Khofifah Puji Kiai Wahab Chasbullah sebagai Ulama Visioner yang Jadi Fondasi Pembangunan dan Persatuan Bangsa
Topics Covered: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengapresiasi peran Kiai Wahab Chasbullah sebagai ulama visioner yang menjadi fondasi untuk memperkuat persatuan bangsa. Dalam perayaan Haul ke-55 K.H. Abdul Wahab Chasbullah di Jombang, Khofifah menekankan betapa pentingnya nilai-nilai spiritual dan keagamaan dalam membentuk kehidupan masyarakat yang harmonis. Ia mengatakan bahwa kontribusi besar Kiai Wahab tidak hanya terbatas pada dunia pendidikan, tetapi juga berdampak luas dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kebersamaan dan kerja sama dalam menghadapi tantangan zaman.
Kontribusi Kiai Wahab Chasbullah di Tengah Perkembangan Zaman
Kegiatan haul yang digelar di Jombang ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Momen perayaan tersebut tidak hanya menjadi penghormatan terhadap perjuangan Kiai Wahab Chasbullah, tetapi juga momentum untuk menggali inspirasi dari visinya dalam menjaga keutuhan bangsa. Ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2014 atas dedikasinya dalam pendidikan, persatuan umat, dan pengembangan kebangsaan. Menurut Khofifah, pandangan dan konsep yang diusung Kiai Wahab masih relevan dalam konteks pembangunan modern yang berkelanjutan.
Topics Covered juga menyoroti bagaimana Kiai Wahab Chasbullah tidak hanya membangun pesantren sebagai pusat ilmu, tetapi juga menjadikannya sebagai wadah peradaban, pemberdayaan masyarakat, dan penguat kebangsaan. Visi beliau membuktikan bahwa peran agama tidak hanya sebagai penguat moral, tetapi juga sebagai fondasi untuk menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan.
Dalam pidatonya, Khofifah menjelaskan bahwa pembangunan Jawa Timur harus diimbangi dengan kekuatan spiritual dan nilai-nilai agama. Ia menekankan bahwa kemajuan umat Islam di daerah tersebut harus dimulai dari fondasi ilmu, akhlak, kerja sama, serta rasa cinta yang mendalam terhadap Tanah Air. Nilai-nilai perjuangan Kiai Wahab, seperti ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah, dianggap sangat penting dalam menjaga keutuhan bangsa. Ia menyatakan bahwa Topics Covered adalah penting untuk mengingatkan masyarakat bahwa persatuan adalah kunci keberhasilan pembangunan nasional.
Kolaborasi dan Peran Lembaga Keagamaan
Kegiatan haul ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi antarlembaga keagamaan dan masyarakat. Khofifah memuji kinerja MUI Jatim periode 2020–2025 yang dinilai solid dan berdampak luas dalam menyuarakan nilai-nilai keagamaan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Selain itu, ia menyoroti peran Ponpes Bumi Sholawat di Sidoarjo sebagai pusat dakwah yang berperan aktif dalam membangun masyarakat yang berakhlak dan berprestasi. Topics Covered juga menekankan pentingnya kerja sama antarulama dan lembaga keagamaan dalam menciptakan visi bersama untuk pembangunan daerah.
Di sisi lain, Khofifah menekankan bahwa Topics Covered tidak hanya tentang penghormatan terhadap tokoh sebelumnya, tetapi juga tentang perencanaan masa depan. Ia menyampaikan bahwa persatuan bangsa harus dijaga dengan kebijakan yang inklusif dan berorientasi pada kesetaraan. Dalam konteks ini, Khofifah mengingatkan bahwa perbedaan agama dan budaya harus menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan. Ia menyatakan, “Kita perlu membangun kesadaran bahwa persatuan umat adalah fondasi utama dari keberhasilan bangsa.”
Topics Covered juga memberikan apresiasi terhadap peran ulama dalam memperkuat identitas nasional. Khofifah berpendapat bahwa nilai-nilai keagamaan yang diusung Kiai Wahab Chasbullah tetap menjadi panduan bagi generasi muda Jatim dalam mengejar kesuksesan tanpa melupakan akar budaya dan spiritual. Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci dalam menciptakan masyarakat yang beradab dan maju. Dengan konsep ini, ia berharap pembangunan Jawa Timur bisa berjalan secara seimbang antara modernisasi dan tradisi.