Berita

Karutan Depok Ungkap Cara Narkoba untuk Pesta Masuk Rutan

karutan-depok-ario-galih-maduseno-1791131295732_169-1
Foto : Michael Gonzalez - beritanew.com
Daftar Isi
  1. Rutan Depok Selidiki Dugaan Pesta Narkoba, Puluhan Warga Binaan Diperiksa
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Rutan Depok Selidiki Dugaan Pesta Narkoba, Puluhan Warga Binaan Diperiksa

Beritanew.com – Rumah Tahanan Negara Depok tengah menangani dugaan penyalahgunaan narkoba yang terjadi di dalam area rutan. Penelusuran dilakukan setelah video yang memperlihatkan sejumlah pria berjoget di sebuah ruangan ramai beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, salah seorang pria tampak memegang benda yang diduga alat untuk mengisap sabu.

Kepala Rutan Depok, Ario Galih Maduseno, membenarkan bahwa lokasi dalam video tersebut berada di Rutan Depok. Pihak rutan kini mengumpulkan keterangan, memeriksa orang-orang yang diduga terkait, serta berkoordinasi dengan aparat dan jajaran pemasyarakatan untuk menentukan penanganan selanjutnya.

Investigasi Menelusuri Jalur Masuk Narkoba

Ario menyampaikan bahwa penyelidikan tidak hanya berfokus pada aktivitas yang terlihat dalam video, tetapi juga pada cara narkoba dapat masuk ke lingkungan rutan. Dugaan awal yang sedang didalami adalah barang terlarang itu dibawa masuk.

“Kalau investigasi, narkoba melalui dibawa,” ujar Ario pada Minggu (4/10/2026).

Masuknya narkoba ke tempat penahanan menjadi perhatian serius karena rutan memiliki sistem pengawasan dan pemeriksaan. Ario menegaskan pengamanan akan terus diperkuat, termasuk lewat kegiatan razia yang dilakukan secara rutin maupun pada situasi tertentu.

Pendekatan persuasif tetap diterapkan dalam pelaksanaan pengamanan. Namun, langkah tersebut berjalan seiring dengan tindakan tegas terhadap dugaan pelanggaran, terutama yang berkaitan dengan peredaran narkotika di dalam rutan.

“Kami berkomitmen menjaga keamanan dan razia akan terus-menerus,” kata Ario.

Rutan Depok juga melibatkan unsur dari luar dalam upaya pencegahan dan penindakan. Dukungan eksternal dinilai penting untuk memperkuat komitmen pemberantasan narkoba serta membantu pelaksanaan pengawasan di lapangan.

Keterbatasan Petugas Jadi Sorotan

Ario menjelaskan jumlah personel yang tersedia belum sebanding dengan jumlah penghuni rutan. Saat ini, Rutan Depok menampung sekitar 1.279 warga binaan, sementara petugas yang berjaga dalam satu giliran berjumlah sekitar 10 orang.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam menjaga pengawasan setiap hari. Meski begitu, Ario menyatakan razia tetap dijalankan, baik secara berkala maupun secara insidentil. Ia juga menyebut baru sekitar satu bulan menerima amanah sebagai kepala rutan dan sedang melakukan penguatan terhadap seluruh personel.

Penguatan pengamanan tidak berhenti pada petugas internal. Rutan Depok menggandeng kepolisian, TNI, Badan Narkotika Nasional Kabupaten, serta Brimob untuk mendukung kegiatan pemeriksaan dan pencegahan peredaran barang terlarang.

“Kami menggandeng pihak eksternal dari kepolisian, TNI, BNNK, juga Brimob,” ucapnya.

Kolaborasi lintas lembaga diperlukan karena dugaan peredaran narkoba di tempat penahanan dapat melibatkan berbagai jalur. Penelusuran yang menyeluruh penting untuk mengurai asal barang, pihak yang diduga membantu, serta celah pengamanan yang mungkin dimanfaatkan.

22 Warga Binaan dan Dua Petugas Diperiksa

Dalam pemeriksaan awal terhadap ruangan yang tampak pada video, terdapat sekitar 22 warga binaan. Dari jumlah itu, tiga hingga empat orang mendapat pendalaman lebih lanjut untuk mengklarifikasi dugaan penggunaan narkoba dan keterlibatan dalam aktivitas tersebut.

Selain warga binaan, dua petugas juga menjalani pemeriksaan sementara. Pemeriksaan terhadap petugas dilakukan terkait dugaan adanya bantuan atau fasilitas yang memungkinkan terjadinya pelanggaran di lingkungan rutan.

“Untuk sementara ini dua orang,” tutur Ario saat menjelaskan jumlah petugas yang diperiksa.

Video yang beredar memperlihatkan beberapa pria berada dalam satu ruangan dengan musik berkeras. Mereka terlihat berjoget, sementara salah satu orang tampak memegang botol yang dicurigai digunakan sebagai bong. Narasi yang menyertai rekaman itu menyebut aktivitas tersebut terjadi di Rutan Depok.

Pemeriksaan terhadap rekaman digital, saksi, serta pihak yang berada di lokasi menjadi bagian penting untuk memastikan rangkaian peristiwa. Langkah ini juga diperlukan agar penetapan tanggung jawab dilakukan atas dasar fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pelaporan ke Polisi dan Ditjenpas

Rutan Depok telah membawa persoalan ini ke kepolisian. Pelaporan dilakukan berkaitan dengan dugaan pelanggaran, termasuk kemungkinan adanya petugas yang membantu memfasilitasi kejadian tersebut.

Selain itu, pihak rutan telah menyampaikan informasi kepada Kepala Kantor Wilayah serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Koordinasi tersebut dimaksudkan untuk memperoleh arahan dalam penyelidikan dan penanganan perkara.

Tim gabungan dari Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Barat, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, dan Rutan Depok akan melakukan pemeriksaan. Tim ini bertugas mengurai fakta peristiwa dan menentukan langkah lanjutan sesuai aturan yang berlaku.

“Siapa pun yang terbukti terlibat melanggar akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan,” tegas Ario.

Pihak Rutan Depok menyatakan akan bersikap transparan dan responsif selama proses berjalan. Komitmen perang terhadap peredaran gelap narkoba kembali ditekankan, dengan harapan pemeriksaan ini dapat mengungkap seluruh pihak yang terlibat sekaligus memperkuat pengamanan di dalam rutan.

Frequently Asked Questions

What is Karutan Depok Ungkap Cara Narkoba?

Karutan Depok Ungkap Cara Narkoba is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Karutan Depok Ungkap Cara Narkoba matter?

Karutan Depok Ungkap Cara Narkoba matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment