Universitas Brawijaya Perketat Akses ke Gedung Tinggi Usai Mahasiswa Lompat
Daftar Isi
Universitas Brawijaya Perketat Akses ke Gedung Usai Insiden Mahasiswa Jatuh
Beritanew.com – Universitas Brawijaya perketat akses ke gedung bertingkat setelah seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran berinisial RR (19) ditemukan jatuh dari lantai enam Gedung Fakultas Bio Industri Pertanian dan Kehutanan. Kampus akan melakukan evaluasi terhadap pengelolaan serta keamanan gedung-gedung tinggi di lingkungan Universitas Brawijaya.
Langkah tersebut disiapkan sebagai bentuk perhatian terhadap keselamatan civitas akademika. Peninjauan tidak hanya berkaitan dengan akses menuju lantai atas, tetapi juga pengawasan area tertentu di bangunan bertingkat yang digunakan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan pengunjung.
“Pak Rektor sudah memberikan catatan dan meminta ada evaluasi terkait gedung-gedung tinggi di lingkungan kampus kita,” ujar Sekretaris Universitas Brawijaya Tri Wahyu Nugroho.
Evaluasi Akses dan Keamanan Gedung Bertingkat
Kebijakan Universitas Brawijaya perketat akses ke gedung menjadi bagian dari evaluasi keselamatan kampus setelah insiden tersebut. Gedung bertingkat merupakan ruang aktivitas akademik yang ramai digunakan setiap hari, sehingga pengaturan akses dan pengawasan perlu disesuaikan dengan kebutuhan keamanan di lapangan.
Evaluasi dapat mencakup penataan titik masuk, pengawasan pada area luar bangunan, serta peninjauan kembali akses ke bagian-bagian gedung yang memiliki risiko lebih tinggi. Meski demikian, pengaturan baru tetap perlu mempertimbangkan kelancaran proses belajar, kegiatan penelitian, dan mobilitas seluruh warga kampus.
Pengetatan akses juga menunjukkan pentingnya pencegahan fisik di lingkungan pendidikan. Kampus perlu menyediakan ruang yang nyaman untuk belajar sekaligus memastikan setiap fasilitas dikelola dengan standar keselamatan yang memadai.
Kronologi Kejadian di Lingkungan Kampus
RR merupakan mahasiswa angkatan 2025 di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Ia diketahui memasuki Gedung Fakultas Pertanian pada Kamis (9/9) sekitar pukul 08.26 WIB.
Berdasarkan rekaman CCTV, RR berada di gedung tersebut sebelum kejadian. Sekitar pukul 08.50 WIB, staf Fakultas Pertanian berinisial DST (48) yang sedang berada di lantai satu mendengar suara benda jatuh dari area luar bangunan.
DST lalu memeriksa area parkir dan menemukan seorang mahasiswa telah jatuh. Setelah olah tempat kejadian perkara dilakukan, RR dibawa ke instalasi gawat darurat RSSA Malang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi perhatian bagi pihak kampus. Selain Universitas Brawijaya perketat akses ke gedung, evaluasi diharapkan membantu mengidentifikasi langkah-langkah keselamatan yang dapat diterapkan secara tepat pada fasilitas bertingkat di kampus.
Keselamatan Kampus dan Dukungan Kesehatan Mental
Pencegahan insiden di lingkungan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan desain bangunan atau pembatasan akses. Dukungan sosial dan perhatian terhadap kondisi emosional mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam menciptakan kampus yang aman.
Mahasiswa dapat menghadapi berbagai tekanan, mulai dari tuntutan akademik, penyesuaian dengan lingkungan baru, persoalan keluarga, hingga masalah pribadi. Dalam situasi sulit, berbicara dengan teman, keluarga, dosen, atau pihak yang dipercaya dapat menjadi langkah awal untuk memperoleh dukungan.
Teman dan orang di sekitar juga dapat berperan dengan hadir secara tenang, mendengarkan tanpa menghakimi, serta membantu menghubungkan seseorang dengan bantuan profesional. Sikap peduli yang sederhana dapat berarti besar bagi orang yang sedang merasa tertekan atau sendirian.
Mencari pertolongan bukanlah tanda kelemahan. Psikolog, psikiater, klinik kesehatan mental, dan fasilitas kesehatan terdekat dapat membantu seseorang memahami kondisi yang dialami serta menemukan bentuk pendampingan yang sesuai.
FAQ tentang Pengetatan Akses Gedung Universitas Brawijaya
Mengapa Universitas Brawijaya memperketat akses gedung?
Langkah ini dilakukan setelah insiden mahasiswa jatuh dari gedung. Kampus akan mengevaluasi keamanan dan akses pada gedung-gedung tinggi di lingkungan Universitas Brawijaya.
Apakah kegiatan akademik di gedung kampus tetap berlangsung?
Evaluasi akses diharapkan tetap memperhatikan kebutuhan aktivitas akademik. Pengaturan yang diterapkan nantinya bertujuan menjaga keselamatan tanpa mengabaikan fungsi gedung bagi mahasiswa dan civitas akademika.
Ke mana harus mencari bantuan saat mengalami tekanan emosional?
Segera hubungi orang terdekat yang dipercaya dan cari bantuan dari psikolog, psikiater, klinik kesehatan mental, atau layanan kesehatan terdekat. Jika seseorang berada dalam kondisi mendesak atau berisiko melukai diri, jangan tinggalkan mereka sendirian dan segera cari bantuan profesional.