Presiden Prabowo Iduladha di Prancis, Wapres Gibran Salat Id di Istiqlal Jakarta
Kunjungan Prabowo ke Prancis dan Agenda Salat Iduladha
Topics Covered – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin tidak menjadi fokus utama pada perayaan Iduladha tahun ini. Justru, Presiden Prabowo Subianto yang melakukan kunjungan luar negeri ke Prancis pada Senin (25/5/2026), menjadi perhatian publik. Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, mengonfirmasi keberangkatan presiden tersebut. “Bapak Presiden semalam sudah bertolak ke Prancis,” kata Juri dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (26/5/2026).
“Jadi tentu (salat Id) akan menyesuaikan karena hari Rabu masih ada di sana. Jadi tentu akan menyesuaikan situasi di sana. Nanti kita tunggu saja,” tambah Juri.
Menurut Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wapres Gibran Rakabuming Raka akan melaksanakan salat Iduladha di Masjid Istiqlal, Jakarta, besok pagi. “Insyaallah besok pagi kita akan merayakan Idul Adha bersama para petinggi negara lainnya,” jelas Nasaruddin. Ini menjadi peristiwa yang dikategorikan dalam Topics Covered, mengingat presiden dan wapres membagi tugas menghadiri perayaan di dua lokasi berbeda.
Agenda Prabowo di Prancis
Presiden Prabowo Subianto tiba di Indonesia setelah mengakhiri kunjungan luar negeri yang dimulai 1 Juli 2025. Selama di Prancis, ia menghadiri parade militer Bastille Day di Paris, Rabu (16/7). Acara tersebut diikuti oleh Menteri Dalam Negeri Prancis, Bruno Retailleau, dan Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone.
Di Belgia, Prabowo diagendakan menghadiri pertemuan ekonomi. Ia juga memberikan pengarahan kepada 1.000 siswa perwira TNI dan Polri di Bandung. Selain itu, presiden menyetujui pembentukan family office yang menggunakan dana pasar global, bukan APBN. Kegiatan-kegiatan ini dianggap sebagai bagian dari Topics Covered, menggambarkan peran presiden dalam menjaga hubungan diplomatik dan mengembangkan strategi ekonomi.
Program Pemimpin BUMN dan Dukungan LMND
Program Presidential Future Leaders Program (PFLP) 2026 diumumkan resmi oleh pemerintah. Inisiatif ini bertujuan mencetak talenta profesional untuk memimpin Badan Usaha Milik Negara. Prabowo memberikan pengarahan langsung kepada peserta program di Hambalang.
Sejumlah lembaga seperti Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) mendukung penegasan presiden terkait Pasal 33 UUD 1945. Mereka menilai ini sebagai langkah untuk mewujudkan ekonomi berdikari dan kedaulatan nasional. Program ini dianggap sebagai salah satu Topics Covered dalam upaya pemerintah membangun sistem kepemimpinan yang lebih kuat.
Menurut Sekretaris Jenderal LMND, kebijakan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat karena menggabungkan pendidikan politik dengan pengembangan kewirausahaan. “Kami mendukung semua program yang mengarah pada penguasaan kekuasaan oleh warga negara,” ujarnya. Inisiatif ini juga menjadi fokus utama dalam Topics Covered, menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pembangunan sektor publik.
Pemimpin Masa Depan dan Kondisi Kesehatan Jokowi
Presiden Prabowo dan Wapres Gibran menunjukkan keseragaman pakaian saat menghadiri undangan. Mereka berduka mengenakan setelan jas biru dan dasi biru. Keduanya juga melakukan sesi foto bersama dengan para pimpinan DPR RI.
Sementara itu, mantan presiden Joko Widodo memberikan pernyataan bahwa kondisi kesehatannya sedang membaik. Ia menyatakan siap menghadiri undangan-undangan yang diberikan oleh pemerintah. Hal ini menjadi Topics Covered dalam berita, mengingat peran mantan presiden dalam mengawasi pemerintahan saat ini.
PDI Perjuangan menyarankan Wapres Gibran untuk berkantor di IKN agar pengeluaran biaya tidak sia-sia. Partai tersebut mengambil contoh Presiden ke-7, Joko Widodo. Kebijakan ini dianggap sebagai bagian dari Topics Covered, menunjukkan dinamika kepemimpinan dalam transisi pemerintahan.
Manfaat Iduladha dan Pengaruhnya terhadap Kebijakan
Penggunaan masjid sebagai pusat perayaan Iduladha tidak hanya menjadi simbol keagamaan, tetapi juga alat komunikasi sosial. Presiden Prabowo dan Wapres Gibran membawa contoh bagus dalam mengintegrasikan kegiatan agama dengan kebijakan publik. Dalam Topics Covered, perayaan ini dipandang sebagai kegiatan yang mampu memperkuat kohesi nasional.
Menurut pengamat politik, kehadiran dua pemimpin di lokasi berbeda menunjukkan kesadaran akan peran masing-masing dalam membangun bangsa. “Ini adalah langkah strategis untuk menegaskan keberlanjutan kepemimpinan,” kata salah satu analis. Perayaan Iduladha juga diharapkan menjadi momen yang membawa dampak positif pada reputasi pemerintahan, terutama dalam konteks Topics Covered tentang kinerja presiden dan wapres.