Berita

Penyebab Jakarta Panas Banget Akhir-akhir Ini: Ada Pengaruh Urban Heat Island

ilustrasi-cuaca-panas-1789628184146_169
Foto : Susan Thomas - beritanew.com
Daftar Isi
  1. Related Reading
  2. Frequently Asked Questions

Beritanew.com – Jakarta terasa lebih panas akhir-akhir ini terutama pada siang hari yang membuat aktivitas di luar ruangan terasa menyengat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) mengungkap sejumlah faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut.

Sekretaris Utama (Sestama) BMKG Guswanto menjelaskan, cuaca panas yang dirasakan di Jakarta dipengaruhi kondisi musim kemarau yang membuat curah hujan berkurang. Kondisi langit lebih cerah juga membuat radiasi matahari yang mencapai permukaan bumi semakin kuat.

"Musim kemarau plus langit lebih cerah saat curah hujan berkurang dan awan sedikit, radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi jadi lebih maksimal, cuaca panas di Indonesia sering dipengaruhi kondisi langit cerah dan penyinaran matahari yang kuat," kata Guswanto saat dihubungi, Rabu (14/10/2026).

Selain itu, fenomena El Nino juga turut menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi cuaca tersebut. Status el-nino yang masih kuat mempengaruhi perubahan iklim yang dapat menekan curah hujan di sejumlah wilayah sehingga kondisi kemarau menjadi lebih kering.

"Pengaruh El Nino Untuk periode 2026 ini, BMKG memang menyatakan bahwa El Niño sedang aktif bahkan berkategori sangat kuat, dan berkontribusi mengurangi curah hujan di Indonesia sehingga musim kemarau menjadi lebih kering dan lebih panjang," ujar Guswanto.

"Udara kering saat kelembapan turun dan hujan jarang terjadi, tubuh kita lebih mudah kehilangan cairan. Ditambah permukaan kota yang menyerap panas, suhu terasa lebih menyengat," lanjutnya.

Faktor lain yang turut mempengaruhi cuaca panas Jakarta, kata Guswanto, adalah karakteristik wilayah perkotaan. Guswanto mengatakan kondisi tersebut dikenal sebagai urban heat island, yakni fenomena ketika kawasan perkotaan cenderung memiliki suhu lebih tinggi dibandingkan wilayah sekitarnya yang memiliki lebih banyak vegetasi.

"Efek 'urban heat island' Jakarta Ini faktor lokal. Aspal, beton, gedung, kendaraan, dan minimnya area hijau membuat panas tersimpan lebih lama dibanding daerah yang lebih banyak vegetasinya. Akibatnya malam hari pun sering masih terasa gerah. Ini adalah penjelasan ilmiah yang umum digunakan untuk kota besar seperti Jakarta," ujarnya.

Guswanto menyimpulkan panas Jakarta akhir-akhir ini kemungkinan besar kombinasi kemarau, langit cerah, udara kering, efek kota besar, dan El Nino yang memang sedang kuat. Ia menekankan tidak ada faktor gelombang panas seperti yang sering terjadi di negara subtropis.

"Bukan karena gelombang panas seperti yang sering terjadi di negara subtropis. Makanya banyak orang merasa siang hari sekarang 'pedes' banget di kulit walaupun termometer mungkin hanya menunjukkan 33-35°C. Yang kita rasakan itu sudah ditambah efek radiasi matahari langsung, kelembapan, dan kondisi perkotaan," ujarnya.

… Tautan telah disalin

Tautan telah disalin

Frequently Asked Questions

What is Penyebab Jakarta Panas Banget Akhir akhir?

Penyebab Jakarta Panas Banget Akhir akhir is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Penyebab Jakarta Panas Banget Akhir akhir matter?

Penyebab Jakarta Panas Banget Akhir akhir matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment