Jurus Zulhas dan Yandri Jadikan Desa Episentrum Ekonomi
Daftar Isi
Desa Didorong Menjadi Penggerak Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Beritanew.com – Pemerintah tengah menempatkan desa sebagai salah satu titik penting dalam penguatan ekonomi rakyat sekaligus ketahanan pangan nasional. Gagasan ini tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga akses pembiayaan, pengolahan hasil, jalur distribusi, hingga perluasan pasar bagi produk warga desa.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, atau Zulhas, menilai desa perlu memiliki aktivitas ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. Dalam arah kebijakan tersebut, setiap desa diharapkan dapat membangun pusat pertumbuhan ekonominya sendiri agar masyarakat tidak semata menjadi pemasok bahan mentah dengan nilai tambah yang terbatas.
“Desa itu menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.”
Untuk mendukung tujuan itu, pemerintah membangun Koperasi Desa Merah Putih. Kehadiran koperasi diproyeksikan sebagai sarana ekonomi yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di wilayah desa. Skema ini juga diarahkan untuk membantu menjawab persoalan biaya pinjaman yang selama ini kerap menjadi beban usaha kecil.
Zulhas mencontohkan bahwa pembiayaan seperti Mekar sebelumnya dapat memiliki bunga hingga 24 persen. Melalui koperasi desa, pemerintah mendorong agar tingkat bunga pembiayaan dapat ditekan menjadi 8 persen. Selisih tersebut dinilai penting karena biaya modal yang lebih rendah dapat memberi ruang lebih besar bagi warga untuk mengembangkan usaha produktif.
“Kita dorong bunganya turun menjadi 8 persen.”
Perubahan pembiayaan bukan satu-satunya unsur dalam strategi menjadikan desa sebagai pusat ekonomi. Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal memegang peran langsung dalam menjalankan program di lapangan, termasuk dalam membangun jaringan pasar serta mendorong desa menghasilkan komoditas yang sesuai dengan potensi masing-masing.
Desa Ekspor Pangkas Jalur Perdagangan
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyampaikan bahwa program Desa Ekspor telah diterapkan di 358 desa. Nilai transaksi dari program tersebut hampir mencapai Rp1 triliun. Angka ini menunjukkan upaya mempertemukan produk desa dengan pembeli di luar negeri mulai membentuk aktivitas perdagangan yang lebih luas.
Konsep utama Desa Ekspor adalah memperpendek rantai pemasaran. Dalam pola perdagangan yang panjang, produk dari petani atau pelaku usaha desa dapat melewati sejumlah perantara sebelum tiba di pasar akhir. Kondisi itu berpotensi mengurangi bagian pendapatan yang diterima produsen. Program ini berusaha menghubungkan desa dengan negara tujuan ekspor secara lebih langsung.
“Rantai pasok yang selama ini panjang, itu kita potong.”
Pendekatan tersebut dimaksudkan agar desa tidak berhenti sebagai wilayah produksi. Dengan akses yang lebih dekat kepada pasar pembeli, pelaku usaha lokal memiliki peluang lebih besar untuk memahami kebutuhan pasar, menjaga kualitas produk, serta memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik dari hasil kerja mereka.
Salah satu contoh yang disampaikan Yandri berasal dari Desa Temon di Pacitan. Desa ini mengekspor gula aren organik ke Malaysia, Belanda, dan Australia. Produk tersebut dikirim langsung tanpa melalui rantai tengkulak yang panjang. Dampaknya, pendapatan petani di desa itu disebut meningkat 40 persen.
“Pendapatan petani naik 40%.”
Contoh Desa Temon menggambarkan alasan pentingnya akses pasar dalam pembangunan ekonomi desa. Produk lokal yang memiliki kualitas dan pasar tujuan jelas dapat memberi manfaat lebih besar apabila petani serta pelaku usaha terlibat lebih dekat dalam proses penjualan. Namun, keberhasilan semacam ini juga memerlukan kemampuan menjaga mutu, kesinambungan pasokan, dan kesiapan memenuhi kebutuhan pembeli.
Desa Tematik untuk Pasar Dalam Negeri dan Ekspor
Selain program Desa Ekspor, Kementerian Desa juga menyiapkan pengembangan desa tematik. Bentuknya dapat berupa desa ayam petelur, desa melon, desa semangka, maupun desa jagung. Setiap desa diarahkan untuk mengembangkan komoditas yang menjadi kekuatannya, sehingga produksi dapat lebih fokus dan pembinaan usaha dapat dilakukan secara lebih terarah.
Produk dari desa-desa tematik tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan program MBG serta membuka peluang ke pasar ekspor. Yandri menyebut saat ini terdapat 49 negara tujuan ekspor yang menjadi sasaran bagi produk desa. Arah ini menempatkan desa sebagai bagian dari rantai ekonomi yang bisa melayani kebutuhan domestik sekaligus menjangkau pasar internasional.
“Kita punya 49 negara tujuan ekspor.”
Pengembangan desa tematik juga dapat membantu masyarakat melihat potensi ekonomi di wilayahnya secara lebih konkret. Desa dengan kemampuan menghasilkan komoditas tertentu dapat membangun kegiatan pendukung, mulai dari budidaya, pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran. Dengan demikian, nilai ekonomi tidak hanya berada pada hasil panen atau produk awal, tetapi dapat berkembang melalui kegiatan usaha lain di lingkungan desa.
Bagian dari 12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia
Seluruh langkah tersebut masuk dalam program 12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia, yang merupakan turunan Asta Cita ke-6 mengenai pembangunan desa. Di dalamnya terdapat Koperasi Desa Merah Putih, BUMDes, Desa Ekspor, desa tematik, gerakan pemuda-pemudi membangun desa, desa bebas narkoba, serta program ketahanan pangan dan ketahanan air.
Rangkaian program itu memperlihatkan bahwa pembangunan desa tidak hanya dipandang sebagai pembangunan fisik. Penguatan ekonomi, kemampuan organisasi usaha, ketersediaan pangan, pengelolaan air, hingga keterlibatan generasi muda menjadi bagian yang saling berkaitan. Ketika akses modal, pasar, dan kapasitas produksi berjalan bersama, desa berpeluang menjadi ruang ekonomi yang lebih mandiri.
Target menjadikan desa sebagai episentrum ekonomi pada akhirnya bergantung pada pelaksanaan yang konsisten di tiap daerah. Koperasi perlu benar-benar menjangkau pelaku usaha kecil, desa ekspor harus mampu menjaga hubungan dagang, dan pengembangan komoditas perlu disesuaikan dengan kekuatan lokal. Dengan pendekatan tersebut, manfaat pertumbuhan ekonomi diharapkan dapat lebih dekat dirasakan oleh warga desa.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Jurus Zulhas dan Yandri Jadikan Desa?
Jurus Zulhas dan Yandri Jadikan Desa is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Jurus Zulhas dan Yandri Jadikan Desa matter?
Jurus Zulhas dan Yandri Jadikan Desa matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.