Berita

Terungkap Sandiwara Ayah Tiri di Cakung yang Tega Bunuh Bayi

ad74c05f-f503-42fe-812b-0e539c1e0926_169
Foto : Michael Jackson - beritanew.com
Daftar Isi
  1. Bayi Perempuan di Cakung Tewas, Ayah Tiri Diamankan Polisi
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Bayi Perempuan di Cakung Tewas, Ayah Tiri Diamankan Polisi

Beritanew.com – Warga di kawasan Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur, dikejutkan oleh kematian seorang bayi perempuan berusia satu tahun. Pemeriksaan polisi mengarah pada dugaan penganiayaan yang dilakukan ayah tiri korban, RP (30), yang sebelumnya disebut sempat menangis sambil membawa anak tersebut untuk meminta pertolongan.

Peristiwa itu diketahui aparat pada Kamis, 1 Oktober 2026, sekitar pukul 19.50 WIB. Polsek Cakung menerima informasi mengenai seorang bayi yang meninggal dalam keadaan tidak wajar. Petugas Reskrim Polsek Cakung, Perwira Pengendali, serta personel piket kemudian mendatangi lokasi untuk memeriksa kondisi korban dan mengumpulkan keterangan dari warga sekitar.

Datang Sambil Menangis dan Meminta Diantar ke Rumah Sakit

Kepala Polsek Cakung Kompol Andre Try Putra menjelaskan, RP mendatangi saksi berinisial S pada sekitar pukul 18.15 WIB. Saat itu, ia menggendong korban sambil menangis dan meminta agar bayi tersebut dibawa ke rumah sakit.

“Menurut keterangan Saksi 1, sekitar jam 18.15 WIB pelaku datang menggendong anaknya (korban) sambil menangis, terus pelaku meminta tolong terhadap Saksi 1 untuk mengantar korban ke rumah sakit,” ujar Andre dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).

S merupakan ipar dari ibu kandung korban. Melihat keadaan bayi tersebut, S menanyakan kondisi kesehatan anak itu. RP menjawab bahwa korban mengalami muntah-muntah. Namun, kecurigaan muncul setelah korban diletakkan di lantai dan wajahnya diperiksa.

Alih-alih tampak seperti anak yang hanya sakit, bayi itu ditemukan dengan luka lebam di wajah. Kondisi tersebut membuat S kembali meminta penjelasan kepada RP mengenai penyebab luka-luka pada korban.

“Kemudian Saksi 1 bertanya terhadap pelaku ‘emang korban sakit apa’, kemudian korban diletakkan di lantai oleh pelaku dan berkata kalau korban sakit karena muntah-muntah. Tetapi, sewaktu dicek oleh Saksi 1 bahwa wajah korban penuh dengan luka lebam,” ujarnya.

Alasan Pelaku Dinilai Tidak Konsisten

Ketika ditanya lebih jauh mengenai lebam pada wajah korban, RP disebut memberi jawaban yang tidak jelas. Ia menyampaikan bahwa bayi itu tertimpa kipas angin. Penjelasan tersebut tidak menghilangkan kecurigaan S, terutama karena kondisi fisik korban terlihat parah.

“Saksi 1 kemudian bertanya lagi terhadap pelaku ‘kamu apain anak ini’ dan dijawab oleh pelaku tertimpa kipas angin dan jawaban pelaku berbelit-belit,” ungkap Andre.

Alasan serupa juga disampaikan RP kepada ibu kandung bayi. Karena merasa ada kejanggalan, S memilih menghubungi ketua RT setempat. Langkah itu dilakukan agar kondisi anak dapat segera diperiksa dan situasinya ditangani oleh pihak berwenang.

Ketua RT yang datang ke rumah mendapati korban telah tidak sadarkan diri. Wajah bayi tampak lebam dan pucat. Setelah melihat keadaan tersebut, ketua RT menghubungi Polsek Cakung untuk meminta penanganan kepolisian.

Ditemukan Lebam dan Luka Berdarah

Pemeriksaan awal menunjukkan adanya sejumlah tanda kekerasan pada tubuh korban. Tim Identifikasi Polres Metro Jakarta Timur menemukan lebam pada mata sebelah kiri serta sisi kiri wajah bayi. Pada salah satu bagian luka juga terdapat darah.

“Dan dari hasil pengecekan oleh Tim Iden Polres Jaktim ditemukan luka lebam pada mata sebelah kiri, dan luka lebam sebelah kiri serta mengeluarkan darah,” kata Andre.

Polisi kemudian mendalami peristiwa itu melalui pemeriksaan di lokasi, keterangan saksi, dan pengecekan kondisi luar tubuh korban. Andre menyebut lebam tidak hanya terlihat di wajah, tetapi juga pada badan korban.

Hasil pendalaman selanjutnya membuat penyidik menyimpulkan bahwa kematian bayi tersebut berkaitan dengan penganiayaan. Dugaan awal bahwa korban sakit karena muntah-muntah tidak sejalan dengan temuan luka yang ada pada tubuh anak berusia satu tahun itu.

“Setelah kami cek, untuk penampakan luar dari korban ada lebam di muka dan badan. Awalnya pelaku mengaku korban muntah-muntah. Setelah kami selidiki lebih lanjut, ternyata korban tewas dianiaya oleh ayah tirinya,” pungkasnya.

RP Diamankan, Motif Masih Didalami

RP telah diamankan polisi. Rekaman penangkapannya juga beredar di media sosial. Dalam video tersebut, ia terlihat berada di sebuah rumah dengan kaus lengan panjang warna biru dongker dan celana pendek. Saat petugas datang, RP duduk di lantai dengan kepala tertunduk.

Sejumlah warga terdengar berbincang mengenai kondisi keluarga itu. Percakapan tersebut menyebut istri RP sedang bekerja, sementara RP diduga tidak bekerja dan tinggal di rumah bersama korban.

“Istrinya nggak ada?” kata warga dalam video tersebut.

“Kan istrinya kerja, dibilangin istrinya kerja,” jawab bu RT.

“Oh, dia nggak kerja, Bu RT?” sahut warga lainnya.

“Nggak,” jawab bu RT.

“Yaelah pengangguran,” sahut warga lainnya.

Saat dibawa menuju kendaraan polisi, RP tampak memakai helm hitam dengan kaca helm diturunkan. Penyidik masih mendalami alasan di balik dugaan penganiayaan terhadap bayi tersebut hingga meninggal dunia.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya kewaspadaan keluarga dan lingkungan ketika melihat anak mengalami luka yang tidak lazim atau ketika penjelasan tentang cedera terasa tidak selaras dengan kondisi korban. Dalam situasi darurat, pemeriksaan medis dan pelaporan kepada pihak berwenang dapat menjadi langkah penting untuk memastikan keselamatan anak.

Frequently Asked Questions

What is Terungkap Sandiwara Ayah Tiri di Cakung?

Terungkap Sandiwara Ayah Tiri di Cakung is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Terungkap Sandiwara Ayah Tiri di Cakung matter?

Terungkap Sandiwara Ayah Tiri di Cakung matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment