Berita

Bareskrim dan BNN Gerebek Diskotek di Jakut, Pengunjung Dites Urine

bareskrim-polri-bersama-bnn-ri-menggerebek-sebuah-diskotek-di-kawasan-penjaringan-jakarta-utara-1792263149970_169
Foto : Patricia Brown - beritanew.com
Daftar Isi
  1. Razia Gabungan di Diskotek Penjaringan Berujung Tes Urine Pengunjung
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Razia Gabungan di Diskotek Penjaringan Berujung Tes Urine Pengunjung

Beritanew.com – Petugas gabungan dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia melakukan pemeriksaan di sebuah diskotek di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara. Dalam kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 18 Oktober 2026, para pengunjung diminta menjalani tes urine.

Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Kristian Parluhutan Siagian bersama Pelaksana Tugas Deputi Pemberantasan BNN Adri Irniadi. Sebanyak 462 personel dikerahkan untuk mendukung pemeriksaan di lokasi hiburan malam itu.

Kekuatan gabungan itu terdiri atas 146 personel Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, 95 personel Sabhara, 32 personel Provos, 29 personel Paminal, serta 160 personel dari BNN. Kehadiran personel dari berbagai unsur menunjukkan bahwa pemeriksaan dilakukan dengan pengamanan yang cukup besar dan terkoordinasi.

Petugas Menyisir Area Lantai Tiga

Menjelang pukul 00.51 WIB, petugas memulai penyisiran di area kamar mandi lantai tiga. Saat memeriksa lokasi tersebut, mereka menemukan dua cartridge yang telah digunakan dan dibungkus menggunakan tisu.

Temuan itu kemudian mengarahkan petugas ke salah satu ruangan karaoke yang letaknya tidak jauh dari toilet. Di dalam ruangan tersebut terdapat lima orang, yakni tiga pria dan dua wanita, yang sedang berkumpul sambil minum.

Petugas menjelaskan bahwa cartridge di kamar mandi ditemukan sesudah dua pria yang berada di ruang karaoke itu keluar dari area toilet. Selain barang yang ada di kamar mandi, petugas juga menyampaikan adanya satu cartridge yang dikaitkan dengan seorang perempuan bernama Yulia.

“Di sini, ditemukan satu cartridge dari ibu Yulia, satu ditemukan cartridge di kamar mandi, di wadah tisu. Setelah kamu (dua pria) keluar dari kamar mandi, kami temukan di wadah tisu,” jelas petugas.

Pemeriksaan di area hiburan malam tidak hanya mencakup ruang utama, tetapi juga titik-titik yang dinilai perlu diperiksa, termasuk toilet dan ruang karaoke. Dalam konteks razia narkoba, barang yang ditemukan di sekitar lokasi dapat menjadi dasar bagi petugas untuk melanjutkan pemeriksaan terhadap orang-orang yang berada di area terkait.

Pengunjung Meminta Pemeriksaan Dilakukan Tertutup

Saat petugas mencoba berbicara dengan lima tamu tersebut, komunikasi sempat berlangsung tegang. Seorang pengunjung perempuan meminta masker sebelum pemeriksaan dilakukan.

“Give me masker dulu, give me masker, masker! Jadi kita adil ya,” ucap tamu wanita.

Petugas meminta perempuan itu untuk tenang terlebih dahulu. Namun, permintaan masker kembali disampaikan oleh pengunjung tersebut.

“Tapi diam dulu ya,” kata petugas.

“Ya udah, masker,” sahut tamu wanita.

Kelima orang itu juga berupaya menghindari pemeriksaan terbuka dan menghendaki proses dilakukan secara tertutup. Situasi tersebut mendorong pimpinan tim operasi, AKBP Ivan, untuk memberikan penjelasan langsung mengenai tujuan pemeriksaan.

Ivan memperkenalkan diri sebagai pemimpin tim dan meminta para pengunjung mengikuti tahapan tes urine. Seorang pria di dalam ruangan menyampaikan bahwa mereka hanya sedang minum-minum.

“Bapak ibu, perkenalkan saya AKBP Ivan, yang memimpin tim ini, saya minta bapak ibu,” ucap Ivan.

“Ya kita minum-minum aja di sini,” jawab tamu pria.

Ivan kemudian menekankan bahwa pemeriksaan urine perlu dijalani. Ia menyampaikan bahwa pengunjung dapat melanjutkan kegiatan mereka apabila hasil pemeriksaan tidak menunjukkan persoalan.

“Saya minta nanti bapak ibu melakukan pengecekan tes urine, kalau bapak ibu tidak kenapa-napa, silakan boleh melanjutkan,” imbuh Ivan.

Pemeriksaan Menjadi Bagian Penindakan Narkoba

Tes urine digunakan dalam pemeriksaan untuk membantu petugas mengetahui ada atau tidaknya indikasi penggunaan zat terlarang pada seseorang. Dalam kegiatan seperti ini, petugas juga dapat menelusuri kondisi lokasi, barang yang ditemukan, serta keterangan dari orang-orang yang berada di tempat kejadian.

Razia di tempat hiburan malam umumnya memerlukan pengamanan berlapis karena melibatkan banyak pengunjung dan sejumlah ruang dengan akses berbeda. Personel Sabhara bertugas mendukung pengamanan, sementara unsur Provos dan Paminal turut berada dalam operasi gabungan tersebut. BNN juga dilibatkan sebagai lembaga yang memiliki peran dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika.

Temuan cartridge di kamar mandi menjadi salah satu fokus pemeriksaan petugas di diskotek tersebut. Setelah itu, penyisiran berkembang ke ruangan karaoke terdekat dan dilanjutkan dengan permintaan tes urine kepada para pengunjung yang ada di dalamnya.

Operasi gabungan ini memperlihatkan bahwa pemeriksaan tidak berhenti pada penelusuran area fisik lokasi. Petugas juga meminta kerja sama pengunjung untuk menjalani pemeriksaan yang diperlukan. Proses tersebut dilakukan di tengah kegiatan hiburan malam yang masih berlangsung pada dini hari.

Frequently Asked Questions

What is Bareskrim dan BNN Gerebek Diskotek di Jakut?

Bareskrim dan BNN Gerebek Diskotek di Jakut is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bareskrim dan BNN Gerebek Diskotek di Jakut matter?

Bareskrim dan BNN Gerebek Diskotek di Jakut matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment