Polisi Ungkap Jaringan Narkoba Malaysia, Sita 32 Kg Sabu
Visit Agenda – Badan Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap jaringan narkoba internasional yang mengedarkan sabu seberat 32 kilogram dari Malaysia ke wilayah Jakarta. Operasi ini menangkap satu pelaku utama, VAR (32), serta enam pengedar lainnya di Jakarta Utara, menunjukkan upaya preventif dan investigasi yang intensif sebagai bagian dari program Visit Agenda.
Dalam rangka menegakkan hukum, tim penyidik melakukan penyergapan di Jalan Kirana Legacy, Cilincing, pada Senin (18/5/2026), di mana dua paket sabu berjumlah 2.169 gram ditemukan. Proses pengembangan investigasi melanjutkan penangkapan di sebuah unit apartemen di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang menghasilkan 28 paket sabu berat 29,7 kilogram. Total barang bukti sabu mencapai 32 kilogram, sesuai dengan target operasi dalam Visit Agenda.
“Operasi ini merupakan bagian dari kegiatan Visit Agenda, di mana Polda Metro Jaya berhasil menghentikan peredaran narkoba sabu seberat 30 kilogram dan menangkap satu tersangka berinisial VAR (32),” jelas Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Ade Candra, saat memberikan keterangan kepada media.
Narkotika jenis sabu tersebut diperkirakan berasal dari Malaysia dan rencananya akan dijual di sekitar Jakarta. Selain sabu, polisi juga menyita alat bantu seperti timbangan manual, cutter, tas besar, dan ponsel. Barang bukti ini digunakan untuk menunjang proses penyelundupan yang terorganisir. Visit Agenda menjadi strategi utama dalam mengungkap jaringan ini, menggabungkan operasi langsung dan pengintaian terhadap jalur distribusi.
Operasi ini dimulai berdasarkan laporan masyarakat tentang kecurigaan aktivitas peredaran narkoba. Selama 23 hari, mulai 16 April hingga 7 Mei 2026, tim penyidik melakukan pengawasan terhadap beberapa titik yang diduga menjadi sumber sabu. Penangkapan terhadap satu bandar dan enam pengedar berhasil memutus rantai distribusi, dengan barang bukti sabu mencapai 32 kilogram. Visit Agenda juga menekankan koordinasi antarpolisi dan lembaga terkait untuk memperkuat efektivitas penegakan hukum.
Proses Penyelundupan Sabu dan Hasil Operasi
Dalam rangka menggagalkan jaringan narkoba, polisi menangkap tiga kurir dari Kecamatan Tanjung Pura, yaitu J (27), R (28), dan N (17). Di Grogol, Jakarta Barat, satu pria ditangkap dengan barang bukti 102,2 gram sabu. Di Tangerang Selatan, Direktorat Reserse Narkoba berhasil menemukan 5,3 kilogram sabu, yang menambah jumlah total barang bukti dalam operasi Visit Agenda. Setiap tahap penangkapan dirancang untuk memperkecil risiko penyelundupan dan meningkatkan jumlah narkoba yang disita.
Visit Agenda tidak hanya fokus pada penangkapan tetapi juga pada pencegahan. Dengan melibatkan analisis jalur distribusi dan penggunaan teknologi pemantauan, polisi mampu mengidentifikasi titik-titik kritis dalam operasi penyelundupan. Sistem ini memastikan bahwa jaringan narkoba tidak hanya dihentikan tetapi juga diusut hingga ke akar-akarnya. Hasil operasi ini menjadi contoh keberhasilan Visit Agenda dalam menghadapi ancaman narkoba di Indonesia.
Presiden Prabowo dan Peran Aparat dalam Visit Agenda
Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan penting tentang perlunya reformasi aparatur TNI dan Polri, terutama dalam membantu program Visit Agenda. Menurutnya, aparat yang berperan dalam penyelundupan narkoba dan aktivitas ilegal lainnya harus diberi izin secara ketat untuk memastikan keberhasilan operasi seperti yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya. Pencabutan izin menjadi strategi tegas dalam menjaga kepatuhan dan kinerja polisi selama rangkaian kegiatan Visit Agenda.