Basarnas Ungkap Posisi Bangkai KM Virgo: Sudah Geser-di Kedalaman 30 Meter
Daftar Isi
Posisi KM Virgo Transport 8 Bergeser di Laut Jawa, Basarnas Utamakan Keselamatan Penyelam
Beritanew.com – Bangkai KM Virgo Transport 8 yang terbalik dan tenggelam di perairan Laut Jawa kini berada pada kedalaman sekitar 30 meter. Posisi kapal juga tercatat telah bergeser sekitar 1,6 mil laut ke arah barat dari titik yang sebelumnya menjadi acuan dalam operasi pencarian dan pertolongan.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyampaikan bahwa kedalaman kapal menjadi salah satu unsur penting dalam menentukan langkah penanganan kecelakaan. Meski lokasinya tidak berada di laut yang sangat dalam, kondisi kapal yang tengkurap serta pergerakannya mengikuti arus membuat operasi bawah air tetap memiliki risiko besar.
Posisi di Dasar Laut Menjadi Pertimbangan
Dalam penanganan kapal tenggelam, kestabilan bangkai kapal di dasar laut sangat penting. Syafii menjelaskan masukan dari TNI Angkatan Laut mengarah pada perlunya menjaga kapal tetap diam apabila sudah berada di dasar, agar tidak menambah ancaman bagi tim yang menjalankan operasi.
“Sebenarnya kalau dalam kondisi penanganan kecelakaan seperti ini, dari teman-teman TNI Angkatan Laut, malah kalau perlu tenggelam di dasar akan lebih baik kalau misalkan kapal itu diam,” kata Syafii.
Basarnas masih mempertimbangkan kemungkinan penarikan kapal sebagai bagian dari penanganan berikutnya. Namun, perhatian utama dalam tahap saat ini tetap diarahkan pada pencarian korban di permukaan laut dan area yang telah dipetakan oleh tim SAR.
“Tentu kita masih sangat berharap agar segera ditemukan korban-korban dalam kondisi selamat,” ujar Syafii.
Pencarian di laut memerlukan penyesuaian secara berkala karena arus dapat mengubah area pencarian dari waktu ke waktu. Perubahan posisi kapal turut memengaruhi titik datum, yaitu titik referensi yang dipakai untuk menyusun pola dan sektor pencarian.
Bergeser 1,6 Mil Laut ke Barat
Pergeseran posisi bangkai KM Virgo Transport 8 diketahui pada hari kedua operasi SAR. Kapal tersebut bergerak mengikuti dinamika arus di lokasi tenggelamnya, sementara kondisinya tetap terbalik di bawah permukaan laut.
“Posisi datum atau titik letak dari kapal Virgo Transport 8 ini ada pergeseran. Dari yang kemarin saya sampaikan, saat ini sudah bergeser kira-kira 1,6 nautical mile (mil laut) ke arah barat dalam kondisi terbalik,” kata Syafii.
Perubahan ini menjadi alasan penting bagi tim untuk terus memperbarui peta operasi. Titik pencarian tidak dapat diperlakukan sebagai lokasi yang statis, terutama ketika benda besar di bawah laut masih berpotensi terdorong atau berubah posisi akibat arus.
Enam sektor pencarian tetap digunakan pada hari kedua operasi. Meski demikian, pembagian wilayah itu dapat berubah pada operasi hari berikutnya setelah Basarnas Command Center menghasilkan pembaruan SAR Map. Peta tersebut membantu tim menentukan area mana yang perlu diprioritaskan dalam pencarian lanjutan.
“Kemungkinan kita akan bergeser besok dan nanti akan dikirimkan dari SAR Map yang dihasilkan dari Basarnas Command Center,” kata Syafii.
Risiko Tinggi pada Operasi di Dalam Kapal
Kondisi kapal yang tengkurap membuat upaya memasuki badan kapal tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Penyelam harus menghadapi ruang tertutup, struktur kapal yang terbalik, kemungkinan perubahan tekanan, serta kondisi cuaca dan lingkungan bawah laut yang harus benar-benar aman.
“Kalau misalkan posisinya tengkurap pada saat tim penyelam itu masuk, tentunya memiliki risiko tersendiri dan operasi hanya bisa dilaksanakan apabila memenuhi ketentuan dan safety first, artinya jaminan aman,” ujarnya.
Keselamatan personel menjadi pertimbangan utama karena bagian dalam kapal masih memiliki sekat dan ruang kosong. Ruang-ruang tersebut dapat memengaruhi kestabilan kapal di bawah air. Dalam keadaan tertentu, kapal berpotensi bergerak atau melayang mengikuti arus sehingga metode pencarian harus dirancang dengan sangat hati-hati.
Membuka sekat secara paksa juga dapat menciptakan bahaya serius. Perbedaan tekanan di dalam ruang kapal dapat berubah mendadak dan membahayakan penyelam yang berada di area sempit. Karena itu, kemampuan teknis penyelam harus selalu disertai kepatuhan pada prosedur keselamatan yang berlaku.
“Begitu juga pada saat ada ruang-ruang di kapal yang kosong ini, kalau kita sampai memaksakan untuk masuk, apabila kita membuka misalkan salah satu sekat dari ruang kosong ini, di situ ada perubahan tekanan yang luar biasa, tentunya ini akan sangat membahayakan,” katanya.
Evaluasi Teknis untuk Operasi Hari Ketiga
Basarnas menyiapkan pembahasan lanjutan untuk menentukan pola operasi pada hari ketiga. Dalam evaluasi tersebut, lembaga ini akan melibatkan personel dengan pengalaman maupun pendidikan khusus untuk menghadapi situasi kapal tenggelam dan operasi penyelamatan bawah air.
“Kita akan melaksanakan diskusi dan kita melibatkan personel-personel yang memang memiliki kemampuan, baik itu pengalaman atau pendidikan di kondisi-kondisi ini. Ini yang akan kita kembangkan,” ujar Syafii.
Salah satu kemungkinan yang sedang dikaji adalah mengubah posisi KM Virgo Transport 8 agar pencarian di bagian dalam kapal dapat dilakukan dengan kondisi yang lebih memungkinkan. Opsi ini belum menjadi keputusan akhir karena setiap langkah harus dihitung dari sisi risiko, kondisi kapal, serta keamanan seluruh personel yang terlibat.
Operasi pencarian tetap berjalan dengan tujuan menemukan korban secepat mungkin. Di tengah perubahan posisi bangkai kapal dan tantangan arus Laut Jawa, keputusan teknis akan terus disesuaikan agar pencarian dapat dilakukan secara efektif tanpa mengabaikan keselamatan tim penyelamat.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Basarnas Ungkap Posisi Bangkai KM Virgo?
Basarnas Ungkap Posisi Bangkai KM Virgo is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Basarnas Ungkap Posisi Bangkai KM Virgo matter?
Basarnas Ungkap Posisi Bangkai KM Virgo matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.