Uncategorized

Special Plan: Cerita Ibu Relawan SUMUD Flotila Ungkap Dugaan Kekerasan Sebelum Anaknya Dibebaskan dari Israel

Cerita Ibu Relawan SUMUD Flotila: Dugaan Kekerasan dalam Special Plan Saat Anaknya Dibebaskan dari Israel

Special Plan – Dalam rangka Special Plan, Pemerintah Israel akhirnya membebaskan sejumlah relawan, termasuk sembilan warga negara Indonesia, setelah proses penahanan yang berlangsung beberapa hari. Ibu dari salah satu relawan, Sutrawati Kaharuddin, mengungkapkan bahwa anaknya, Andi Angga Parasadewa, telah kembali ke Turki setelah dibebaskan. “Alhamdulillah, saya sudah mendapat kabar sejak kemarin. Anak saya sudah kembali, dideportasi, dan berada di Turki,” katanya kepada wartawan di rumahnya, Jalan Yusuf Dg Ngawing, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Jumat (22/5/2026). Sutrawati menerima informasi tentang pembebasan anaknya melalui Rumah Zakat, lembaga yang dikaitkan dengan kegiatan anaknya. “Rumah Zakat adalah tempat anak saya bekerja dan menghubungkan saya dengan pemerintah dalam upaya pembebasan bersama GSF,” jelasnya. Ia menyebutkan bahwa telah berkomunikasi dengan anaknya dua kali melalui telepon, sekali setelah turun dari pesawat dan sekali pagi hari.

Detail Pembebasan dalam Special Plan

Pembebasan Andi Angga Parasadewa dalam Special Plan terjadi setelah upaya lobi dan koordinasi intensif dari lembaga lokal serta internasional. Sutrawati mengungkapkan bahwa anaknya terlibat dalam operasi penyelamatan warga Palestina yang menjadi fokus utama dari rangkaian kegiatan Special Plan. “Anak saya berpartisipasi aktif dalam Special Plan ini, dan kami sangat berharap bisa menjemputnya langsung ke Jakarta,” tambahnya. Meski sudah kembali ke Turki, ia belum bisa melihat kondisi anaknya secara langsung karena jadwal kepulangan ke Indonesia belum pasti. “Kami berharap bisa menjemputnya Ahad depan, mungkin siang atau malam hari,” katanya dengan antusias.

Dugaan Kekerasan Selama Penahanan

Sutrawati mengungkapkan bahwa anaknya mengalami dugaan penyiksaan fisik dan intimidasi selama penahanan. “Menurut anak, di sana ada kekerasan terhadap relawan GSF, termasuk pembantingan dan penendangan,” jelasnya. Ia menuturkan bahwa kondisi Andi sehat, meski ada sedikit memar di tubuhnya. “Anak saya mengatakan bahwa di dalam penjara, relawan lain juga mengalami perlakuan kasar, seperti diberi tahu bahwa mereka akan diperkosa jika tidak berkooperasi,” lanjutnya. Sutrawati juga membenarkan adanya video yang menunjukkan aksi kekerasan terhadap tahanan oleh tentara Israel. “Anak saya menyebutkan bahwa ada momen saat dirinya dibanting oleh petugas,” tambahnya.

Kondisi Penjara Sde Teiman dan Konflik Internal

Dalam Special Plan, penjara Sde Teiman menjadi tempat yang dikaitkan dengan berbagai insiden kekerasan terhadap tahanan. Sutrawati menyebutkan bahwa kejadian seperti tembakan ke Arab Palestina tanpa senjata dan ancaman pemerkosaan terjadi di hadapan orang banyak. “Petugas Israel menembak seorang pria Palestina dengan empat peluru di depan mata kami, lalu melecehkannya hingga mengancam akan memperkosanya,” ujarnya. Video yang dirilis pada Selasa (6/8) menunjukkan aksi pemerkosaan terhadap tahanan, yang dibongkar oleh mantan prajurit IDF. Selain itu, konflik antara kelompok pro dan kontra terhadap kebijakan Israel juga memicu bentrok di dalam penjara. Kejadian ini menunjukkan bagaimana Special Plan menjadi pengungkap terhadap kondisi yang terjadi di lokasi penahanan.

Kepulangan ke Indonesia dan Apresiasi

Sutrawati menyampaikan rencana untuk menjemput anaknya langsung di Jakarta pada Minggu (24/5) mendatang. “Jadwalnya Ahad, mungkin siang atau malam hari,” kata dia. Ia juga akan menggelar syukuran setelah Andi kembali ke Makassar. “Kita akan merayakan keselamatan anak saya setelah kembali ke tanah air dengan selamat,” ujarnya. Sutrawati mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, Rumah Zakat, dan GSF atas perjuangan yang dilakukan untuk membebaskan anaknya. “Saya sangat berterima kasih kepada Rumah Zakat, tempat anak saya bekerja, serta Global SUMUD Flotila, Ibu Maimun, dan Kak Ciki Fauzi yang tidak lelah memperjuangkan pembebasan anak saya dan rekan-rekannya,” katanya. Apresiasi ini menjadi bukti pentingnya Special Plan dalam menyelamatkan warga negara Indonesia.

Peran Rumah Zakat dalam Special Plan

Rumah Zakat berperan signifikan dalam menghubungkan keluarga relawan dengan pemerintah selama proses pembebasan dalam Special Plan. Lembaga ini tidak hanya memberikan dukungan finansial tetapi juga mengkoordinasikan komunikasi antara relawan dan pihak yang terlibat. “Rumah Zakat menjadi jembatan antara kami dengan pihak yang memperju

Leave a Comment