Daftar Isi
Tim SAR Temukan Korban Terakhir Insiden Korban Tenggelam Sungai Mapili
Tim SAR Temukan Korban Terakhir Insiden – Setelah berlangsung selama beberapa hari, tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban terakhir dari insiden tenggelam yang terjadi di Sungai Mapili, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Penemuan jasad Dermawan (6), anak yang hilang dalam kecelakaan tersebut, menjadi penutup dari operasi pencarian yang intensif dan berkelanjutan. Kehadiran tim SAR dianggap sebagai bagian penting dari upaya penyelamatan, yang berhasil mengakhiri penantian keluarga korban dan memberikan kepastian bagi keberhasilan pencarian ini.
Peristiwa Meninggal di Sungai Mapili
Insiden tragis terjadi pada Jumat (5/6) sekitar pukul 11.00 WITA, saat lima anak berenang di Sungai Mapili. Tiga dari mereka nyaris tak terjangkau karena terbawa arus deras yang menggerus wilayah sungai tersebut. Dua anak berhasil menyelamatkan diri dengan bantuan warga sekitar, sementara tiga lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal. Tim SAR memulai pencarian segera setelah insiden dilaporkan, dengan kekhawatiran besar terhadap keberadaan korban terakhir yang masih belum ditemukan.
Dermawan, korban terakhir, ditemukan pada Minggu sore pukul 16.05 WITA, sekitar 5,16 kilometer dari titik kejadian. Penemuan ini memerlukan kerja keras dan konsentrasi tinggi dari tim SAR, yang harus menyisir area yang luas serta menghadapi tantangan cuaca dan kondisi sungai yang sulit. Arus sungai yang deras menyulitkan proses evakuasi, sehingga petugas harus menggunakan peralatan khusus dan koordinasi yang sempurna untuk menemukan jasad korban.
Kesulitan dalam Operasi Pencarian
Dalam proses pencarian, tim SAR mengalami beberapa kesulitan, termasuk keterbatasan visibilitas air dan ketidakpastian arah aliran sungai. Selain itu, medan yang curam dan lembah menyulitkan akses ke lokasi yang lebih dalam. Keberhasilan menemukan Dermawan berkat kemampuan tim SAR yang terlatih dan dukungan dari warga setempat yang memberikan informasi serta bantuan logistik. Setiap langkah dalam operasi dianggap sebagai bagian dari upaya bersama untuk menyelesaikan kasus ini.
“Penemuan Dermawan menandai penyelesaian operasi pencarian yang telah berlangsung sejak Jumat lalu,” kata Mahmud Afandi, Kepala Basarnas Mamuju. “Sinergi antar tim SAR dan pihak terkait menjadi kunci keberhasilan menemukan semua korban yang hilang.”
Sebelumnya, pada Minggu pagi sekitar pukul 08.30 WITA, Humairah (7) ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, sekitar 3,8 kilometer dari lokasi awal. Penemuan ini mempercepat proses penyelamatan, namun masih ada satu korban yang menjadi fokus utama hingga akhir pekan. Penyelidikan awal menunjukkan bahwa insiden tersebut diakibatkan oleh kelelahan korban saat berenang, yang kemudian memicu kecelakaan mematikan.
Tim SAR juga mencatat beberapa langkah penting dalam operasi ini, seperti penggunaan drone untuk memetakan area yang tidak terjangkau dan keterlibatan warga sekitar dalam mengawasi pergerakan arus sungai. Proses evakuasi korban berjalan lancar, dengan jasad korban langsung diserahkan ke keluarga untuk pemakaman. Keberhasilan menemukan korban terakhir memberikan kelegaan bagi keluarga yang telah lama menunggu berita baik.
Insiden ini menjadi pengingat bagi pentingnya pengawasan orang dewasa saat anak-anak bermain di sungai. Keselamatan dan kesadaran akan bahaya alam menjadi fokus utama dari pihak terkait, termasuk Tim SAR yang telah menyelesaikan tugasnya secara cermat. Semua korban yang ditemukan sekarang telah diberikan kepastian, meskipun proses ini memakan waktu dan energi yang besar.