis. Lokasi nobar yang dipilih di alun-alun kantor bupati, serta titik-titik berkumpul di pusat kota, diharapkan memudahkan akses masyarakat.
“Kita masih mencari lokasi yang tepat di Bulungan, khususnya di sebelah CFD untuk menyelenggarakan acara perdana pada 14 Juni. Kebutuhan infrastruktur dan koordinasi dengan pihak setempat sedang dipercepat,” terang Agung Kameswara.
Acara nobar akan dilaksanakan secara terjadwal, dengan penyesuaian waktu berdasarkan pertandingan penting. Dukungan dari UMKM dalam New Policy ini juga mencakup penawaran produk lokal yang dapat dikonsumsi oleh penonton, sehingga menciptakan ekosistem perekonomian yang lebih inklusif.
TVRI Kaltara terus berupaya memastikan New Policy ini berjalan maksimal. Dengan berbagai langkah koordinasi, diharapkan acara nobar menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keharmonisan antara masyarakat dan pemerintah. Semua upaya ini merupakan wujud komitmen untuk menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai momentum kebangkitan UMKM di Kalimantan Utara.