Uncategorized

New Policy: Prabowo Sebut Masyarakat Desa Tak Terdampak Pelemahan Rupiah, Ekonom: Kalau Harga Naik, Mereka Juga Terdampak

New Policy: Prabowo and Ekonom Discuss Rupiah Depreciation Impact on Rural Communities

Prabowo’s Statement on Rural Communities

New Policy – Berdasarkan laporan terkini, rupiah terus mengalami pelemahan nilai tukar terhadap dolar AS, mencapai Rp17.612 per dolar. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena bisa mengganggu sektor ekonomi nyata, terutama di tengah New Policy yang sedang diterapkan pemerintah. Dalam acara peresmian 1.061 koperasi desa/kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Prabowo Subianto menyampaikan pandangan bahwa masyarakat pedesaan tidak secara langsung merasakan dampak pelemahan rupiah.

“Mau dolar naik berapa pun, yang pusing adalah masyarakat yang sering berbelanja di luar negeri. Mbak Titiek (Siti Hediati Hariyadi) pun bisa merasakannya,” ujarnya sambil bercanda dengan mantan istrinya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menggambarkan bahwa sektor pedesaan relatif terlindungi dari fluktuasi kurs rupiah. Namun, ekonom Nailul Huda dari Celios mengingatkan bahwa New Policy tidak sepenuhnya memutus hubungan antara pelemahan rupiah dan kenaikan harga dalam negeri.

Economic Concerns and Potential Consequences

“Pelemahan rupiah akan langsung memicu inflasi dari impor, terutama dalam 2-3 bulan ke depan. Biaya distribusi dan harga barang akan naik, sehingga masyarakat pedesaan pun terdampak,” kata Nailul Huda.

Menurut Nailul, industri plastik menjadi salah satu komoditas yang paling awal terkena dampak New Policy. Ketersediaan bahan baku yang langka dan peningkatan biaya distribusi menyebabkan harga kemasan melonjak, yang kemudian berdampak pada sektor industri lainnya. “Tidak hanya plastik, elektronik dan pertanian juga tergantung pada bahan impor,” tambahnya.

Langkah pelemahan rupiah melalui New Policy menimbulkan dilema bagi pengusaha lokal. Di satu sisi, biaya produksi meningkat, sementara di sisi lain daya beli masyarakat turun tajam. “Produsen kini harus berpikir seribu kali dalam menentukan harga jual karena margin keuntungan dipertipis,” jelas Nailul.

Kondisi ini memicu peringatan bahwa New Policy memerlukan evaluasi lebih lanjut. Jika pelemahan rupiah terus berlanjut, risiko pengurangan tenaga kerja dan efisiensi ekstrem dalam produksi sangat tinggi. “Permintaan yang turun akan memaksa pengusaha melakukan PHK untuk mempertahankan profit,” katanya.

Dalam konteks New Policy, masyarakat desa ternyata tidak sepenuhnya terlepas dari dampak pelemahan rupiah. Meski mereka tidak menggunakan dolar langsung, kenaikan harga barang konsumsi akibat inflasi impor akan menyebar ke segala lapisan. “Klaim Prabowo bahwa masyarakat desa tidak terdampak memang tidak sepenuhnya salah, tetapi tidak cukup untuk mengabaikan kenaikan harga yang terjadi,” tambah Nailul.

Leave a Comment