Berita

Gus Ipul Ajak RT/RW Aktif Data Warga yang Belum Terima Bansos

kemensos-1791691275265_169
Foto : Sarah Williams - beritanew.com
Daftar Isi
  1. RT/RW Semarang Didorong Perkuat Pendataan Warga untuk Akses Bansos
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

RT/RW Semarang Didorong Perkuat Pendataan Warga untuk Akses Bansos

Beritanew.com – Ribuan ketua RT dan RW di Kota Semarang diajak mengambil peran lebih aktif dalam membantu warga yang membutuhkan perlindungan sosial, terutama mereka yang belum tercatat sebagai calon penerima bantuan sosial. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mendorong para pengurus lingkungan menjadi Agen Perlindungan Sosial atau Agen Perlinsos untuk mendampingi proses pembaruan data secara digital.

Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan bertajuk Data Akurat, Sasaran Tepat: Penguatan Penjangkauan Sekolah Rakyat dan Perlindungan Sosial di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu (10/10). Kegiatan tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, camat, lurah, serta ketua RT/RW sebagai pihak yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Gus Ipul menekankan bahwa pengurus RT dan RW mempunyai posisi penting karena mengenal kondisi keluarga di lingkungan masing-masing. Kedekatan itu dinilai dapat membantu pemerintah menemukan warga yang belum masuk sistem bantuan, sekaligus memastikan informasi yang tersimpan tetap sesuai dengan keadaan terbaru.

Saya datang ke sini ini dalam rangka saling memperkuat, saling menguatkan, saling bekerja sama. Yang paling tahu warga itu adalah para RT/RW.

Data sosial perlu terus diperbarui

Pemerintah terus melakukan konsolidasi dan pemutakhiran data perlindungan sosial di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini diperlukan karena kondisi ekonomi dan sosial warga dapat berubah dari waktu ke waktu. Ada keluarga yang sebelumnya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi kemudian memerlukan dukungan. Sebaliknya, data penerima juga perlu diperiksa agar bantuan dapat menjangkau warga yang benar-benar memenuhi kriteria.

Gus Ipul mengingatkan bahwa masih ada keluarga yang membutuhkan intervensi negara, tetapi belum tercatat dalam basis data. Salah satu gambaran persoalan yang disorot adalah keluarga yang mengalami kesulitan menebus ijazah anak setelah lulus sekolah. Situasi seperti itu menunjukkan pentingnya keterhubungan antara informasi dari lingkungan terdekat dan sistem perlindungan sosial.

Padahal banyak Bapak Ibu sekalian di sekitar RT, RW, ada keluarga yang tidak bisa menebus ijazah putra-putrinya ketika mereka lulus. Bahwa di sekitar Bapak Ibu sekalian, banyak keluarga-keluarga yang membutuhkan bantuan negara, tetapi tidak ada di dalam data.

Pembaruan data tidak hanya berkaitan dengan daftar penerima bantuan yang sudah ada. Sistem digital juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengajukan diri sebagai calon penerima bantuan sosial. Meski demikian, penetapan kelayakan tetap dilakukan melalui mekanisme sistem, sehingga pendaftaran bukan berarti bantuan otomatis diberikan.

Agen Perlinsos membantu warga yang terkendala akses digital

Digitalisasi bantuan sosial diharapkan mempermudah proses pendataan dan mempercepat penyampaian informasi. Namun, tidak semua warga memiliki perangkat telepon seluler, akses yang memadai, atau kemampuan menggunakan layanan digital. Hambatan tersebut dapat membuat keluarga yang membutuhkan justru tertinggal dalam proses pendaftaran.

Di titik inilah Agen Perlinsos diharapkan berperan. Para relawan dapat membantu warga memahami tahapan pendaftaran, memasukkan informasi keluarga yang membutuhkan perlindungan sosial, serta mengarahkan mereka untuk mengikuti proses yang tersedia. Pendampingan dapat dimulai dari lingkungan paling dekat, termasuk tetangga yang diketahui menghadapi kesulitan.

Gus Ipul menyebut gerakan tersebut sebagai Gerakan Nasional Peduli Tetangga, dengan RT menjadi penggerak utama dalam mendata warganya melalui sistem digital.

Maka itu gerakannya namanya Gerakan Nasional Peduli Tetangga yang dimotori oleh RT-RT dengan cara memasukkan seluruh warganya dalam sistem digital.

Peran relawan tidak menggantikan proses verifikasi yang berlaku. Sebaliknya, keterlibatan RT/RW membantu memperluas jangkauan pendataan dan memperkecil kemungkinan warga rentan terlewat karena keterbatasan akses informasi. Keakuratan data juga penting agar program perlindungan sosial dapat dirancang dan disalurkan dengan sasaran yang lebih tepat.

Semarang telah memiliki 4.041 Agen Perlinsos

Sekretaris Daerah Kota Semarang Handi Priyanto menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat 4.041 Agen Perlinsos di Kota Semarang. Melalui pendampingan para agen tersebut, sebanyak 8.675 keluarga telah dibantu untuk didaftarkan. Capaian itu menjadi dasar untuk memperluas pelayanan pendataan sosial di tingkat lingkungan.

Kita perlu memastikan data warga semakin akurat, proses pendampingan semakin mudah, dan masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai akses bantuan sosial.

Handi berharap kegiatan penguatan Agen Perlinsos menghasilkan langkah yang dapat langsung diterapkan di lapangan. Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dipandang sebagai unsur penting dalam meningkatkan ketepatan sasaran program perlindungan sosial.

Semoga kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat terus tumbuh demi terwujudnya kesejahteraan yang semakin merata.

Dalam acara tersebut, 1.356 peserta yang terdiri atas camat, lurah, serta ketua RT/RW menyatakan komitmen bersama untuk menjadi Agen Perlinsos. Ikrar dipimpin langsung oleh Gus Ipul sebagai penegasan kesiapan mereka mendampingi warga yang memerlukan bantuan.

Saya RT/RW se-Kota Semarang, bertekad untuk membantu warga yang memang membutuhkan bantuan sosial lewat upaya untuk menjadi Agen Perlinsos dan memasukkan data-data keluarga yang memerlukan perlindungan sosial.

Pelibatan sekolah dan unsur pemerintah daerah

Kegiatan di SRT 1 Kota Semarang juga menampilkan pertunjukan dari para siswa. Mereka membawakan tari tradisional, geguritan, pidato dalam tiga bahasa, paduan suara, serta pembacaan puisi. Kehadiran siswa memberi warna tersendiri dalam agenda yang menempatkan perlindungan sosial dan akses pendidikan sebagai perhatian bersama.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa Taufik Fatkhurohman, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur, dan Kepala Dinas Sosial Kota Semarang Moh. Agus Junaidi. Jajaran Forkopimda Kota Semarang serta pejabat terkait lainnya juga mengikuti kegiatan tersebut.

Penguatan peran RT/RW diharapkan membuat proses menemukan warga yang membutuhkan bantuan menjadi lebih dekat dengan realitas di lapangan. Dengan data yang diperbarui dan pendampingan bagi warga yang belum akrab dengan layanan digital, akses terhadap perlindungan sosial dapat dijalankan secara lebih inklusif dan terarah.

Frequently Asked Questions

What is Gus Ipul Ajak RT RW Aktif?

Gus Ipul Ajak RT RW Aktif is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Gus Ipul Ajak RT RW Aktif matter?

Gus Ipul Ajak RT RW Aktif matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment