Berita

Polda Banten Ungkap Banyak Siswa SMA Terindikasi Main Judol

polda-banten-mengatakan-sudah-ada-siswa-sma-yang-terindikasi-bermain-judi-online-judol-1792156716869_169
Foto : Mary Smith - beritanew.com
Daftar Isi
  1. Polda Banten Ungkap Banyak Siswa SMA Terindikasi Judol
  2. Edukasi Keamanan Digital untuk Pelajar
  3. FAQ Seputar Judi Online dan Keamanan Digital Pelajar
  4. Related Reading

Beritanew.com – Polda Banten ungkap banyak siswa SMA terindikasi bermain judi online atau judol. Temuan tersebut menjadi perhatian karena pelajar berada pada masa peralihan menuju kedewasaan dan semakin aktif menggunakan internet serta media sosial.

Ditreskrimum Polda Banten AKBP Irene Missy menyampaikan pesan itu saat bertemu siswa di SMA Negeri 1 Kota Serang, Jumat (16/10/2026). Ia mengajak para pelajar untuk memakai ruang digital secara bijak dan menjauhi aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Polda Banten Ungkap Banyak Siswa SMA Terindikasi Judol

Menurut Irene, pihak sekolah telah menyampaikan adanya anak-anak yang mulai terindikasi terlibat judi online maupun aktivitas negatif lain. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian bersama, baik bagi sekolah, orang tua, pelajar, maupun pihak terkait yang memberikan edukasi tentang keamanan digital.

"Sebagaimana disampaikan oleh Kepala SMA Negeri 1 Kota Serang, terdapat anak-anak yang mulai terindikasi terlibat dalam judi online maupun aktivitas negatif lainnya. Hal ini menjadi perhatian bersama," ujar AKBP Irene Missy.

Polda Banten ungkap banyak siswa SMA terindikasi judol bukan sekadar untuk menunjukkan adanya persoalan, melainkan juga sebagai pengingat agar pelajar mengenali risiko di dunia maya. Judi online dapat mendorong perilaku yang merugikan, terutama apabila digunakan tanpa pemahaman mengenai dampak terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Irene berharap pelajar yang telah mampu menggunakan media sosial dengan baik dapat menjadi teladan bagi teman-temannya. Sikap saling mengingatkan dinilai penting agar lingkungan sekolah ikut membangun kebiasaan digital yang lebih aman dan bertanggung jawab.

"Para pelajar dapat menjadi contoh dan motivasi bagi teman-temannya untuk menggunakan media sosial secara bijak serta menjauhi perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain," katanya.

Edukasi Keamanan Digital untuk Pelajar

Penyampaian tersebut dilakukan dalam peringatan Hari Anak Perempuan Internasional 2026 yang digelar Polda Banten bersama mahasiswa Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia atau PERMAHI Komisariat Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak mengenai risiko kekerasan dan kejahatan di ruang digital.

Irene menjelaskan bahwa edukasi diperlukan bagi anak-anak yang mulai beranjak dewasa. Dengan pemahaman yang lebih baik, pelajar diharapkan mampu mengambil keputusan secara lebih hati-hati saat menerima informasi, berkomunikasi dengan orang lain, maupun menggunakan berbagai layanan internet.

"Kami memandang penting untuk memberikan edukasi kepada anak-anak yang mulai beranjak dewasa agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan terhindar dari berbagai bentuk kejahatan siber," ujar Irene.

Dalam kesempatan yang sama, Panit Cyber Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Banten Ipda Okto Fajar N memberikan materi tentang pencegahan kejahatan siber, penyebaran berita bohong atau hoaks, serta pentingnya menjaga keamanan data pribadi.

Waspada Hoaks dan Jaga Data Pribadi

Pelajar diminta tidak langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Informasi yang beredar melalui pesan singkat, media sosial, atau grup percakapan perlu diperiksa lebih dahulu sebelum dibagikan kepada orang lain.

Selain itu, data pribadi tidak boleh disebarkan sembarangan. Informasi seperti kata sandi, kode verifikasi, nomor identitas, alamat, maupun data akun dapat disalahgunakan jika jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Para pelajar diimbau agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, tidak sembarangan membagikan data pribadi, serta lebih berhati-hati dalam berinteraksi di ruang digital," ujar Okto.

Polda Banten ungkap banyak siswa SMA terindikasi judol sekaligus menekankan pentingnya peran bersama dalam menjaga pelajar di ruang digital. Pengawasan, komunikasi, dan edukasi dapat membantu siswa memahami batasan penggunaan internet serta mengenali perilaku yang berpotensi membahayakan.

FAQ Seputar Judi Online dan Keamanan Digital Pelajar

Apa yang perlu dilakukan siswa jika melihat ajakan judi online?

Siswa sebaiknya tidak membuka, mengikuti, atau menyebarkan ajakan tersebut. Jika merasa terganggu atau bingung, pelajar dapat menyampaikan masalah itu kepada orang tua, guru, atau pihak sekolah yang dipercaya.

Mengapa data pribadi perlu dijaga saat menggunakan internet?

Data pribadi dapat dipakai pihak lain untuk melakukan penipuan, mengambil alih akun, atau tindakan merugikan lainnya. Karena itu, pelajar perlu membatasi informasi pribadi yang dibagikan dan tidak memberikan kata sandi maupun kode verifikasi kepada siapa pun.

Bagaimana cara menyikapi informasi yang belum jelas kebenarannya?

Jangan langsung percaya atau meneruskannya. Periksa terlebih dahulu sumber informasi, bandingkan dengan keterangan yang dapat dipercaya, dan hindari menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.

Leave a Comment