Uncategorized

Hewan Kurban di Kandang Dadakan Dinilai Rentan Penyakit – Ini Imbauan Pemprov Sumsel

Hewan Kurban di Kandang Dadakan Rentan Penyakit, Ini Imbauan dari Pemprov Sumsel

Hewan Kurban di Kandang Dadakan Dinilai – Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Pemprov Sumsel) memberikan peringatan penting kepada masyarakat sebelum Idul Adha 1447 Hijriah. Mereka menyarankan untuk memilih hewan kurban dari kandang yang terawat, terutama karena hewan-hewan di kandang dadakan dinilai rentan terhadap penyakit. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ruzuan Efendi, mengatakan pemeliharaan yang tidak teratur bisa memicu penyebaran penyakit, seperti infeksi saluran pernapasan atau cacingan. “Pemprov Sumsel menekankan pentingnya memastikan hewan yang dibeli dalam kondisi optimal untuk ibadah kurban,” jelasnya.

Risiko Kesehatan Hewan di Kandang Terbuka

Hewan kurban yang diperoleh dari kandang dadakan di pinggir jalan atau pasar terbuka memang memiliki potensi masalah kesehatan. Ruzuan Efendi menjelaskan, karena kurangnya pengawasan, hewan-hewan ini bisa terpapar lingkungan yang kotor, pakan tidak sehat, atau kurang air minum. Faktor-faktor ini meningkatkan risiko infeksi atau kondisi tubuh yang tidak memadai untuk dipotong dalam Idul Adha. “Kita tidak bisa menjamin kualitas hewan jika tidak ada sistem pengawasan yang ketat,” imbuhnya.

“Sebagai bentuk penghormatan kepada Allah, hewan kurban harus memenuhi standar kesehatan dan kebersihan sebelum dipotong,” tutur Ruzuan Efendi, Senin (18/5).

Meski pemprov tidak menyalahkan para pedagang, mereka tetap mendorong masyarakat untuk memperhatikan surat keterangan sehat dan izin terhadap hewan yang dibeli. Ruzuan menyebutkan, kandang dadakan sering kali tidak memiliki fasilitas penanganan limbah yang memadai, sehingga memicu penyebaran bakteri dan virus. “Kami merekomendasikan membeli hewan dari tempat yang terpercaya agar tidak terjadi kesalahan pemilihan,” tambahnya.

Langkah Pemprov Sumsel untuk Menjaga Kualitas Kurban

Pemprov Sumsel telah mengeluarkan panduan khusus bagi masyarakat untuk memilih hewan kurban secara higienis. Panduan ini mencakup pemeriksaan kesehatan hewan, termasuk cek vaksinasi dan kondisi fisik. Ruzuan Efendi menekankan bahwa pemerintah akan melakukan inspeksi rutin di tempat-tempat penjualan hewan kurban untuk memastikan semua syarat terpenuhi. “Kami berharap masyarakat lebih sadar dan memilih hewan dengan kriteria yang baik,” katanya.

Di sisi lain, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel juga mendorong penggunaan kandang tertutup untuk hewan kurban. Menurut Ruzuan, kandang tertutup memberikan lingkungan yang lebih sehat dan terkontrol, sehingga mengurangi risiko penyakit. “Dengan sistem seperti ini, hewan akan lebih kuat dan siap untuk dijadikan kurban,” ujarnya.

Sebagai bagian dari imbauan, Pemprov Sumsel juga meminta masyarakat untuk memastikan hewan yang dibeli tidak terpapar kelelahan atau stres berlebihan. Hal ini diperlukan agar hewan kurban tetap dalam kondisi yang baik saat dihimpit. “Hewan yang sehat adalah kunci untuk membawa berkah dan keberkahan dalam ibadah,” tambah Ruzuan.

Masyarakat Diminta Proaktif Memantau Kesehatan Hewan Kurban

Masyarakat diimbau untuk memperhatikan tanda-tanda kesehatan hewan sebelum membelinya. Ruzuan Efendi mengatakan, hewan yang tampak lemas, lesu, atau mengalami gejala demam perlu diperiksa lebih lanjut. “Kami juga merekomendasikan membeli hewan dari peternak yang memiliki rekam jejak kesehatan,” imbuhnya.

Pemprov Sumsel menyebutkan bahwa sekitar 70 persen hewan kurban yang dijual di kandang dadakan tidak memiliki surat keterangan sehat. Angka ini tercatat dalam laporan pemeriksaan yang dilakukan tim dinas setempat. “Kami harap angka ini bisa ditekan dengan memperkuat pengawasan,” tegas Ruzuan. Selain itu, Pemprov juga memberikan pelatihan kepada pedagang untuk meningkatkan standar penanganan hewan kurban.

Kebutuhan hewan kurban di Sumatra Selatan meningkat tajam menjelang Idul Adha. Akibatnya, harga hewan kurban di pasar hewan terus naik. Meski demikian, Pemprov Sumsel memastikan persediaan hewan tetap cukup untuk kebutuhan masyarakat. “Kami berupaya mengatur pasokan agar tidak ada kelangkaan,” jelas Ruzuan.

Leave a Comment